Foto: Fitryan G. DennisMasihkah kau ingat, Sayang… gadis yang pernah kau sayang. Dia menunggumu, sayang…. Cintanya….
Masih ingat dengan penggalan lagu itu? Tentunya masih ingat siapa si pelantun lagu cinta itu. Ya,dialah Iis Sugianto, wanita berlesung pipit yang diawal tahun 1980-an namanya melejit bak roket dengan lagu hitnya Jangan Sakiti Hatinya karya Rinto Harahap. Kepopulerannya tak tertandingi.
Dimanakah dia kini? Sambil senyum dan tetap memamerkan lesung pipitnya, Iis berujar,”Aku masih di sini dan masih menyanyi, tapinya nggak seperti dulu lagi,”urai wanita yang hari ini, Selasa,17 November menginjak usia 48 tahun.
Saat ditemui di Resto Hanai, Pondok Indah Mal, wanita yang awet muda ini masih menyimpan keseruannya dalam bercerita terutama cerita hal-hal berbau kewanitaan. Dari mulai produk kecantikan hingga cara menghangatkan hubungan suami-istri. Satu lagi, ulasan-ulasan keagamaan yang makin mendominasi hidupnya,”Hidup kan cuma sebentar kalau kita nggak ingat dengan yang diatas, lantas kita mau berbekal apa ke sana,” jelas pemilik mata indah dan senyum menawan ini.
Foto: IstimewaTak ada yang berubah dari Iis yang bernama lengkap Istiningdiah Sugianto ini, tetap ceria, rendah hati, dan banyak bicara. Yang berubah mungkin kesibukannya di dunia menyanyi yang sudah ditinggalkan nyaris 14 tahun ini.
Sejak menikah dan punya anak aku tinggalkan popularitasku sebagai penyanyi. Aku cuma pengen menjadi istri dan ibu yang baik aja. Aku pengen berada di rumah mengenakan daster, menikmati AC kamar, terus bercengkerama dengan anak dan suami,” ujar istri dari Iskandar Mahmud sambil tertawa.
Foto: IstimewaNamun, bukan berarti diam berpangku tangan, aktivitasnya diisi dengan menjadi pengusaha properti berupa town house dengan bendera Karina Residence . Dan, memenuhi keinginannya untuk tetap menyanyi, baru-baru ini Iis mengeluarkan album berjudul Persembahan, yang berisi kumpulan lagu-lagunya.
”Tau nggak, gara-gara diwawancara RRI aku baru nyadar ternyata albumku itu sudah mencapai 36 buah, aku kira cuma belasan, aku bener-bener nggak nyangka lho!” cerita putri dari pasangan Sugianto dan Ratu Kusuwanayi ini.
Cerita tentang masa kejayaannya sebagai artis tenar di era tahun 80-an, Iis mengaku sungguh tak menyangka dalam hidupnya akan menjalani masa-masa dimana dia dikejar penggemar, selalu dinantikan kehadirannya di panggung, didatangi penggemar ke rumah, dan sebagainya.”Pokoknya bener-bener nggak punya privacy,”cerita Iis.
Foto: IstimewaWalau demikian dia merasa senang karena ternyata dia bisa menghibur orang. Kenyataan ini tergambar jelas saat untuk pertama kalinya dia tampil di panggung Taman Ria Remaja, Senayan, Jakarta. Waktu itu album perdananya sedang bertengger di puncak teratas di semua radio di Indonesia dan televisi.
”Menjelang tampil sudah panik, kedua orangtua dan saudara menguatkan hatiku, eh pas turun dari mobil dan akan jalan menuju panggung, aku kaget sekali karena lihat penonton begitu banyak. Sempat stres, panitia berusaha membawa lariku ke belakang panggung karena pengunjung udah mengerubung. Untung saja aku bisa tampil baik di panggung,” cerita saudara dari Yayuk Sugianto dan Nanie Sugianto yang juga penyanyi. Dan, itulah saat yang tak terlupakan olehnya.
Setelah turun panggung dan tidak menjadi penyanyi ternama lagi, pernahkah merasa frustasi? Iis menggeleng,” Nggak! Karena saya tidak ditinggalkan popularitas tapi saya yang meninggalkan popularitas,” ujarnya tetap dalam senyuman.
Foto: Fitryan G. Dennis”Jadi artis top itu nggak gampang! Bukan cuma persiapan fisik tapi juga psikis. Saya salut sama seorang diva yang mampu berganti model rambut dari pendek, terus panjang lagi, terus pendek lagi, belum lagi mengurusi bagian lainnya, semua dilakukan demi menjaga penampilannya agar diterima di tengah penggemarnya. Itu bukan pekerjaan mudah!” ulasnya.
Kini ibu dari tiga anak Tengku Anadia Sabrina Mahmud, Tengku Omar Alesandro Arrachman Aziz Mahmud, dan Tengku Shana Miaziza Kharina Mahmud lebih banyak menginginkan mengabdikan dirinya untuk keluarga. Karena jarang tampil menyanyi, suatu kali saat menyanyi dan ternyata masih ada penggemarnya, sang anak berceloteh, ”Emang Mama dulunya penyanyi top ya?”
Mendengar itu, Iis tersenyum, ”Ternyata anakku nggak tahu ibunya dulu pernah dikejar penggemar,” ujar Iis tetap dalam senyuman. Akhirnya, happy birthday Mbak Iis, panjang umur, sehat, dan sukses selalu.Amin.
Winarto, MH Thamrin 307 & Sarah Thamrin 307 “Wah, Iis Sugianto? Yang penyayi era 80’an itu, kan? Itu zamannya saya masih SMA. Saya lumayan menggemari dia. Apalagi itu 'kan waktu SMA. Jadi lagi zamannya cinta-cintaanlah terus sambil dengar lagu dia. “Saya memang bukan penggemarnya yang fanatik,tapi saya suka sekali dengan lagu-lagunya yang melankolis. Mudah-mudahan saja sekarang dia bisa kembali lagi di dunia musik Indonesia. Jadi kan kita bisa nostalgia lagi!” |
||
|
“Pada saat Iis ngetop, saya baru berumur 12 tahun. Dia penyanyi yang memiliki suara merdu dan sangat cantik. “Saya bukan termasuk fans beratnya, tapi saya punya kaset-kasetnya. Tapi, yang sebenarnya sangat tergila-gila dengan Iis Sugianto itu pembantu saya. Kalau dia sedang kerja, terus tahu Iis di TV, dia langsung berhenti dan duduk di depan TV!” |
||
|
“Iis Sugianto tuh identik dengan nama Rinto Harahap, karena lagu-lagu yang dia bawakan adalah ciptaan Rinto. Dan, Iis termasuk artis yang sukses diorbitkan Rinto.
“Gue sih lebih terkesan sama fisik Iis, yang waktu itu dengan teman-teman cowok reaksinya sama; yaitu dia penyanyi yang cantik. Sementara kualitas suara Iis sendiri kurang gue perhatikan, karena memiliki standar yang sama dengan semua artis-artis yg diorbitkan Rinto waktu.
“Kalau Iis muncul di TV, gue termasuk yang mau liat dia aja, tapi nggak sampai pengen denger suaranya, getoh – karena di zaman Iis ngetop, gue lebih dengerin Ebiet G Ade.”
|