Intermor

Shinse Versus Tabib

Penilaian Pembaca: / 1
JelekBagus 

Siel

Kamis, 23 Februari 2012

Konon ada sepasang sahabat Cina dan Arab lagi kebingungan karena usaha mereka bangkrut. Setelah memutar keras otak mereka, mereka sepakat membuka pelayanan kesehatan. Maka si Cina jadi sinshe, dan si Arab jadi tabib.

Setelah satu minggu praktik, si Tabib tetap sepi pasien, namun si Sinshe mulai kebanjiran pasien. Si Tabib putar otak untuk melawan si Sinshe.

Maka  si Tabib  mengeluarkan jurus dengan memasang pengumuman  di depan ruang praktiknya: “Jika Tidak Sembuh, Uang Kembali Tiga Kali Lipat!”

Taktik itu manjur. Pasien lalu berdatangan ke si Tabib. Giliran si Sinshe sewot, lalu mencari akal. “Haiyaaa, lumayan kalo owe purak-purak sakit dan tidak sembuh dapat uang lha…." (baca dengan logat cina ya).

Lalu ia mendatangi si Tabib..

Sinshe:  "Haiyaaa, tolong owe aaa.... Owe punya sakit mati rasa. Owe tidak bisa lagi rasain rasa setiap makanan yang owe telan, haiyaa…."

Tabib: "Ana fikir itu gamfang ana sembuhkan."

Lalu si Tabib memanggil asistennya.

Tabib: "Hasaaannnn, cefat ente bawa ke sini obat nomor 14."

Secepat mungkin si asisten yang bernama Hasan membawa obat nomor 14, dan  oleh si Tabib diberikan kepada si Sinshe. Dan si Sinshe langsung mengunyah,  sebelum memuntahkan obat nomor 14 tersebut.

Sinshe: "Haiyaaa, ini bukan obat lhaaa. Tapi, ini tai ayam!"

Tabib: "Ente betul. Itu emang tai ayam. Berarti ente sudah sembuh dan tidak mati rasa lagi!"

Si Sinshe pulang dengan kesal karena kalah akal. Lalu ia kembali memutar otak, berpikir mencari akal untuk mengalahkan si Tabib dan sekaligus dapat uang si Tabib.

Maka, kali ini si Sinse kembali pura-pura sakit lupa ingatan yang sangat kronis.

Sinshe: "Haiyaaaa, Tabib. Owe sakit lupa parah sekali. Owe lupa semua  peristiwa dan memori owe. Haiyaaa, tolong owe aaa...."

Tabib: "Gamfang. Ana fasti tolong ente dan ente fasti sembuh. Obat ana mujarab sekali."

Lalu, seperti biasa, si Tabib memanggil Hasan sang asisten.

Tabib: "Hasaaaaan, cefat ente bawa kemari obat nomor 14...."

Sinshe: "Haiyaaaa, owe tidak mau lagi makan tai ayaaaam.... Haiyaaaaa…. Owe tidak mau…."

Tabib: "Alhamdulillah, berarti ente sudah sembuh. Daya ingat ente ternyata sudah kembali...."

Tinggal si Sinshe pulang sambil menggerutu.

 
Share to Facebook Share to Twitter Email the article

Add comment


Security code
Refresh