Sosial

Trenyuh, DWP Kemsetneg Bantu Sekolah Anak Jalanan

Penilaian Pembaca: / 1
JelekBagus 

Nopiyanti

Kamis, 16 Februari 2012

Dharma Wanita Kemsetneg merasa terpanggil untuk membantu sekolah anak-anak jalanan. Hati mereka trenyuh ketika menyaksikan tempat belajar yang sangat minim...

Anak-anak SAJA saat menyanyikan lagu Indonesia Raya/ Foto-foto: Nopi TNOLAnak-anak SAJA saat menyanyikan lagu Indonesia Raya/ Foto-foto: Nopi TNOL

Guna mendukung program MDGs, Dharma Wanita Persatuan Kementrian Sekretariat Negara (DWP Kemsetneg) menyelenggarakan Apresiasi Seni, Kesehatan dan Pendidikan (ASKP). Nah, di bidang pendidikan mereka melakukan aksi sosial dengan menyalurkan bantuan pendidikan kepada Rumah Pintar yang dikelola DWP Kemsetneg di Kompleks Setneg Cipondoh, Panunggangan Utara, Tangerang Selatan. Serta, Sekolah Anak Jalanan (SAJA) di Gedong Panjang, Penjaringan, Jakarta Utara.

Sebelum memberikan bantuan, mereka telah menjalankan agenda seni dan kesehatan pada 7 Januari kemarin di Gedung Serba Guna Kemsetneg. "Ini realisasi acara kemarin, kita memberikan peralatan belajar kepada anak-anak di Rumah Pintar dan SAJA," terang Ketua DWP Kemsetneg, Ima Basarah Garibaldi kepada TNOL, Senin (13/2).

Rumah Pintar di Komplek Setneg berisikan anak-anak di sekitar komplek Setneg. DWP Kemsetneg memberikan 70 buah goody bag yang di dalamnya ada satu pak buku tulis, satu pak alat tulis, satu pak alat gambar dan satu stel baju olahraga. Tak lupa alat belajar mengajar berupa satu buah white board, 13 kg alat peraga edukasi, satu buah AC, empat buah mouse dan 35 buah meja belajar lipat.

Anak-anak, Kepsek dan para ibu dari DWP SetnegAnak-anak, Kepsek dan para ibu dari DWP SetnegBantuan diserahkan Ima Basarah kepada Tjoetjoe Loedy yang merupakan salah satu pengurus DWP Kemsetneg. Rombongan DWP Kemsetneg tak hanya memberikan bantuan saja, mereka turut berinteraksi dengan anak-anak. Bahkan, mereka mengajak nyanyi bersama. Maklum, Rumah Pintar dikelola DWP Kemsetneg.

Nyanyian anak-anak dan rombongan diiringi permainan piano anggota DWP Kemsetneg. Lagu yang mereka dendangkan cukup ceria. Mereka semakin gembira saat mendapatkan bingkisan yang diserahkan rombongan. Satu persatu anak-anak maju untuk mendapatkan goody bag tersebut. Nampak beberapa ibu-ibu DWP Kemsetneg membantu anak-anak membawa bingkisan, termasuk Ketua DWP Kemsetneg Ima Basarah Garibaldi dan Ketua Bidang Ekonomi DWP Unit Setneg, Nanik Suroto Adi.

Menurut Ima, rombongan DWP Kemsetneg bukan kali ini saja datang ke Rumah Pintar. Mereka kerap menyambangi sekolah gratis tersebut, minimal tiga bulan sekali. "Kita juga sering komunikasi dengan pengurus yang berada di Rumah Pintar," jelas Ima.

