Dr. Wawan Mulyawan SpBS

Thursday, 08 October 2009

There are no translations available.

Dr WawanDr WawanDr. Wawan Mulyawan SpBS. adalah dokter spesialis bedah saraf di Rumah Sakit Pusat Angkatan Udara Dr. Esnawan Antariksa. Selain sebagai tenaga medis, secara struktural, Dr. Wawan juga menjabat sebagai sekretaris di rumah sakit tersebut.

Gelar medisnya diraih dari Universitas Indonesia. Demikian juga dengan gelar spesialisasinya sebagai ahli bedah saraf. Namun setelah memperoleh gelar ahli bedah saraf itu, Dr. Wawan mendapat beasiswa Postgraduate Fellowship di beberapa center bedah saraf.

Dengan beasiswa dari Austin And Repatriation Medical Center, University Melbourne, selama 6 bulan Dr. Wawan berkesempatan memperdalam Microneurosurgery and Epilepsy Surgery kepada Prof. Gavin Fabinyi.

Selesai menempuh Fellowship di Australia, Dr. Wawan bertolak ke Amsterdam, menuju Universitet van Amsterdam (UvA) / Akademisch Medisch Centrum (AMC), karena mendapat beasiswa dari Koningen Wilhelmina Fonds (KWF), untuk memperdalam Movement Disorders Surgery selama 3 bulan kepada Prof. Dirk Andries Bosch.

Kesempatan ketiga datang dari Japanese Center for Medical Training (JCMT), Tokyo, yang memberi Dr. Wawan beasiswa buat menjadi Fellow untuk Microneurosurgery di Toranomon Hospital, Tokyo, selama 2 bulan.

Kembali ke tanah air, Dr. Wawan dipanggil untuk melanjutkan sekolah militernya di SEKKAU (Sekolah Komando Kesatuan TNI AU) selama 6 bulan. Setelah itu, barulah ia terjun mengamalkan ilmunya sebagai ahli bedah, di Rumah Sakit Pusat TNI AU Dr. Esnawan Antariksa, di Halim, dan juga membuka praktek di Rumah Sakit Haji Jakarta, Pondok Gede, dan di Rumah Sakit Umum Harapan Bunda, Pasar Rebo, Jakarta Timur.

Tahun 2007, Dr. Wawan mencari celah bidang bedah saraf yang lebih spesifik untuk didalami. Ia tertarik pada Spine Surgery, cabang ilmu bedah saraf dan bedah tulang yang menangani masalah tulang belakang dan saraf tulang belakang.

Tahun 2008, Dr. Wawan mengikuti World Congress of Minimally Invasive Spine Surgery and Techniques (WCMISST) di Honolulu, Hawaii. Ia kemudian terinspirasi untuk membawa world class spine surgery and care ke Indonesia. Diharapkan pada 2010, pelayanan seperti itu sudah terwujud. Dengan hanya membuat sayatan operasi yang kurang dari 1 senti, dan dengan bius lokal, pada beberapa kasus yang terindikasi, pasien tidak akan lagi merasa bahwa tindakan operasi menjadi demikian menakutkan atau menjadi mimpi buruk.


Twitter Facebook Digg Technorati