Kegiatan sosial sepertinya sudah menjadi agenda rutin komunitas pengguna sepeda motor berjuluk ROC atau Riders On Community...
ROC gelar baksos dua tempat sekaligus/ Foto-foto: Dok. ROCHal itu, mereka buktikan pada Senin (23/1) lalu, dimana mereka menggelar bakti sosial di dua tempat sekaligus.
Pertama, para bikers ini memberikan santunan kepada korban kebakaran di daerah Kampung Bandan, Jakarta Utara. Kedua, mereka memberikan santunan kepada Pondok Pesantren Assholatian Nahdhatul Watan di Ciledug, Tangerang.
Korban kebakaran mendapatkan sumbangan berupa pakaian layak pakai berjumlah delapan karung dan uang sebesar Rp 1,5 juta. Sementara, untuk pondok pesantren, ROC menyumbangkan buku agenda dan uang sebesar Rp 1,5 juta.
ROC tetap konsen pada kegiatan sosialnyaDilihat dari nominal mungkin jumlah uang tersebut sangat jauh dari cukup, bahkan bisa dikatakan kurang. Namun, bagi mereka yang terpenting adalah membantu.
Kegiatan baksos yang dilakukan ROC, merupakan salah satu upaya agar keberadaan ROC bisa bermanfaat untuk orang lain.
“Baksos kemarin cuma ide dari saya. Kebetulan pada tanggal 23 kemarin pas banget dengan ulang tahun saya yang ke-27 tahun,” kata Yannial Robby, anggota ROC kepada TNOL.
Yannial berharap, ulang tahun bisa bermanfaat untuk orang lain. Oleh karena itu, ia meminta ulang tahunnya tidak hanya sekeder mengumbar kegembiraan. Ternyata, keinginannya tersebut diamini oleh S Mugiri, Ketua ROC untuk menggelar bakti sosial. Pada hari itu juga, ROC segera bergerak mencari dana tambahan ke berbagai pihak, termasuk staf PT Jamsostek.
“Walaupun waktunya mepet hanya dua minggu, tapi alhamdulilah dana yang terkumpul lumayan banyak,” ungkap Robby.
ROC kerap berbagi kepada sesamaDari dana yang terkumpul, jika awalnya hanya ingin menggelar baksos di panti asuhan saja, maka dilebarkan ke korban kebakaran di Kampung Bandan, Jakarta Utara. Ide menyumbang korban kebakaran datang dari Udin, yang juga anggota ROC. Mendengar ROC akan menyumbang korban kebakaran, rupanya mendapat dukungan dari donatur.
Donatur semakin antusias menyumbangkan berbagai kebutuhan ROC, demi suksesnya bakti sosial tersebut. Kala itu, ada donatur yang menyumbang pakaian, buku agenda dan sejumlah uang.
“Kita selalu memberikan sumbangan karena kita diciptakan sebagai makhluk sosial. Kalau bukan kita yang peduli terhadap mereka, lalu siapa lagi,” ujarnya seolah bertanya. (Sbh)