IstimewaTIADA seorang pun yang tahu takdir apa yang menyertai kelahirannya, sampai suatu hari ia tiba-tiba menyadari akan apa yang tak bisa ditolaknya untuk menjadi bagian terbesar dari dirinya, yang lantas pula mengarahkan jalan hidupnya pada suatu tugas dasar hidupnya sebagai manusia.
Bagi teman-temannya di SMAN 3 Jakarta, pada awal 80-an, Memes dan nyanyi itu merupakan satu paket. Itu karena Memes memang selalu menjadi figur penting di tiap kali ada acara yang berkaitan dengan nyanyi-nyanyi. Dan kiprahnya di dunia tarik suara ini dimulai dengan keberhasilan vokal grup kelasnya menjadi juara pada ajang FESTALIA (Festival Vokal Grup SMA 3). Setelah itu, ia bergabung dengan Band SMA 3 dan menjadi vokalisnya.
Bersama Band SMA 3 itulah ia mengasah bakatnya dan melanglang dari panggung ke panggung. Festival Band Antar SMA dan acara-acara sekolah menjadi ajang penggalian dan pengembangan bakatnya ini. Tamat dari SMA 3, ia melanjutkan ke Universitas Trisakti, mengambil jurusan Teknik Sipil. Di kampus ini ia kembali bergabung dengan grup band kampus dan terus memantapkan kiprahnya dengan mengikuti berbagai Festival Antar Kampus dan tampil dalam berbagai acara kampus.
Di luar keaktifannya di band sekolah dan band kampus, ia juga bergabung dengan grup tari dan nyanyi profesional, Swara Maharddhika. Dan bersama grup ini ia mendapat kesempatan untuk tampil secara profesional pada pementasan "Untukmu Indonesiaku" tahun 1981, lalu juga pada pementasan "Cinta Indonesia" tahun 1984. Sedangkan pengalamannya di dunia rekaman diperolehnya ketika menjadi penyanyi latar pada Album Guruh Soekarno Putra, Vina Panduwinata, Tito Sumarsono, dan KLA Project.
Nyaris Kandas
Novriyadi/tnolNamun masa depannya di dunia tarik suara nyaris kandas oleh perkawinan. Addie MS, lelaki yang dikenalnya ketika ia mulai berkiprah dalam dunia menyanyi, yang selama bertahun-tahun mendampingi dan mengisi hatinya dengan nyanyian-nyanyian indah tentang cinta, tiba-tiba menghadapkannya pada dilema yang memutuskan asa: Menjadi istri Addie atau menjadi penyanyi?
"Sebagai pemusik, setiap waktu saya kerja dengan penyanyi-penyanyi, masak waktu pulang ke rumah saya harus berhadapan dengan penyanyi lagi?" dalih Addie MS. "Jadi, wajar dong, kalo saya mengharapkan yang saya temui di rumah adalah istri saya, bukan penyanyi lagi." Keinginan yang wajar. Namun apa Memes bisa menerima tuntutannya itu?
"Ya, saya terima. Karena yang saya inginkan hanya menjadi istri," ujar Memes, tegas. "Dan menjadi istri Addie MS adalah impian terbesar saya waktu itu. Makanya, saya terima dengan ikhlas permintaan Addie itu sebagai komitmen pernikahan kami." Beruntung betul Addie MS.
Pernikahan Memes dengan Addie MS berjalan seperti yang mereka impikan. Anak sulung mereka, Kevin Aprilio, lahir pada tahun pertama perkawinan mereka dan menjadi sumber kebahagiaan buat keduanya. Addie pun semakin giat mencari nafkah buat anak-istrinya. Keberhasilannya dalam menata musik buat album Vina Panduwinata dan juga Chrisye, telah melambungkan namanya di jagat musik Indonesia. Dan karena itu, selalu ada saja pekerjaan buatnya.
Dok. Keluarga Addie MS.Namun tak dinyana, setelah 12 tahun malang-melintang di blantika industri musik Indonesia, tiba-tiba Addie merasa tak bisa lagi membohongi diri bahwa jalan yang selama ini ditempuhnya bukanlah jalan yang selaras dengan irama jiwanya. Karena irama jiwanya adalah irama simfonik, dan itu tak ada di sana.
"Saya memang puas dengan pencapaian yang sudah saya raih di industri musik pop. Namun ada yang kurang di sana. Musik simfonik. Orkestrasi musik klasik. Itu tidak ada di sana. Padahal, itu adalah bagian dari dahaga saya dalam bermusik. Oleh karena itu, saya lalu memutuskan untuk berhenti. Saya tak sanggup lagi berkompromi dengan nurani saya mengenai ini," ungkap Addie.
