Tari Topeng, salah satu kesenian yang ditampilkan/ Foto-foto: Nopi TNOLDharma Wanita Persatuan (DWP) Kementerian Sekretariat Negara (Kemsetneg) menggelar Apresiasi Seni, Kesehatan dan Pendidikan (ASKP) dengan mengangkat tema 'Kita sukseskan program MDGs menuju masyarakat Indonesia hidup lebih seimbang, lebih sehat dan lebih pintar'. Acara berlangsung di Gedung Serbaguna Kemsetneg pada Selasa kemarin.
"Visi MDGs mencapai kesejahteraan dan mengurangi kemiskinan. Akibat kemiskinan, anak bisa kekurangan gizi sehingga tidak sehat dan otak tidak berkembang. Anak juga tidak bisa mencapai pendidikan bagus lantaran IQ tidak berkembang. Dharma Wanita Persatuan ingin membantu anak-anak jalanan mencapai cita-citanya," ucap Ketua Umum Dharma Wanita Persatuan, Nila Moeloek dalam sambutannya.
Tak heran, dalam acara tersebut terdapat pula kotak peduli yang diletakkan di meja pengisian buku tamu. Dana disalurkan kepada yang membutuhkan. Setelah melakukan survei mereka memberikan bantuan kepada sekolah anak jalanan berupa peralatan belajar anak-anak sebanyak 117 orang.
Ima saat memberikan sambutan"Kami juga memberikan bantuan sekolah gratis bagi anak-anak tidak mampu yang dikelola Dharma Wanita Kemsetneg di Cipondoh, Tangerang," imbuh Ketua Dharma Wanita Persatuan Kementerian Sekretariat Negara, Ima Basarah Garibaldi.
Ima pun mengucapkan terimakasih kepada sponsor-sponsor yang terlibat. Acara ASKP yang berlangsung di gedung serbaguna Kemsetneg sendiri terdapat bermacam-macam seni, baik tarian dan nyanyian. Semua yang tampil merupakan anggota dari Dharma Wanita Persatuan Kemsetneg. Mereka membawakan tarian modern maupun tradisional.
Mengenai musik, juga mereka kombinasikan antara penyanyi solo serta ngeband yang personilnya adalah ibu-ibu Dharma Wanita. Mereka ini tergabung dalam band El Dimaretta. Anak-anak mereka pun ikut terlibat dalam acara tersebut. Mereka menari bersama-sama bocah-bocah lain diiringi lagu anak berjudul Nona Manis. Penampilan bocah-bocah tersebut, cukup mengundang perhatian lantaran mereka lucu dan terlihat polos. Terlebih, gerakan mereka tidak serentak sehingga mengundang tawa.
Anak-anak ikut tampilBocah-bocah itu berasal dari Taman Balita Sejahtera (TBS) Kasih Bunda. TBS adalah tempat penitipan anak di lingkungan Kemsetneg. Selain pentas seni, penonton juga bisa keliling area menikmati bazar mini yang menjual beraneka macam pakaian dan makanan. Tak kalah penting, penonton dapat tambahan pengetahuan karena panitia menyajikan talk show tentang kanker serviks.
Narasumber adalah dokter Ekarini B Aryasatiani Sp.OG (k) dari Perkumpulan Obstetri & Ginekologi Indonesia. Menurut dokter Ekarini, kanker serviks adalah kanker nomor dua paling berbahaya di dunia dan nomor satu di negara berkembang. Kanker ini disebabkan oleh virus HPV. Gejala dan tanda-tandanya tidak ada keluhan pada stadium dini, keputihan yang tidak bisa sembuh, pendarahan spontan atau setelah berhubungan.
Keluhan lainnya seperti nyeri panggul, penurunan berat badan >10 persen dalam tiga bulan, ganguan berkemih, gangguan buang air besar, gangguan ginjal, mual dan muntah. Untuk itu, perlu memeriksakan diri agar mengetahui apakah seseorang menginap kanker serviks atau tidak lewat papsmear.
Salah satu penjelasan tentang kanker serviks"Dengan melakukan pemeriksaan, kita bisa mengetahui sejak dini. Sehingga dapat menurunkan angka kematian," jelas Ekarini.
Disamping itu, kanker serviks juga bisa dicegah. Pencegahan, kata Ekarini, dapat menerapkan beberapa langkah. Pertama, memberikan edukasi dengan mengingatkan kepada sesama kalau kanker serviks bisa dicegah, seperti melakukan bersih-bersih sebelum berhubungan intim. Lalu menjaga kebersihan toilet agar tetap kering, karena virus HPV bermukim ditempat basah. Kedua, vaksinasi karena 85 persen dapat melindungi seseorang dari kanker serviks.
Vaksinasi ini telah dilakukan oleh seorang anak muda bernama Dara. Dara saat ini berusia 23 tahun, dia melakukan vaksinasi ketika umur 22 tahun. "Tahun lalu saya vaksinasi untuk pencegahan. Ini program sangat bagus bagi perempuan karena kematian akibat kanker serviks sangat tinggi," jelas Dara. (Sbh)