Ibu Nani memberikan bingkisan kepada anak-anak SAJAIbu Nani memberikan bingkisan kepada anak-anak SAJASetelah anak-anak mendapatkan bingkisan, mereka langsung mengenakan pakaian olahraga. Pakaian yang mereka kenakan terlihat pas. Mereka pun foto bersama dengan rombongan DWP Kemensetneg. Foto bersama menjadi penutup kunjungan rombongan lantaran mereka akan melanjutkan perjalanan ke Sekolah Anak Jalanan (SAJA) di Gedong Panjang, Penjaringan, Jakarta Utara.

DWP Kementrian Kemsetneg memilih SAJA Penjaringan setelah melakukan survei terlebih dahulu. "Ada empat SAJA yang kita survei, kita menjatuhkan pilihan ke SAJA Penjaringan karena tiga SAJA lainnya lebih baik," ucap Ketua Bidang Ekonomi DWP Unit Setneg, Nanik Suroto Adi.

Rombongan disambut Kepala Sekolah SAJA, Reinhard Hutabarat atau biasa disapa Rendi. Rendi menjelaskan, SAJA di Penjaringan berdiri sejak Oktober 2001 lalu. Dahulu mereka belajar di bawah jembatan Gedong Panjang. Berhubung ada kebakaran di bawah tol Jembatan Tiga, berimbas kepada mereka. Dimana ada larangan agar tidak ada bangunan di bawah jembatan tol.

Sekolah pun sempat tutup beberapa bulan. Melihat itu, Rendi tidak ingin anak-anak berhenti belajar, apalagi dahulu ia dan rekan-rekannya sangat sulit mengumpulkan anak-anak agar mau belajar. Sampai-sampai nyawanya hampir terancam karena orangtua mereka tidak mendukung anak-anaknya sekolah.

Anak-anak SAJA menampilkan hiburanAnak-anak SAJA menampilkan hiburanRendi memutuskan menyewa sebuah tempat tak jauh dari kolong jembatan untuk proses belajar mengajar. "Sekarang orangtua mereka mendukung," ucapnya.  Tempat mereka belajar hanya satu ruangan yang dibagi dua.

Murid mereka ada 117 orang, mulai dari taman kanak-kanak sampai kelas enam sekolah dasar. Mereka diajar oleh empat orang pengajar. Setiap pagi mereka diwajibkan menyanyikan lagu Indonesia Raya dengan membawa bendera Merah Putih untuk memupuk rasa cinta tanah air sedini mungkin. Ini pun dilakukan anak-anak SAJA ketika DWP Kemsetneg memberikan bantuan.

Usai menyanyikan lagu Indonesia Raya, dilanjutkan pembacaan Pancasila. Anak-anak yang lain juga menunjukkan keahliannya dalam menari seperti menari payung atau menari bak penyanyi K-Pop.

Menurut Rendi, tarian itu mereka yang memilih dan berlatih sendiri. Sementara, pihak pengajar hanya memonitor saja. Oleh karena itu, Rendi berharap suatu saat nanti ada ahli seni mau mengajar anak-anak bertalenta tersebut tanpa bayaran.

Di dalam ruang kelas SAJADi dalam ruang kelas SAJARombongan DWP Kemsetneg pun menyempatkan diri melihat kondisi belajar SAJA. DWP Kemsetneg trenyuh melihat kondisi SAJA, apalagi suasananya terasa panas. Untuk itu, mereka menyumbangkan beberapa kipas angin agar anak-anak nantinya tidak kepanasan lagi saat belajar. Tak ketinggalan alat perekam dan goody bag. Semua barang-barang berasal dari Bank Mandiri.

"Kami terharu, semoga ada 'Reinhard' lainnya dan apa yang kami berikan bisa bermanfaat serta membuat mereka semangat," tutur Ima.

Salah satu orangtua yang mengikutsertakan anaknya di SAJA, Uum mengatakan, sekolah di SAJA bagus dan bermanfaat. "Di sini diajarkan bahasa Inggris juga dan nari-nari," imbuh ibu dari Adinda dan Dea ini meyakinkan. (Sbh)

 
Share to Facebook Share to Twitter Email the article

Add comment


Security code
Refresh