Food & Clubs

Mie Djawa Pak Mantep, Aromanya 'Nounjok' Hidung
Written by Subhan Hardi/ Safari Sidakaton   
Monday, 08 February 2010 18:21

Rully Beraksi dengan Mie Godhoknya di penggorengan/ Foto:Subhan Hardi Rully Beraksi dengan Mie Godhoknya di penggorengan/ Foto:Subhan Hardi SRENG..sreng.. sreng, bunyi penggorengan mewarnai masakan Rully saat meramu Mie Godhok. Aroma tumis irisan daging sapi dipadu harum bawang putih semakin melengkapi santapan berselera ini. Dihidangkan dengan kuah yang mengepul, hmm,....so pasti perut dikocok untuk segera menjajalnya.

Satu porsi Mie Godhok itupun segera dihidangkan Rully sang koki yang juga manajer di warung makan Mie Djawa Pak Mantep. Dengan porsi yang agak besar, karena disajikan pada sebuah mangkuk putih berukurun besar cukup apik terlihat. Yang nggak bikin nahan, aroma masakannya itu lho, langsung mengepung penciuman saat mampir di tempat ini. Nah, ketika disantap rasa memang tak bisa bohong. Taste (citarasa) gurih langsung menyerang lidah dan kerongkongan. Alamakk.....!

Mie Godhok buatan Rully sepintas cukup sederhana. Terutama dari bumbu yang menyertainya, sebut saja Bawang Putih, Cabai, Tomat, Daun Bawang dan Kol. Beberapa bumbu dan sayur ini diolah dengan menumisnya ditambahkan daging sapi. Tapi, ada yang menjadi pembeda kuliner berciri tradisional ini. Yaitu, mie yang terlihat rada gemuk alias gembrot, namun tetep lembut ketika mampir di mulut. Itu, sangat terasa.

"Mie Djawa memang seperti itu mas! Agak gemuk, tapi lembut kalau dimakan. Itulah yang menjadi ciri dan pembeda masakan ini," itulah celoteh Rully sang peramu saat TNOL minta keterangan soal apa saja yang dikandung Mie Godhok masakannya sebelum dihidangkan. Menurut, lelaki berperawakan sedang ini tempatnya memang kerap dikunjungi para pelanggan yang rata-rata penikmat hidangan berselera Ndeso ini. Terutama, kalangan keluarga yang memang sangat pas dengan lokasi dagangannya. Mengapa? karena berada diantara lalu-lintas jalan Radar Auri dengan kesibukannya, plus lokasi perumahan yang cukup strategis.Mie_Djawa_2Mie_Djawa_2

"Kita memang sengaja, nyempil diantara deretan tempat usaha, soalnya banyak y ang makan. Para ibu-ibu dengan anak dan keluarganya juga suka mampir ke sini. Sementara, kalau anak muda biasanya Sabtu-Minggu. Biasalah, sukanya pasangan alias pacaran," imbuh Rully menambahkan, sedikit berpromosi.
Satu mangkuk Mie Godhok yang disajikan Rully hampir habis disantap. TNOL pun coba mengulik resep lain yang tak kalah serunya menghiasi daftar menu yang ada di list Mie Djawa Pak Mante
 p.

Mau coba Bebek Penyet dengan bumbu komplit atau Ayam Penyet, atau Nasi Goreng Sapi? Boleh saja, tak usah bingung soal harga. Karena sangat terjangkau berada dikisaran Rp 15-18 ribu. Sementara Mie Godhok yang mengepul cukup membayar dengan uang Rp 15 ribu."Ini cukup murah lho mas. Kalau ditempat lain, satu porsi Mie Godhok pasti lebih mahal dari tempat ini." Kembali Rully menimpali, sembari senyam-senyum memberi masukan soal harga yang menurutnya cukup bisa bersaing.

Kitchen Terbuka

Soal penampilan, warung Pak Mantep ini memang sangat simpel. Minimalis, dengan hanya enam meja yang tersusun seolah sangat minim untuk menampung pelanggan yang menyerbu ketika lapar menyerang. Tapi, itu bukanlah persoalan, karena Rully dan sang pemilik tahu persis tempatnya tak harus besar dan mewah. "Kita memang menargetkan kalangan biasa saja mas. Yang penting dari sisi harg a terjangkau, masakannya lezat dan bisa diterima oleh masyarakat sekitar," jelasnya menegaskan.

Meki terbilang minimalis, perhatian sedikit tercuri dengan dapur alias kitchen yang terbuka di depan pintu ketika pelanggan masuk. Hal ini menjadi menarik saat Rully mengolah makanan, karena aroma masakannya langsung menuju hidung dan pelanggan bisa menyaksikan langsung bahan apa saja yang tercampur sesuai pesanan. Jadi, pengin lezatnya masakan Mie Godhok Pak Mantep ini, mampirlah dan tentuin sendiri seleramu.

 

Mie Djawa Pak Mantep

Jl. Radar Auri No. 8B Cimanggis Depok
Buka pukul 10.00-22.00 WIB
Telp: 021 91268265