Komunitas Bicara

Kalau Satpam Bawa Airsoftgun….

Penilaian Pembaca: / 2
JelekBagus 

Djoened

Kamis, 19 Januari 2012

Silakan tertawa geli kalau memang ingin. Tapi, ini sungguhan, karena yang menyarankan Kepolisian Daerah Metro Jaya.

"Pengelola minimarket harus meningkatkan pengamanan masing-masing di toko mereka. Salah satunya adalah membekali satuan petugas pengamanan, alias satpam, yang menjaga toko dengan airsoftgun. Izinnya bisa diurus ke Direktorat Intelijen," kata Jurubicara Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Baharudin Djafar.

Ide "nyeleneh" itu muncul gara-gara kian ke sini, kasus kejahatan terhadap minimarket 24 jam kian marak. Hingga tengah Januari 2012 saja, sudah terjadi tujuh tindak kejahatan terhadap berbagai minimarket di berbagai wilayah.

Terakhir, Selasa (10/01) dini hari lalu, sekawanan perampok menyekap tiga karyawan Alfamart di Jalan Raya Jombang, Pondok Aren, Tangerang Selatan. Mereka tidak hanya menggondol uang Rp 14 juta dari brankas, tapi juga mengambil susu kotak, rokok, bahkan kamera pengintai (CCTV) di minimarket tersebut.

Padahal, sejatinya, menurut Kapolsek Pondok Aren, Komisaris Victor Alexander Lateka, rekaman CCTV itu merupakan salah satu petunjuk bagi petugas untuk memburu dan mengungkap pelaku perampokan. Sayangnya, kata Victor, "Pihak Alfamart menyimpan recorder CCTV di tempat terbuka. Seharusnya disimpan di tempat yang tersembunyi."

Nah, karena terbukti si perampok ternyata "lebih cerdik", maka, membekali satpam dengan airsoftgun (dianggap) salah satu solusi.

Benarkah? Coba kita tanyakan pada satpam, eh, Komunitas.

Ups, sebentar. Dimunculkannya ide ini bukan berarti polisi ingin lepas tangan, lho. Secara internal, jelas Baharudin, "Kepolisian Daerah Metro Jaya telah menginstruksikan Kepolisian Resor dan Sektor untuk meningkatkan frekuensi patroli aparat di masing-masing daerah."

Hanya saja, karena jumlah personil kepolisian tak cukup banyak untuk menjaga satu per satu minimarket 24 jam, maka Baharudin mendorong pengelola minimarket tetap berinisiatif meningkatkan pengamanan.

Begetoh.

Dan, sehari setelah imbauan itu diumumkan, terjadi "Dialog imajiner antar penjahat di suatu tempat di suatu hari":

- Penjahat A: "Kita eksyen lagi yok. Ada minimarket menantang noh di sono...."

- Penjahat B: "Ogah ah! Satpam-nya rame."

- Penjahat A: "Halah..., elo! Tuh satpam kan cuma bawa pistol bo'ongan!"

- Penjahat B: "Jiaahhh..., tau dari mana lo?"

- Penjahat A: "Kan polisi yang bilang begitu di koran...."

- Penjahat B: "Oke deh. Brangkat, Gan...!"


Hafiz Yusuf, Anggota KRBI

"Sah-sah saja satpam dilengkapi airsoftgun jika saat ini memang dibutuhkan. Tapi, tergantung pihak pengelola minimarket apakah menyetujui. Namun, jangan hanya berpatokan dengan itu saja. Pihak kepolisian juga harus membantu dengan sering berpatroli.

"Adanya info penggunaan airsoftgun oleh satpam, ya, kemungkinan besar akan membuat perampok lebih hati-hati dan lebih membaca tempat yang akan dia tuju. Karena, setahu saya, banyak minimarket yang jarang punya sistem keamanan yang baik, entah itu satpam atau CCTV.

"Airsoftgun akan sangat membantu jika si satpam memiliki mental yang kuat. Karena, pada intinya, setiap kali kita menghadapi kejahatan, kita harus tenang membaca karakter dan sikap penjahat. Si satpam kalau bisa jangan gegabah.

"Setiap satpam juga harus dibekali ilmu yang banyak tentang kejahatan. Entah itu ilmu beladiri atau apa pun; selain alat pengamanan.

