Omega 3 dan 6 [ Foto : Istimewa }Bicara lauk ikan, dulu ada pameo yang seringkali diucapkan para orangtua kepada anak-anaknya, jika terlalu banyak makan ikan, nanti bisa cacingan. Entah dari mana tuh sumbernya sehingga dengan enteng bisa berkata demikian? Tapi, yo weslah. Itu’kan dulu. Kita maklumi aja orangtua jaman dulu. Karena, bicara dulu dengan sekarang emang beda tebal.
Hanya karena ikan makan cacing [ Foto: Istimewa ]Dulu, pameo begitu hampir nggak pernah kita dengar ada yang protes alias dikritisi. Mungkin juga ilmuwan kita dulu pada males atau emang belum sampai pengetahuannya mengenai penelitian tentang kandungan gizi ikan laut, terutama. Tapi sekarang, jangan coba-coba bilang ‘makan ikan terlalu banyak bisa cacingan’. Jangan-jangan anak kita pun bisa lebih kritis dari orangtuanya. Dan jangan sampai anak Anda duluan yang mengatakan,”Mama tau nggak ikan laut;kan mengandung Omega-3dan 6!”
Orangtua yang sayang anak jangan segan-segan cari tahu tentang gizi buat anak, termasuk kandungan yang terdapat di ikan laut. Coba deh, baca yang di bawah ini.
Mending jajan ikan [ Foto: Istimewa ]Hasil penelitian ilmuwan Swedia, Profesor Kjell Toren dari Sahlgresmka Academy dari University of Gotherburg, Swedia, mengungkapkan tentang hubungan yang jelas antara seorang anak yang sering mengkosumsi ikan dengan nilainya yang lebih tinggi ketika masih remaja memakan ikan sedikitnya seminggu satu kali.
Penuh Gizi [ Foto: Istimewa ]Dari studi itu, didapati suatu korelasi yang kuat bahwa remaja laki-laki berusia 15 tahun yang sering makan ikan seminggu sekali mencatat prestasi tinggi dalam ujian intelejensi ketika mereka berusia 18 tahun dibandingkan dengan mereka yang jarang makan ikan. Singkat kata, dapat meningkatkan gabungan nilai intelejensi verbal dan visuospatial sebesar 6 persen sedangkan yang makan ikan lebih dari sekali dalam satu pekan dapat meningkatkan nilai itu hingga 11 persen.
Puas...puuuasss...[ Foto: Istimewa ]Penelitian ini memang tidak main-main, lho. Soalnya melibatkan hampir 4.000 jawaban remaja Swedia bahkan sempat disiarkan dalam media ilmiah Acta Paediatrica, yang diterbitkan Maret 2009. Dari jawaban sebanyak itu , hasil studi membuat hipotesa bahwa asam lemak omega 3 dan omega 6 pada ikan dapat menjadi kunci bagi peningkatan kemampuan kognitif. Dan saat ini sedang diadakah penelitian lanjutan untuk mengkaji apakah jenis ikan yang dikonsumsi memberi perbedaan hasil.
Ikan Marlin [ Foto: Istimewa ]Selain kita bicara tentang ikan yang dapat mencerdaskan intejensia anak, perlu juga mengetahui perihal ikan Salmon. Ikan yang satu ini punya sifat-sifat yang unik. Ketika sudah besar, Salmon merantau ke berbagai belahan laut di dunia. Tetapi, jika datang saatnya harus regenerasi, ikan Salmon akan datang berbondong-bondong lagi ke suatu tempat di mana ia pernah ditelurkan oleh induk semang mereka dulu.
Bermil-mil jauhnya mereka akan datang kembali menuju ‘tanah kelahiran’ di muara-muara sungai sambil berlompat-lompatan melawan arus sungai deras hanya karena ingin melepaskan telur-telurnya. Setelah menyelesaikan ‘misi sucinya’ ; ‘bersalin’, sang induk pun dengan ikhlas melepaskan ‘nyawanya. Dalam peristiwa ini yang paling beruntung adalah beruang, yang tinggal mencaploknya mentah-mentah.
Menurunkan darah tinggi [Foto: Istimewa ]Ikan Salmon diketahui mempunyai kandungan gizi yang tinggi. Kenapa demikian? Karena Salmon penyantap ikan kecil pemakan rumput laut. Sedangkan rumput laut, seperti Anda ketahui, banyak memproduksi omega 3 yang ampuh sebagai pencegah terjadinya pengumpalan darah, dan dapat menurunkan kolesterol serta melindungi sel-sel otak dari penyakit penuaan.
tinggal telan, cerdaskan intelejensia [ Foto: Istimewa ]Jadi, jika tubuh Anda ternyata sangat memerlukan kandungan protein, antioksidan co-enzyme Q 10 demi mencegah penyakit jantung, depresi, dan mengoptimalkan kerja otak, dan juga buat kebaikan penglihatan pada bayi dan anak-anak Anda, jangan sungkan-sungkan makan ikan Salmon . Selain itu, Omega 3 yang terkandung di dalamnya juga mampu meningkatkan level serotonin, yakni ; unsur kimia pada otak yamg membuat kita merasa senang dan gembira.