Sosial

Wisma Tuna Ganda Palsi Gunung

Penilaian Pembaca: / 10
JelekBagus 

Iskandar Bakrie/Safari Sidakaton

Rabu, 01 September 2010

Foto: Safari SidakatonFoto: Safari SidakatonPertama kali melihat mungkin tidak akan tega sehingga membuat hati miris menyaksikan sejumlah anak – anak penyandang cacat tuna ganda yang diikat badan, kaki dan tangannya dengan alat scanding craft. Selain diikat mereka ada yang didirikan, direbahkan di lori dan di dudukan di kursi khusus.

Mereka diikat selama dua jam yakni dari pukul 09.00 – 11.00. Tidak heran, di antara anak – anak yang diikat tersebut ada yang menangis hingga membuat suasana ruangan berukuran 10 x 10 meter menjadi gaduh. Tapi ada juga di antara mereka yang tertidur pulas bahkan sampai mengeluarkan air liur.

Foto: Safari SidakatonFoto: Safari Sidakaton

Namun kebiasaan anak – anak penyandang tuna ganda itu langsung diantisipasi secara cepat oleh perawat. Dengan telaten dan kasih sayang, perawat yang bertugas langsung  mengusap dan membersihkan setiap cairan yang keluar dari mulut atau hidung anak – anak tersebut.

Itulah suasana setiap hari di Ruangan Teraphy Lions Club Jakarta Wisma Tuna Ganda Palsi Gunung Jl Raya Bogor Km 28,5 Cimanggis Depok. Setiap harinya ada 12 anak tuna ganda yang mendapat therapy berupa pengikatan tangan, kaki dan badannya dengan alat khusus scanding craft.

Foto: Safari SidakatonFoto: Safari Sidakaton

Pengikatan pada sejumlah anggota badan tersebut merupakan bentuk antisipasi agar cacat yang disandangnya tidak bertambah parah atau berlanjut. Bila tidak dilakukan therapy, maka anggota badannya bisa menjadi bengkok dan tidak dapat dipergunakan kembali.

“Anak – anak tersebut diikat juga agar ada penguatan otot dan koreksi sikap,” jelas Rita Komala, therapys yang menemai TNOL menyaksikan anak – anak tuna ganda mendapat therapy.

Foto: Safari SidakatonFoto: Safari Sidakaton

Menurut Rita, ketika therapy pertama kali dilakukan atau saat Ruangan Therapy Lions Club Jakarta baru berdiri 3 tahun silam, hampir semua anak – anak penyandang tuna ganda yang di therapy menangis. Mereka menangis meraung - karena menahan sakit apalagi anggota badannya sudah lama mengalami kaku.

Namun, setelah rutin mengikuti therapy, mereka bisa merasakan manfaatnya. Yakni tangannya tidak lagi bengkok dan kakinya menjadi kuat menahan berat badannya. Kini, tidak sedikit anak – anak peyandang tuna ganda di Wisma Tuna Ganda Palsi Gunung yang bisa memegang benda dan berjalan walaupun agak tertatih – tatih.

 “Sekarang mereka bisa sedikit mandiri,” tegas Rita.

Foto; Safari SidakatonFoto; Safari Sidakaton

Rita menuturkan, di Indonesia anak – anak penyandang tuna ganda belum ada yang memperhatikan nasibnya. Para penyandang tuna ganda ini masih dianggap sebelah mata baik oleh pemerintah atau instansi lainnya.  Tidak heran, banyak anak – anak penyandang tuna ganda yang tidak bisa mandiri. Bantuan terhadap mereka pun masih sebatas wacana lewat diskusi atau seminar, karena setelah itu tidak ada realisasinya untuk membantu mereka.

“Makanya anak – anak yang berada di Wisma Tuna Ganda Palsi Gunung sangat beruntung karena banyak anak – anak tuna ganda lainnya yang dibiarkan begitu saja,” jelasnya.

Foto: Safari SidakatonFoto: Safari Sidakaton

Sementara itu menurut Kristanti, Wakil Kepala Panti Wisma Tuna Ganda Palsi Gunung mengatakan, biaya perawatan setiap satu anak tuna ganda mencapai Rp 2 juta/bulan. Biaya tersebut untuk makan tiga kali sehari, therapy dan kesehatan.

Kebanyakan anak – anak yang dirawat di Wisma Tuna Ganda Palsi Gunung berasal dari keluarga tidak mampu sehingga ada yang tidak membayar.  “Tapi kita niatnya bantu sehingga benar – benar ikhlas. Insya Allah kalau ikhlas pasti ada yang bantu,” jelas Kristanti.

Menurut Kristanti, selain mendapat therapy untuk jasmani, anak – anak tuna ganda yang di rawat di Wisma Tuna Ganda Palsi Gunung juga mendapat pendidikan lanjutan berupa therapy permainan. Therapy ini untuk meransang motorik pengetahuan atau pola pikir agar bisa berinteraksi dengan yang lain. Di antara permainan tersebut adalah menyusun puzzle, membangun balok dan pengenalan warna.

Foto: Safari SidakatonFoto: Safari Sidakaton

“Ada satu anak tuna ganda setelah ditherapy di sini sudah bisa berinteraksi dengan orang lain. Namanya Yunas Febriyanto, dia bahkan bisa main puzzle dengan kecepatan 500 speed,” ujarnya bangga.

Sementara ketika ditanya biaya untuk operasional sehari- hari, Kristanti memaparkan, selain mendapat sumbangan dari keluarga anak yang bersangkutan juga  mendapat sumbangan dari masyarakat, subsidi dari Yayasan Lembaga Rumah Piatu Muslimin dan Pemda DKI. Bahkan tidak jarang, panti ini kerap dikunjungi pengusaha, tokoh masyarakat dan selebritis untuk membantu.

