Sosial

Kerusuhan di Desa Siduwaluyo, Umat Hindu Banten Kirim Bantuan

Penilaian Pembaca: / 0
JelekBagus 

Nopiyanti

Rabu, 01 Februari 2012

Atas nama kemanusiaan, umat Hindu yang tinggal di Provinsi Banten memberi sumbangan ke Dusun Napal, Desa Siduwaluyo, Kecamatan Sidomulyo, Lampung Selatan pada Selasa 31 Januari kemarin...

Pasca kerusuhan, rumah hancur dan tidak tersisa/ Foto-foto: Nopi TNOLPasca kerusuhan, rumah hancur dan tidak tersisa/ Foto-foto: Nopi TNOLSebab, daerah tersebut baru beberapa hari lalu mengalami kerusuhan yang 'berbau' SARA. Akibatnya, 71 rumah penduduk mengalami rusak berat maupun ringan. Disamping itu, rumah ibadah mereka juga mengalami sedikit kerusakan.

"Demi kemanusiaan kami mengantarkan sumbangan ke mereka," ujar Ketut Jono, salah satu panitia Peduli Kemanusiaan untuk Desa Napal, Kecamatan Sidomulyo, Lampung Selatan, kepada TNOL.

Bantuan langsung diserahkan ke lokasi. Rombongan umat Hindu Banten berisikan Ketua Banjar Tangerang Nyoman Soewandhi, Ketua Panitia Peduli Kemanusiaan Ketut Budiawan, tokoh masyarakat di Banjar Tangerang Wayan Mujana, tokoh masyarakat di Tangerang Selatan Ketut Suada dan Pinandita dari Serang, Jero Mangku Sudiada.

Nyoman Soewandhi menyerahkan sumbangan kepada Ketua Adat Wayan SuardanaNyoman Soewandhi menyerahkan sumbangan kepada Ketua Adat Wayan SuardanaMereka berkumpul di Pura Ketha Jaya, Tangerang. Menurut Ketua Panitia Peduli Kemanusiaan Ketut Budiawan, umat Hindu Banten telah mengumpulkan dana tunai sebesar Rp 25 juta, plus 70 kardus mie instant, 6 kantong beras, 3 dus minyak goreng, 15 pak sabun mandi, 1 dus sarden, 5 pak dupa, 2 lembar tikar dan lain-lain seperti alas kaki 1 dus. Tak ketinggalan, pakaian pun mereka berikan.

Pakaian terdiri atas pakaian anak-anak 8 dus kecil dan 1 dus besar, pakaian sembahyang 3 dus kecil dan 1 dus besar, pakaian dewasa pria 31 dus kecil dan 13 dus besar, pakaian dewasa perempuan 6 dus kecil dan 3 dus besar, pakaian pinandita satu setel serta kaos dan training 2 karung. Semua bantuan diangkut menggunakan truk. Sebelum berangkat rombongan melakukan persembahyangan di Pura Kertha Jaya.

Setelah itu, mereka siap mengemban misi kemanusiaan. Dalam perjalanan menuju pelabuhan Merak, rombongan mampir dahulu ke Pura Eka Wira Ananta di Serang. Di sana rombongan mendapat tambahan bantuan dari masyarakat setempat yaitu pakaian anak-anak sebanyak 17 dus kecil dan pakaian dewasa pria 18 dus kecil. Usai mengepak bantuan, rombongan melanjutkan perjalanan kembali.

Truk yang membawa bantuan masuk kapalTruk yang membawa bantuan masuk kapalKetua Banjar Tangerang Nyoman Soewandhi menyatakan, gagasan memberi bantuan muncul setelah mereka menyaksikan siaran televisi tentang kerusuhan yang terjadi di Desa Napal. Umat yang berada di Tangerang berinisitif menggalang bantuan. Berhubung ada rapat Perayaan Nyepi di Rempoa, umat Tangerang menyampaikan ke forum untuk mengadakan Posko Peduli Kemanusiaan.

"Ternyata mendapat respon baik dari forum. Umat di Rempoa, Tangerang Selatan, Bumi Serpong Damai dan Serang ikut berpartisipasi sehingga kami memberikan bantuan ini," jelas Soewandhi.

Kamis minggu kemarin, mereka mulai mengumpulkan bantuan. Mereka berencana berangkat hari Senin, namun karena besarnya animo umat memberikan bantuan, membuat mereka berangkat Selasa kemarin. "Walau ada tugas lain, tapi kami utamakan mengantarkan sumbangan," imbuh Nyoman Soewandhi.

Tak terasa rombongan sudah tiba di pelabuhan Merak. Rombongan naik kapal KMP Roditha. Lantaran cuaca agak kurang bersahabat, ombak Selat Sunda pun lumayan besar. Namun rombongan selamat sampai di Pelabuhan Bakauheni pukul 10.47 WIB.

Situasi kondusif

Rombongan foto bersama Ketua Adat dan Ketua PHDI Lampung SelatanRombongan foto bersama Ketua Adat dan Ketua PHDI Lampung SelatanTiba di Pelabuhan Bakauheni, rombongan telah dinanti anggota DPRD Lampung Selatan, Ketut Wartadinata. Wartadinata pula yang mengantar rombongan sampai ke Desa Napal. Wartadinata menuturkan, saat terjadi kerusuhan Desa Napal sangat mencekam. Itu berlangsung selama dua hari.

"Kondisi sekarang sudah kondusif. Tanggal 26 Januari sore, masyarakat sekitar sudah bisa masuk memberi bantuan," imbuh pria yang menangani pembangunan di Komisi III DPRD Lampung Selatan ini.

Ketika TNOL menyambangi desa tersebut, terlihat rumah-rumah rusak berat. Beberapa atap rumah sudah hilang dari tempatnya, tembok rumah menghitam bekas kebakaran dan terlihat pula seonggok "bangkai" sepeda motor di depan rumah warga.

Rumah warga yang hancurRumah warga yang hancurPihak keamanan pun masih berjaga-jaga di lokasi, berbagai bantuan juga masih mengalir ke desa tersebut. Rombongan misi kemanusiaan diterima Ketua Adat Banjar Sukaraharja, Dusun Napal, Desa Sidowaluyo, Kecamatan Sidomulyo Wayan Suardana, Ketua PHDI Lampung Selatan Made Sukintre dan beberapa warga yang berada di posko.

Bantuan diserahkan secara simbolis kepada Wayan Suardana. Lalu warga bergotong royong menurunkan bantuan dari truk. "Di sini tak hanya rumah yang terbakar, motor dan traktor juga ikut terbakar. Total 71 rumah rusak berat dan ringan," jelas Suardana.

Sementara itu Ketua PHDI Lampung Selatan, Made Sukintre mengatakan, pihaknya sangat berterimaksih atas bantuan yang datang dari luar Lampung Selatan. "Mudah-mudahan bisa meringankan," ucap Sukintre seraya menyatakan, masyarakat setempat merayakan Hari Raya Galungan pada Rabu, 1 Februari ini.

Usai menyerahkan bantuan, rombongan pun pulang ke Tangerang. Dalam perjalanan pulang, rombongan naik kapal ferry Jatra II dan tiba di tujuan malam hari. (Sbh)

 
Share to Facebook Share to Twitter Email the article

Add comment


Security code
Refresh