"Selain CCTV, minimarket juga bisa menambahkan semacam alarm di bawah meja kasir yang terkoneksi dengan pihak kepolisian, seperti yang biasa kita lihat di luar negeri.

"Tapi, kita tidak bisa melarang minimarket buka 24 jam. Yang penting, lokasi minimarket itu dibangun di tempat yang kemungkinan tingkat kejahatannya lebih kecil. Misalnya, di jalan-jalan besar, atau yang tingkat keramaiannya tinggi.

"Selama ini saya lihat banyak minimarket sembarang saja dibangun, tanpa melihat efek keselamatan dan keamanan. Mereka lebih banyak melihat bagaimana mencari keuntungan."

Ika Hendrani, Anggota Rotary Jakarta Batavia

"Kalau satpam bawa airsoftgun, penjahat bisa bawa pistol beneran, kaleee...!

"Dengan menginformasikan kepada wartawan tentang penggunaan airsoftgun untuk satpam, ya, bisa saja perampokan jadi lebih gila lagi. Bisa-bisa penjahat malah bersiap diri dengan memakai jaket tebal untuk mengurangi sakit karena tembakan airsoftgun.

"Pemakaian airsoftgun oleh satpam belum tentu membuat penjahat jera, lantaran penjahat lebih pintar dan sudah punya persiapan. Apalagi biasanya mereka survei dulu.

"Buka 24 jam sebaiknya dilarang untuk minimarket di pelosok, karena bisa mengundang bahaya. Tapi, kalau di mal-mal besar, ya, pengamanannya saja yang harus diperbagus."

Putu Dinar, Bendahara Love Our Heritage

"Sangat bagus jika satpam dilengkapi dengan airsoftgun, sehingga pengunjung merasa aman karena sudah ada yang melindungi.

"Tapi, mengumumkan di depan media massa tentang rencana itu, menurut saya, agak berlebihan. Justru dengan berita tersebut, para perampok akan semakin menjadi, karena perampok jadi tahu ternyata pengamanan minimarket hanya seorang security dan airsoftgun saja, sedangkan perampoknya kemungkinan akan datang dengan jumlah lebih banyak.

"Memang kalau untuk melumpuhkan sementara, airsoftgun sangat berguna. Tapi, jika sampai memberikan efek jera, sepertinya tidak, karena perampok akan terus bermunculan dengan strategi berbeda.

"Tentu pengamanan di minimarket juga harus berkoordinasi dengan lingkungan sekitar. Seperti meningkatkan keamanan dengan ronda keliling jika minimarket tersebut berada di lingkungan perumahan. Jika berada di pinggir jalan raya, bisa berkoordinasi dengan polisi yang berpatroli di daerah tersebut.

"Melarang minimarket buka 24 jam, sepertinya tidak mungkin, karena minimarket seperti itu sangat bermanfaat bagi masyarakat jika sewaktu-waktu ada kebutuhan mendadak yang mengharuskan mereka membeli kebutuhan pangan."

Januardi, Anggota Wanted Airsoft Regiment

"Saya sangat tidak setuju jika airsoftgun dijadikan alat untuk beladiri, karena airsoft memang bukan senjata. Melainkan hanya mainan. Lebih baik menggunakan pentungan. Itu lebih efektif untuk melawan penjahat.

"Kalau ingin mengamankan toko, seharusnya tingkatkan kemanan dari pihak kepolisian. Pihak keamanan harus berpatroli lebih giat saat di jam-jam rawan. Jangan malah menyuruh satpam menggunakan airsoftgun!

"Saya takut dengan adanya berita ini, masyarakat nanti berpikir bahwa airsoft adalah senjata yang membahayakan. Padahal ini mainan. Sangat berbeda dengan senjata; mulai dari pelurunya, isinya, sampai bahan materialnya."

Muhamad Ricki Cahyana II, Managing Director Taman Hijau Ceria (THC)

"Satpam menggunakan airsoftgun? Sangat berlebihan! Lebih baik senjata jenis itu digunakan para polisi untuk meringkuk mafia peredaran narkoba!

"Lebay! Masak senjata sepanjang itu dibawa-bawa satpam? Nanti disangka minimarket arena permainan airsoftgun, lagi!

