Tertib masuk Kidzania/ Foto-foto: Nopi TNOLKomunitas Young Caring Profesional Award (YCPA) mengajak anak-anak Sekolah Luar Biasa Negeri (SLBN) 5 jalan-jalan ke pusat permainan Kidzania di Pacific Place SCBD pada 19 Februari kemarin. Tujuan mereka, mengenalkan beragam profesi kepada anak-anak agar dapat mengetahui beraneka macam pekerjaan yang bisa dipilih jika kelak sudah dewasa.
"Di sana anak-anak bisa belajar dan praktik langsung berbagai profesi seperti bagaimana menjadi dokter, insinyur, pengusaha dan lain-lain," jelas salah satu personil komunitas YCPA, Ira Lathief kepada TNOL, Minggu (19/2).
Acara jalan-jalan ini tidak hanya membuat anak-anak senang dan bahagia. Orangtua mereka juga bisa merasakan bagaimana di make over oleh tim make up artist Caring Colours. Maklum, sebelum jalan-jalan orangtua yang selalu menemani serta mengantar buah hatinya ke sekolah ini didandani oleh orang-orang yang ahli di bidangnya.
Dandanan disesuaikan dengan kostum yang dipakai. Alhasil, penampilan orangtua murid menjadi cantik dan menarik.
Selesai mendandani orangtua, acara pun bergulir. Sebagai pembuka, Kepala Sekolah Daliman menyatakan, sangat berterimakasih atas perhatian dari komunitas YCPA. "Semoga kegiatan ini bermanfaat," harap Daliman.
Anak-anak SLBN 5, terlihat senang saat membayar di kasirBerhubung Caring Colours merupakan produk Martha Tilaar, maka perwakilan dari Martha Tilaar, Deby Trisjani Wibisana memberikan sepatah dua patah kata. Menurut Deby, pihaknya tidak hanya menjual produk saja, melainkan juga menyelenggarakan kompetisi bagi wanita karier, dengan nama YCPA.
Nah, para perempuan yang mengikuti kompetisi tersebut tergabung dalam komunitas YCPA yang punya visi dan misi berbagi kepada orang lain. Salah satunya, dengan mengajak anak-anak SLBN 5 ke Kidzania. "Ini merupakan bantuan sedikit yang bisa kita berikan ke SLBN 5," ucap Deby.
Acara selanjutnya beralih ke games. Games dikoordinatori Cindy Sally Edina dan Ira Lathief. Games berupa fashion show bagi perempuan dan joget untuk pria. Di fashion show, mereka bergaya bak model profesional. Mereka pun berlenggak-lenggok dihadapan murid, guru dan orangtua lainnya. Gaya mereka mendapat sambutan hangat dari penonton, terutama orangtua mereka.
Buat mieUntuk game joget, peserta tinggal mengikuti irama musik. Bagi anak-anak yang berani tampil, komunitas YCPA memberikan hadiah. Pemberian hadiah tidak sampai disitu saja, lantaran YCPA juga memberikan hadiah kepada setiap anak-anak. Anak-anak pun segera menuju bus untuk berangkat.
Tiba di lokasi, mereka disambut oleh seorang staf Kidzania. Staf ini memasangkan tanda masuk berwarna merah kepada anak-anak dan pendamping.
Lalu mengarahkan mereka ke Kidzania yang berada di lantai 6 Pasific Place Mal. Mereka hanya menunggu beberapa menit dipintu masuk untuk diberikan cek sebesar 50 Kidzos. Kidzos adalah mata uang yang berlaku di Kidzania. Mereka tinggal mencairkannya di bank untuk modal selama berada ditempat permainan tersebut.
Walau hanya mendapat 50 Kidzos, anak-anak bisa mendapat tambahan uang dengan bekerja di beberapa tempat. Uang mereka juga bisa berkurang, jika digunakan untuk keperluan lain semisal membuat SIM. Tak jauh berbeda dengan pembuatan SIM pada umumnya, anak-anak melewati serangkaian tes.
Anak-anak menanti naik ke lantai enamMereka diterangkan pula tentang rambu-rambu lalulintas. Lolos seleksi, mereka berhak mendapat SIM Card yang berisi data diri dan foto mereka. SIM Card dapat digunakan untuk mengendarai mobil di Kidzania. Bila mereka ingin mendapat tambahan uang, mereka bisa bekerja. Beberapa anak-anak, ada yang memilih bekerja di bidang advertising.
Wahana permainan ini, benar-benar di set up layaknya dunia periklanan baik dari model, fotografer, art director, edit foto, copywriter. Mereka pun diterangkan bagaimana cara menggunakan komputer untuk menggambar, mengedit serta membuat tulisannya.
Di pekerjaan sebagai dubber, mereka dapat merasakan langsung bagaimana mengisi suara film kartun. Nantinya, film yang telah mereka dubbing diputar kembali. Mendengar suara mereka diputar, mereka sangat senang. Rona bahagia terpancar dari anak-anak yang masih polos tersebut. Di profesi dokter gigi, anak-anak berpenampilan seperti dokter gigi. Mereka mengenakan pakaian putih dan siap memeriksa gigi pasien.
Pasien di wahana ini adalah sebuah patung. Anak-anak mendapat kesempatan melihat langsung gigi pasien dan menambal gigi. Mendapat kesempatan ini, mereka tidak menyia-nyiakan.
Foto bersama di KidzaniaMereka mendengar dan melihat dengan seksama contoh yang diberikan oleh tutor di wahana profesi dokter gigi. Di profesi pembuatan mie, anak-anak belajar bagaimana proses pembuatan mie sampai cara packing-nya.
Mie yang telah mereka buat bisa dibawa pulang. Mie dibungkus balon udara transparan yang diberikan tali sehingga mereka membawanya seperti tas. "Ini akan saya pajang di rumah," imbuh Nanda.
Menjadi petugas pajak juga mereka lakoni. Sebagai peneliti mereka rasakan pula. Mereka meneliti kandungan apa saja yang bermanfaat dari minuman energi. Wahana profesi menarik lainnya di Kidzania, ada polisi, pemadam kebakaran, penyiar televisi, wartawan, dokter dan lain-lainnya.
Di wahana tersebut, mereka mendapat bayaran. Nantinya mereka dapat membelanjakan uang dengan mainan atau peralatan sekolah di Departemen Store Kidzania. Setelah bermain, anak-anak memiliki keyakinan kuat untuk mencapai cita-citanya semisal Ninda ingin menjadi guru dan Eki menjadi dokter.
Sampai-sampai Eki menambahkan namanya sendiri saat berkenalan. "Saya dokter Eki," imbuh Eki seraya tersenyum. (Sbh)