Sosial

Gerakan Indonesia Mengajar, Kirim Buku Hingga Pelosok Negeri

Penilaian Pembaca: / 0
JelekBagus 

Safari Sidakaton

Jumat, 27 Januari 2012

Anis Baswedan ikut mengepak buku yang akan dikirimkan/ Foto-foto: Safari TNOLAnis Baswedan ikut mengepak buku yang akan dikirimkan/ Foto-foto: Safari TNOLHingga saat ini, masih banyak sekolah dan anak-anak di berbagai pelosok Indonesia yang belum mendapatkan buku bacaan. Padahal, buku adalah kebutuhan mendesak anak-anak di mana saja mereka berada.

Terlebih, buku tak hanya berfungsi sebagai jendela dunia, tetapi juga menjadi sumber motivasi bagi anak-anak Indonesia untuk bermimpi lebih tinggi, mengejar cita-cita, berbuat lebih baik serta bertambah dewasa.

Mewujudkan agar sekolah dan anak-anak di pelosok daerah Indonesia mendapatkan buku, Gerakan Indonesia Mengajar, Indonesia Menyala dan PT Indika Energy Tbk melakukan Pack Your Spirit pada sejumlah buku yang disumbangkan oleh berbagai pihak. Sedikitnya, ada sekitar 30 ribu buku yang akan disortir dan dikemas oleh relawan Indonesia Menyala, yaitu gerakan perpustakaan dari Indonesia Mengajar dan masyarakat umum.

Gerakan yang mencerdaskan bangsaGerakan yang mencerdaskan bangsaBuku-buku tersebut akan disortir dalam empat kategori yakni pelajaran, pengetahuan umum, majalah dan cerita. Selanjutnya akan dikirimkan ke 134 sekolah dasar (SD) di 14 provinsi yang menjadi wilayah penempatan para pengajar muda. Penyortiran dan pengemasan buku yang akan dinikmati lebih dari 18 ribu siswa SD dari berbagai penjuru daerah itu, dilakukan lebih dari 500 'penyala' (sebutan bagi relawan program perpustakaan Indonesia Menyala).

Kegiatan menyortir dan  mengemas buku tersebut berlangsung selama dua hari yakni Jumat dan Sabtu (27-28/1) di halaman kantor PT Indika Energy Tbk, Jakarta Selatan. Saat pengemasan buku yang berlangsung Jumat (27/1) hadir Kiki Otto Kurniawan, Asisten VP-Corporate Affairs Indika Energy; Anies Baswedan, Ketua dan Pendiri Gerakan Indonesia Mengajar; serta sejumlah Pengajar Muda Gerakan Indonesia Mengajar yang telah kembali dari daerah penempatan.  

Selain mengemas dan menyortir, relawan yang hadir juga diajak untuk menuliskan kata-kata di postcard yang akan dikirimkan bersama buku tersebut. Pack Your Spirit merupakan peristwa penting bagi Gerakan Indonesia Mengajar sejak didirikan, karena untuk pertama kalinya para 'penyala' bertemu dan bekerjasama langsung dengan Indika Energy, inisiator Gerakan Indonesia Mengajar.

Anis Baswedan menerima plakatAnis Baswedan menerima plakatMelalui kerjasama ini, Indonesia Menyala dan Indika Energy akan terus menjaga semangat untuk maju dan berkembang memajukan sumber daya manusia Indonesia.

Kedepannya, ketiga lembaga tersebut juga akan membentuk perpustakaan kecil di setiap sekolah di pelosok Indonesia. Dengan adanya Pack Your Spirit maka para pengirim buku bisa saling berbagi karena selama ini pengirim hanya yang mengirimkan buku dan pulang tanpa berpikir apakah buku tersebut akan sampai di tujuan atau tidak.

Adanya program Pack Your Spirit ini akan mendekatkan pengirim buku dengan anak-anak yang telah dikirimkan bukunya. Apalagi banyak juga anak-anak di pelosok yang ingin berkenalan dengan pihak-pihak yang telah menyumbangkan bukunya. 

Anies Baswedan dalam kesempatan ini mengatakan, mengirimkan buku yang dilakukan Indonesia Menyala, Gerakan Indonesia Mengajar dan Indika Energy adalah untuk merangsang agar semua pihak mau mendekatkan diri kepada anak-anak. Hadirnya buku juga bisa menginspirasi anak-anak untuk lebih maju dan berkembang melihat dunia yang baru.

“Ini menjadi pembuka bahwa kita punya saudara-saudara di tempat lain yang ingin melihat dunia yang berbeda,” paparnya.

Buku kebutuhan penting bagi anak-anakBuku kebutuhan penting bagi anak-anakAnies mengungkapkan, untuk membangkitkan nasionalisme kepada anak-anak maka setiap pengajar dari Gerakan Indonesia Mengajar juga dipesankan bahwa kehadirannya mengajar di daerah pelosok untuk mewakili negara. Kehadirannya bukan berdasarkan siapa yang mengirim. Kehadirannya untuk pengembangan agar anak-anak di pelosok bisa melihat dunia luar sehingga bisa lebih maju dan berkembang.

“Nah spirit itu yang kami bangun, dimana yang sering terjadi pengembangan tidak terjadi. Tapi, malah tengok kanan kiri mengkritik. Jadi kita mencoba untuk merubah itu,” tegasnya.

Sementara itu, Kiki Otto Kurniawan dari Indika Energy mengatakan, pendidikan merupakan hal penting untuk kemajuan suatu negara. Oleh karena itu, kegiatan yang selama ini dilakukan Indika Energy bisa dilakukan oleh siapa saja dan dimana saja untuk kemajuan Indonesia.

 “Semoga itu menular ke semua, maka bangsa Indonesia bisa menjadi negara yang terdidik dan maju,” ujarnya. (Sbh)


Twitter Facebook Digg Technorati
 

Add comment


Security code
Refresh