 Ayam Kodok yang lezat diolah/ Foto: Novri JIKA MELINTAS di Jalan Pecenongan pada malam hari. Jangan kaget, karena kawasan yang kalau siang dikenal sebagai wilayah perdagangan mobil ini, telah disulap menjadi daerah untuk 'urusan perut'.
Dan, ngomong-ngomong soal makanan, di sepanjang Jalan Pecenongan ini ditawarkan berbagai masakan, yang selain unik, juga spesial dan dijamin lezat. Seafood, Martabak manis atau telur, Nasi Uduk, Soto Betawi, Sop Kaki dan Sate Kambing, Pecel Ayam, Sate Babi, Coto Makassar, dan lain-lain.
Beragamnya makanan dan kelezatan citarasanya yang sudah kondang, membuat kawasan ini dicatat sebagai wilayah santapan yang patut dikunjungi dan dianjurkan untuk dikunjungi secara berkala oleh kalangan penikmat kuliner.
Malam itu, TNOL pun tertarik dan mencoba menjelajah wisata kuliner di jalan yang panjangnya sekitar satu kilometer itu. Saat sedang asyik-asyiknya menyusuri jalan, tiba-tiba langkah kaki terhenti ketika melihat sebuah neon box yang lampunya sudah tewas, yang bertuliskan: Garden. Ayam Kodok. Ayam kodok? Wah, apaan, tuh? Ayam spesies baru? Naluri ingin tahu TNOL terusik, dan ingin mendapat kejelasan; apa sih sebenarnya Ayam Kodok ini? Karenanya diputuskanlah untuk mampir ke kedai makan pinggir jalan tersebut.
Menurut Jaya (42), pemilik Kedai Makan Garden, usaha kedai makan ini sudah berdiri sejak 1980. Dan ayahnya, Suganda (79), merupakan cikal-bakal dari usaha kuliner ini. Beliau tadinya adalah seorang koki di sebuah restoran Seafood di Gajah Mada, karena bosan bekerja dengan orang lain, maka akhirnya memutuskan untuk membuka usaha sendiri.
 Ayam Kodok siap disantap/ Foto: Novri Dasar mujur, keputusan Suganda untuk membuka usaha sendiri itu ternyata sangat tepat. Tepat waktunya, tepat tempatnya, dan tepat mata dagangannya. Karena ternyata, rumah makannya lantas saja mendapat sambutan yang luar biasa dan segera menjadi buah bibir di kalangan masyarakat setempat dan juga pengunjung lainnya. "Banyak publik figur yang datang makan di tempat ini, mulai dari pejabat hingga kalangan artis," ujar Jaya.
Di kedai makan ini, pengunjung bisa memesan beraneka ragam makanan Seafood seperti Gurame Bakar, Bawal bakar, Krapu bakar, Cumi Saus Tiram dan lain-lain. Namun, makanan yang TNOL pesan saat itu bukanlah hidangan Seafood melainkan ayam kodok yang merupakan menu jawara di rumah makan Garden.
 Suasana malam di warung makan Garden/ Foto: Novri Jaya menjelaskan, banyak orang yang bertanya kenapa nama makanannya ayam kodok, apakah penyajian ayamnya dibarengi dengan kodok goreng? Mendengar pertanyaan itu Jaya tersenyum sembari menjelaskan, "Makanan ini diberi nama ayam kodok karena bentuknya yang utuh pada saat penyajiaanya, sehingga sekilas mirip kodok," ujarnya.
Sembari menunggu hidangan datang, TNOL pun mengamati para karyawan yang sedang sibuk membuat Ayam kodok. Setelah diperhatikan, ternyata proses pengolahan ayam kodok ini cukup lama. Bayangkan saja, pertama ayam kampung dibumbui dengan kecap, garam, vetsin dan gula merah. Lalu digoreng setengah matang. Setelah digoreng, direbus selama 2 jam dengan campuran jahe, lengkuas dan cabai. Tidak cukup sampai di situ, setelah direbus ayam kembali digoreng hingga matang. Wuih... lama sekalee....
 Pengunjung asyik bersantap/ Foto: Novri Dan... akhirnya hidangan pun datang. Namun saat diperhatikan ada yang tampak aneh dengan tampilan ayam kodok ini. Warnanya itu lho, hitam sekali seperti makanan gosong, "Warna hitam itu terjadi, karena campuran kecap yang diberikan sebelum digoreng," ungkap Jaya.
Oke... sekarang saat yang ditunggu-tunggu, mencicipi ayam kodok. Saat suapan pertama masuk ke mulut, alamaaakk... dagingnya empuk sekali! Mungkin... empuknya daging ayam ini merupakan hasil dari proses pengolahannya yang cukup lama. Selain empuk, ternyata rasa dagingnya juga manis dan gurih. Bukan cuma itu, daging ayamnya juga wangi jahe, sehingga membangkitkan nafsu makan.
"Wangi itu didapat karena saat direbus, ayamnya dicampur dengan jahe," kembali sang pemilik menjelaskan makanan favorit Kedai Makan Garden ini.
Santapan demi santapan berlanjut. Tapi ada yang terasa kurang. Nikmatnya ayam kodok ini akan terasa lebih lengkap jika dinikmati dengan setumpuk nasi mengepul dan sambal terasi yang rasanya 'menggigit'. Nah, segelas es teh manis dingin tentunya menjadi pelengkap.
Berminat mencicipi? Silakan berkunjung dan selamat menikmati....
Garden
Jl. Pecenongan Raya, Jakarta Pusat (Depan Hotel Alila) Buka : Pukul 17.00-02.00 WIB Harga satu ekor ayam kodok: Rp 75.000,-
|