Komunitas ini peduli terhadap anak-anak jalanan yang membutuhkan pendidikan. Tak menunggu pemerintah, mereka bergerak dengan sukarela membantu...
THC berbagi ceria dengan anak-anak jalanan/ Foto-foto: Dok. THC
Dalam Undang Undang Dasar 1945 dijelaskan setiap warga negara Indonesia berhak mendapatkan pendidikan. Namun, dalam kenyataannya, pemerintah hingga saat ini belum banyak melakukan yang seharusnya dilakukan, sesuai UUD tersebut.
Jika ada lembaga pendidikan, maka akan diikuti dengan biaya yang sangat mahal. Sehingga sangat sulit untuk dijangkau oleh masyarakat yang tergolong tidak mampu atau middle low.
Akibatnya, banyak anak-anak Indonesia yang sebenarnya ingin sekali bersekolah, namun karena terkendala biaya membuat mereka tidak dapat melakukannya. Jika dibiarkan, maka Indonesia di masa mendatang bisa jauh tertinggal dibandingkan negara lain.
Bermain sembari belajarDan, situasi ini membuat prihatin tiga anak muda yakni Muhamad Ricki Cahyana, Budianto dan Fierdian Senjaya, sehingga mereka membentuk komunitas yang dapat menampung anak-anak agar bisa mendapatkan pendidikan secara gratis pada tanggal 26 Maret 2010.
Komunitas itu mereka sebut Taman Hijau Ceria (THC). Hingga saat ini, THC telah memberikan pendidikan kepada 42 anak kurang mampu, khususnya anak-anak jalanan dan yatim piatu. Mereka berasal dari wilayah Bogor, Jawa Barat. Masih sebatas anak-anak kurang mampu di wilayah Bogor, mengingat basecamp THC terletak di Jalan Raya Gunung Batu, Kota Bogor, Jawa Barat.
Adapun materi pendidikan yang diberikan kepada anak-anak adalah pendidikan agama (ngaji bersama), ilmu pengetahuan, klinik curhat dan berbagai games motivasi. Biasanya kegiatan pendidikan dilakukan di dua tempat, yakni di Kampung Bedeng Ciheuleut, Bogor dan di Persimpangan Jalan Sukasari, Bogor. Kegiatan dilakukan setiap hari Minggu pukul 09.00-12.00 WIB (Pos Kp. Bedeng) dan pukul 13.00-16.00 WIB (Pos Sukasari).
Anak-anak jalanan tampak belajar dan bergembira“THC dibentuk untuk menciptakan pendidikan gratis bagi anak-anak kurang mampu. Karena, sampai saat ini program pendidikan yang diberikan pemerintah belum berjalan optimal. Masih ada saja sekolah-sekolah yang tetap meminta pungutan biaya,” ujar Muhamad Ricki Cahyana, Managing Director THC kepada TNOL, Selasa (10/12).
Menurut Ricki, dibentuknya THC juga sebagai bentuk keprihatinan. Terutama, melihat fenomena yang terjadi di Indonesia masih banyak anak-anak yang sebenarnya ingin sekali bersekolah, namun karena terkendala dalam hal finansial sehingga tidak dapat bersekolah. Sementara, upaya pemerintah untuk membuat dan memberikan pendidikan yang layak bagi warganya juga sangat lamban.
Padahal, pendidikan merupakan kebutuhan yang sangat penting supaya bangsa Indonesia bisa memiliki generasi penerus yang cerdas dan berakhlak.
Berwisata bersama“Kita sebagai makhluk sosial harus dan wajib untuk menolong sesama manusia. Masih banyak masyarakat yang membutuhkan pertolongan kita. Kalau tunggu tindakan dari pemerintah kelamaan,” paparnya.
Ricki menuturkan, sebagai makhluk sosial maka wajib hukumnya menolong sesama manusia. Apalagi, saat ini masih banyak masyarakat yang membutuhkan pertolongan, baik itu pendidikan atau yang lainnya.
“Itu yang melatarbelakangi dibentuknya THC, yakni untuk membantu anak-anak Indonesia terutama anak-anak kurang mampu dan khususnya anak-anak jalanan dalam memperoleh hak pendidikan,” paparnya.
Logo THCSalah satu kegiatan yang dilakukan THC adalah pada tanggal 8 Januari 2012 lalu, THC membuat even THC Charity Show 2012. Kegiatan yang bertajuk "Saatnya Berkarya untuk Pendidikan Indonesia" itu berlangsung di Jalan Jalak Harupat, Kota Bogor dari pukul 06.00-08.30 WIB.
Dalam kegiatannya mereka menampilkan acoustic show, angklung show, dance show, lomba kreatifitas, galeri pendidikan, bazaar, dan Gerakan Dukungan Peduli Pendidikan Anak.
Sementara, dana untuk menggelar berbagai kegiatan tersebut, Ricki menuturkan, selama ini diperoleh dari donasi para relawan dan bantuan donatur. Sebenarnya, bukan hanya pendidikan yang menjadi prioritas THC. Karena THC juga membantu melunasi tunggakan hutang biaya pengobatan sebesar Rp 1,25 juta salah satu keluarga anak asuhnya.
“Apabila tidak dilunasi, rumah yang ditempati harus segera dikosongkan,” ujarnya dengan nada prihatin. (Sbh)
Comments
kami ingin mengadakan bakti social,terima kasih
hub :083898109239
semngt
semngt
terus semangat buat Taman Hijau Ceria!
Ceria dan selalu Ceria,,,
RSS feed for comments to this post