Safari SidakatonSafari Sidakaton

Di antara selebritis yang kerap mendatangi Wisma Tuna Ganda Palsi Gunung adalah Sandra Dewi Dominic Sandra, Cinta Laura dan group band Padi. Kedatangan mereka kerap membuat anak – anak tuna ganda ini bisa merasakan kegembiraan karena bisa berfoto bersama.

Yayasan ini berdiri berdasarkan keprihatinan sang pendiri ibu S.Z Goenawan sebagai respon atas minimnya perhatian masyarakat terhadap penderita tuna ganda, masyarakat masih memandang sebelah mata pada penderita tuna ganda. WISMA TUNA GANDA merupakan panti perawatan pertama di Indonesia yang khusus melayani dan menangani anak- anak penyandang cacat tuna ganda.

Safari SidakatonSafari Sidakaton

Atas prakasa Badan Koordinasi Kegiatan Sosial (BPKKS) DKI Jakarta, diadakanlah pertemuan dengan pengurus Lembaga Rumah Piatu Muslimin (LPRM) pada bulan Nopember 1974 , yang dalam pertemuan ini di bahas pula kemungkinan didirikannya Panti Perawatan Anak-anak Penyandang Cacat Ganda.

Wisma Tuna Ganda ini di resmikan pada tanggal 2- maret- 1975, bertepatan dengan Peringatan 1.000 hari wafatnya ibu S.Z Goenawan ( pendiri pimpinan pertama LRPM)

Lembaga ini bertujuan untuk menampung, memelihara dan merawat serta mengusahakan rehabilitasi bagi anak- anak penyandang cacat ganda (cacat mental serta fisiknya). Dan beralamat di Jalan Raya Bogor KM 28,6 Cimanggis.

Foto: Safari SidakatonFoto: Safari Sidakaton

Pelayanan yang diberikan meliputi :

1. Pemberian santunan perawatan dan usaha rehabilitasi bagi anak anak rawat.

2. Pemeriksaan rutin oleh dokter umum, dokter gigi dan psikolog

3. Latihan jasmani/fisik dibawah bimbingan fisioterapis.

4. Latihan bicara dibawah bimbingan speechtherapis,

5. Latihan ketrampilan serta

6. Pengawasan makanan oleh ahli gizi

Safari SidakatonSafari Sidakaton

Saat ini ada 30 anak rawat yang terdiri dari 16 anak laki-laki, dan 14 anak perempuan, serta 35 orang pengasuh yang system kerjanya terbagi berdasakan sift time.

“Memang pengasuh kami lebih besar dari pada jumlah anak asuh, sebab kami ingin memberikan pelayanan terbaik,” kata ibu kristanti wakil ketua WTG Palsigunung.

Foto: Safari SidakatonFoto: Safari Sidakaton

Anak rawat berasal dari berbagai suku, dan datang dari daerah Jakarta dan sekitarnya termasuk juga berasal dari keluarga yang tidak mampu merawat anak tuna ganda. Ada syarat-syarat tertentu yang harus terpenuhi bagi mereka yang ingin mendapatkan perawatan di lembaga ini antara lain: tidak menderita penyakit di luar kecacatannya, tertama penyakit menular, tidak dapat berjalan atau ada keterangan dari dokter bahwa sang anak penyandang cacat ganda, dan berumur tidak lebih dari 10 tahun.

 
Share to Facebook Share to Twitter Email the article

Comments  

 
#6 endah 2012-02-07 19:51
Mohon bisa kasih info Nomor yang bisa dihubungi di Wisma Tuna Ganda ini?mohon dengn sangat.
Quote
 
 
#5 dian 2012-02-03 23:48
td sore sy nonton acara "dari hati" transtv..kebetulan anak sy menderita CP(akibat dr sakitnya)krglbh 5th yl..skrg umurnya 6,5th..anak sy hanya mengalami gangguan motorik saja(dia bisa bicara/bisa berkomunikasi).apakah anak sy tergolong tuna ganda?saat ini anak sy menjalani fisioterapi di salah satu rs di kota bandung..stlh nonton acara "dari hati",sy tertarik untuk mengikutsertaka n anak sy fisioterapi di wisma tuna ganda.boleh g ya kl cm ikut kelas fisioterapinya saja?
Quote
 
 
#4 lina 2012-02-03 19:53
Wisma Tuna Ganda pernah diangkat di Trans TV dlm acara Dari Hati..
Disitu ada salah satu anak yang usianya sudah 40th keatas, dari kecil sampai skrg orang tuanya tdk pernah menjenguk ataupun pingin tau kabar dari anaknya...
Sungguh mulia sekali pendidik yg ada di Wisma tersebut..Kasih sayangny lbh dari orang tuany sdr...
Quote
 
 
#3 Henny Djunaidi 2011-12-23 13:11
Bisa minta no telp Wisma Tuna Ganda yang di Jl. Raya Bogor Km 28,5 Cimanggis Depok. Thx.
Quote
 
 
#2 yusuf 2011-12-16 13:39
di masa sekarang banyak orang yg disia2kan hidupnya oleh keluarga ataupun oleh lingkungan sekitarnya. Bagaimanakah solusi bagi mereka yg tuna wisma jg tuna karya sehingga mereka bingung kemana mereka hrs mencari kehidupan yg layak seperti org lain?
Quote
 
 
#1 widya 2011-01-14 11:58
boleh bagi info yayasan untuk anak tuna ganda di daerah bali?
Quote
 

Add comment


Security code
Refresh