"Lebih baik satpam dibekali ilmu beladiri, kalau memang tujuannya untuk membela diri dari kawanan kriminal. Langkah polisi memang sudah bagus, agar si perampok ketakutan. Tapi, kalau semua media massa menulis berita ini, dan dibaca sama para mafia perampok, jadinya polisi malah kelihatan blo'on!

"Nanti bisa-bisa si satpam bawa airsoftgun yang cuma mainan, terus perampoknya bawa senjata api. Wah, situasinya malah tambah rumit. Bukanya membela diri, malah senjata makan tuan!"

Noenki Prasetyanto, Ketua Depok Fiet Onthel Community (DeFOC)

"Setuju banget tuh! Karena selama ini banyak satpam yang jadi korban kejahatan. Biar bisa membela diri, tapi tidak membahayakan. Daripada satpam dibekali katapel, kan lebih lucu lagi!

"Tapi, masak himbauan itu harus diumumkan lewat media massa? Kan kasihan wartawannya malah jadi bulan-bulanan penjahat. Tapi, kalau satpam dikasih pistol beneran, bisa-bisa malah si satpamnya yang jadi penjahat.

"Airsoftgun itu cukup berasa juga kalau ditembakkan dari dekat. Apalagi kalau diarahin ke tempat yang vital. Tapi, untuk jera dan ketakutan, tergantung si penjahat masing-masing. Kalau lagi terdesak, mungkin mereka enggak bakal takut.

"Masalah perizinan kan sudah ada yang mengatur, yakni pihak kepolisian atau pihak yang berwenang. Yang dikhawatirkan justru kalau airsoftgun itu disalahgunakan oleh yang punya.

"Emang jadi dilema, yak. Di satu sisi, masyarakat butuh toko yang buka 24 jam. Di sisi lain, menjadikan tempat itu sarana berbuat jahat.

"Polisi kudunya bekerja lebih giat lagilah. Polisi kan bisa memprediksi tempat yang rawan tindak kejahatan, sehingga bisa menempatkan timnya di sekitar situ."

Ignatius Aji, anggota Vhesink Onthel Club (VOC)

"Jangan salah lho, airsoftgun sekarang itu medeni, alias menakutkan. Coba saja cari di Youtube, ada airsoftgun yang bisa nembus kaleng. Jadi, tidak masalah kalau satpam menggunakan airsoftgun, asal didasari undang-undang, dan tepat dalam penggunaannya.

"Setahu saya, airsoftgun itu ada tingkatannya. Bahkan ada peluru yang didesain terbuat seperti dari patri besi. Sehingga, ada jenis airsoftgun yang untuk memilikinya dibutuhkan surat-surat, karena memang menyerupai aslinya, hanya saja daya dan bentuk pelurunya dikurangi.

"Airsoftgun kan jika digunakan pada jarak tertentu, dampaknya juga bisa menghancurkan. Tapi, semua kembali pada perundangan, pelatihan dan kegunaannya.

"Cuma, kok yang dipermasalahkan operasional usaha minimarket-nya, ya ? Bukankah lebih baik pengamanannya? Minimarket yang beroperasi 24 jam juga membantu masyarakat kok. Hanya saja kalau mau OOT (out of topic - Red), lebih baik diatur lokasinya agar tidak menggangu ekonomi pasar tradisional. Itu saja.

"Kalau untuk polisi, ya, tingkatkan sumberdaya yang dimiliki. Tapi, naiknya angka kejahatan kan enggak hanya butuh perhatian polisi saja. Banyak elemen yang membuat kejahatan itu ada. Ekonomi, misalnya. Itu urusannya Pemerintah, bukan polisi lagi."

Imam Mulki, Anggota Combat Airsoft Team (C.A.T)

"Menurut saya, sangat tidak efektif jika satpam dibekali airsoftgun. Airsoftgun itu kan mainan. Jadi nggak bisa ngelumpuhin penjahat. Kalau buat nembak tikus, baru bisa.

"Yang saya khawatirkan, dengan munculnya wacana ini, masyarakat akan berpikir, bahwa airsoft adalah mainan yang berbahaya. Jadi, nantinya orang enggan untuk bermain permainan ini.

"Sebenarnya wacana ini sangat membingungkan, karena legalitas airsoft sendiri saat ini masih dalam tanda tanya. Lalu, kenapa tiba-tiba pihak kepolisian menyarankan satpam menggunakannya?