Dan Addie berhenti. Benar-benar berhenti. Ia tinggalkan dunia yang telah memberinya kesuksesan dan kelimpahan penghasilan itu. Ia tolak semua tawaran pekerjaan yang datang kepadanya. Ia sedang asyik dengan Twilite Orchestra, orkes simfoni yang selama ini diidam-idamkannya, dan tak mau diganggu. Sehingga tak ayal lagi, perekonomian rumahtangganya pun runtuh. Sementara kebutuhan hidup harus terus dipenuhi, namun pemasukan tidak ada sama sekali. Dan dampaknya jelas pada kestabilan rumahtangganya. Memes berteriak-teriak, memperingatkan Addie bahwa rumahtangganya dalam ancaman kebangkrutan, namun Addie tetap tak peduli.
IstimewaTak rela rumahtangganya ambruk, Memes lalu memutuskan untuk bertindak. Ia harus menyelamatkan bahtera rumahtangganya yang hampir karam. Maka ia turun dari singgasananya sebagai ratu rumahtangga dan memijakkan kakinya di bumi kehidupan. Dan seketika itu juga takdirnya mengambil-alih kendali hidupnya. Dengan bantuan Adi dan anggota KLA lainnya, Memes merancang dan menggarap album rekaman. Tak dinyana, single "Terlanjur Sayang" dalam album perdananya itu berhasil merebut perhatian publik. Maka, lahirlah bintang baru di blantika musik Indonesia. Memes namanya.
Ibu yang Menyanyi
Keberhasilannya sebagai pendatang baru di kancah musik pop Indonesia membuat Memes harus mengubah pola hidupnya. Karena, selain ia harus memenuhi tuntutan profesinya sebagai entertainer, ia juga harus membuktikan kepada suaminya bahwa ia sanggup memikul peran gandanya sebagai artis dan ibu rumahtangga. Sebagai bukti, meski baru melahirkan anak keduanya, Tristan Juliano, ia tetap meluncurkan albumnya yang ketiga "Ilusi". Di samping itu, ia juga harus bisa mementahkan kekuatiran Addie bahwa dunia keartisan akan bisa mengubahnya menjadi pribadi negatif.
Album perdananya yang sangat sukses membuat rasa percaya diri Memes tumbuh dengan pesat, sekaligus juga membuatnya menjadi makin yakin bahwa menyanyi adalah panggilan jiwa dan takdirnya. Maka album demi album pun terus ia lahirkan. Namun sayang, perjalanan karirnya tak bisa terus mulus. Ketatnya persaingan dan memudarnya keberuntungan secara perlahan namun pasti telah mengikis kepopulerannya.
Untungnya di saat yang sama, Addie telah bangkit kembali dengan mainan barunya, yaitu Twilite Orchestra, sehingga perekonomian rumahtangga mereka masih bisa tetap tegak meski pemasukan dari Memes sudah jauh berkurang. Namun dari semua yang telah terjadi itu, mereka jadi memetik pelajaran bahwa di dalam rumahtangga juga harus ada harmonisasi. Tidak boleh ada yang terlalu dominan dan juga sebaliknya, tak boleh ada yang terlalu lemah.
Dok. Keluarga Addie MSDi atas segalanya, adalah fakta bahwa takdir selalu punya cara untuk menjadikannya mewujud. Tiada yang mampu mengelak atau menghalanginya. Karena takdir adalah cetak biru dari tiap manusia, yang akan menentukan siapa dirinya yang sebenarnya. Dan Memes telah ditakdirkan untuk menjadi penyanyi, walaupun ia pernah menyepakati komitmen pernikahan untuk hanya menjadi ibu rumahtangga, dan menjadikan kegandrungannya pada nyanyi cuma sebagai hobby semata. Karena, 8 buah album yang telah ia sumbangkan ke blantika musik Indonesia bukanlah bukti yang sedikit untuk dinafikan. Dan Addie, apakah ia masih tetap merasa keberatan?
"Saya memang selalu berpegang pada prinsip. Tapi saya juga tidak suka membelenggu hak seseorang atas karir dan masa depannya. Jadi, kalo Memes mau terus menyanyi, ya silakan aja," ujar Addie, tegas. "Sejujurnya, saya suka melihat Memes menyanyi. Hanya saja, saya itu nggak pernah kepikir akan punya istri penyanyi. Walaupun kenyataannya sekarang... istri saya ini seorang penyanyi."
Dan kenyataannya, Memes sudah beberapa kali tampil sepanggung dengan suaminya, sebagai musisi dan penyanyi.