"Sejauh ini, mayoritas komunitas airsoft tidak setuju dengan wacana tersebut. Namun, berhubung isu ini hanya sekadar himbauan, dan belum berupa tindakan nyata, jadi kami belum melakukan aksi protes.

"Di mana-mana yang namanya minimarket sudah biasa buka 24 jam. Jadi, yang salah bukan waktu bukanya. Seharusnya keamananlah yang diperhatikan.

"Pihak kepolisian seharusnya lebih pro-aktif lagi menjaga di setiap titik rawan. Juga ada baiknya kita menggunakan jasa organisasi massa; seperti FBR, ataupun Forkabi."

Laporan: Nopiyanti, Safari, Novriyadi

 
Share to Facebook Share to Twitter Email the article

Comments  

 
#8 anto 2012-04-01 18:04
Quoting jack:
biar air soft ,kalo ke tembak biji mata nya?... moncrot abis cooy..., gua sangat2 setuju satpam pake airsoft.., ingat..!! satpam jg perlu alat beladiri untuk mengimbangi kawanan penjahat..!!.., disaat orang2 lg pada MOLOR... hahahhahahahaa

lha rampoknya makin ganas, bales dendem balik nembak satpamnya, moncrot tuh otak si satpam, berceceran ditembok.
skor akhir, rampoknya picek, satpamnya almarhum :lol: :lol: :lol:
Quote
 
 
#7 anto 2012-04-01 17:59
Quoting jack:
mao pistol beneran kek, bohongan kek tuh perampok, yang pasti satpam harus pake soft gun..., lebih efektif dan amaaaaaaaaan..,

Quoting jack:
mao pistol beneran kek, bohongan kek tuh perampok, yang pasti satpam harus pake soft gun..., lebih efektif dan amaaaaaaaaan..,


bego luh, pelor plastik kecil begitu mau lawan senpi rakitan, biar rakitan pelurunya beneran boo, satpam juga ga bakalan mau bawa begituan, pasti rampoknya makin ganas, ga ba bi bu, langsung ditembak tu satpam, dibales sama satpam cuma bentol doang rampoknya :lol: :lol: :lol:
Quote
 
 
#6 adi pholox 2012-03-30 09:57
:lol: satpam perlu bawa senjata api bukan sekedar bawa soft gun. perapok aja bawa senjata otomatis.
Quote
 
 
#5 RAKSO 2012-02-21 23:48
Ada2 aja.Mau bentengin minimarket pake'airsoft.Air gun atau senpi sekalian krn yg dihadapi penjahat beneran.Yg bw golok, samurai, atau senpi.Nyawa taruhannya.Pake' airsoft bs diketawain penjahat lagi.Gak cerdas banget.
Quote
 
 
#4 alendra 2012-01-27 10:29
Mainan ttp aja mainan, yg kita khawatirkan tu oknum yg mewajibkan minimarket hrs punya satpam ber pistol airsoftgun dg ijin senilai sekian rupiah....harga pistol nya pun bisa 3x lipat dr yg ada. Skrg tugas Polisi ngapain yg hrs nya melindungi masyarakat? tu pengusaha ude abis2an dipalakin org pajak, preman setempat, polisi jg dll...dll....gak ada alesan lah pake ersop....Kalau toh pake airgun, ttp aja ijin y gada utk "olah raga" bkn utk "Bela diri"
Quote
 
 
#3 jack 2012-01-23 00:37
mao pistol beneran kek, bohongan kek tuh perampok, yang pasti satpam harus pake soft gun..., lebih efektif dan amaaaaaaaaan..,
Quote
 
 
#2 jack 2012-01-23 00:30
biar air soft ,kalo ke tembak biji mata nya?... moncrot abis cooy..., gua sangat2 setuju satpam pake airsoft.., ingat..!! satpam jg perlu alat beladiri untuk mengimbangi kawanan penjahat..!!.., disaat orang2 lg pada MOLOR... hahahhahahahaa
Quote
 
 
#1 imamulki 2012-01-19 23:04
namanya rampok ya pasti tau mana airsoftgun mana beneran.. baru aja di omongin, rampok beneran pake yg asli http://metro.vivanews.com/news/read/281510-kejar-perampok--satpam-kena-tembak/1326988670#commentform
Quote
 

Add comment


Security code
Refresh