Spiritual & Psychology

Gerakan Sholat: Benar Dapat Mencegah Penyakit
Written by Iskandar Bakrie/Safari Sidakaton   
Thursday, 25 February 2010 17:03
Gerakan Sholat memiliki arti kesehatan. (Foto: Istimewa)Gerakan Sholat memiliki arti kesehatan. (Foto: Istimewa)Sholat ternyata tidak hanya menjadi amalan utama di akhirat nanti, tetapi gerakan-gerakan sholat paling proporsional bagi anatomi tubuh manusia. Bahkan dari sudut medis, sholat adalah gudang obat dari berbagai jenis penyakit. Allah, Sang Maha Pencipta, tahu persis apa yang sangat dibutuhkan oleh ciptaan-Nya, khususnya manusia. Semua perintah-Nya tidak hanya bernilai ketakwaan, tetapi juga mempunyai manfaat besar bagi tubuh manusia itu sendiri. Misalnya, puasa, perintah Allah di rukun Islam ketiga ini sangat diakui manfaatnya oleh para ahli medis dan ilmuwan dunia Barat. Mereka pun serta merta ikut berpuasa untuk kesehatan diri dan pasien mereka.

Riset-riset tentang urusan sholat rupanya telah banyak mendapat perhatian dari para sarjana di Barat. Sesuatu yang awalnya sulit diterima oleh akal-pikiran mereka, ternyata setelah diteliti lebih jauh, gerakan sholat bukan hanya bersifat ritual, tetapi juga mempunyai nilai-nilai kesehatan yang sangat masuk akal walau ditinjau secara medis sekalipun.

Boleh di mana pun asal bersih. [Foto: Istimewa]Boleh di mana pun asal bersih. [Foto: Istimewa]Gerakan-gerakan sholat dapat menyembuhkan berbagai macam penyakit. Dan, hal inilah yang telah mendapat pengakuan dari Harvard University, Amerika Serikat. Bahkan seorang dokter berkebangsaan Amerika menyatakan diri masuk Islam setelah diam-diam melakukan riset pengembangan khusus mengenai gerakan sujud. Di samping itu, gerakan-gerakan dalam sholat sekilas mirip gerakan yoga ataupun peregangan (stretching).

Intinya, berguna untuk melenturkan tubuh dan melancarkan peredaran darah. Keunggulan sholat dibandingkan gerakan lainnya adalah di dalam sholat kita lebih banyak menggerakkan anggota tubuh, termasuk jari-jari kaki dan tangan.

Pada dasarnya, seluruh gerakan sholat bertujuan meremajakan tubuh. Jika tubuh lentur, kerusakan sel dan kulit sedikit terjadi. Apalagi jika dilakukan secara rutin, maka sel-sel yang rusak dapat segera tergantikan. Regenerasi pun berlangsung dengan lancar. Alhasil, tubuh senantiasa bugar.

Salah satu buku tuntunan sholat agar khusyu. [Foto: Istimewa]Menurut penelitian Prof. Dr. Muhammad Soleh dalam desertasinya yang berjudul "Pengaruh Sholat Tahajud terhadap Peningkatan Perubahan Respon Ketahanan Tubuh Imonologik: Suatu Pendekatan Neuroimunologi". Prof. Soleh menggondol gelar S-3 di Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga Surabaya. S-1 Tarbiyah dan S-2 Psikologi Konseling, guru besar di Fakultas Tarbiyah IAIN Sunan Ampel Surabaya. Beliau menyelesaikan studi S-3 dibidang Kedokteran.

Sholat tahajud
Sholat Tahajud pun, ternyata bukan hanya sekadar sholat tambahan (sunnah muakkad), tetapi jika dilakukan secara rutin dan ikhlas, akan bisa mengatasi penyakit kanker. Secara medis, sholat tahajud mampu menumbuhkan respons ketahanan tubuh (imunologi) khususnya pada imunoglobin M, G, A, dan limfositnya yang berupa persepsi serta motivasi positif. Selain itu, juga dapat mengefektifkan kemampuan individu untuk menanggulangi masalah yang dihadapi.

Sebaik-baiknya sholat ya di masjid agar bisa berjamaah. [Foto: Istimewa]Sebaik-baiknya sholat ya di masjid agar bisa berjamaah. [Foto: Istimewa]Selama ini, ulama melihat ikhlas hanya sebagai persoalan mental psikis. Namun, sebetulnya permasalahan ini dapat dibuktikan dengan teknologi kedokteran. Ikhlas yang selama ini dipandang sebagai misteri dapat dibuktikan secara kuantitatif melalui sekresi hormon kortisol dengan parameter kondisi tubuh. Pada kondisi normal, jumlah kortisol pada pagi hari normalnya antara 38-690 nmol/liter. Sedangkan pada malam hari atau setelah pukul 24.00, jumlah ini meningkat menjadi 69-345 nmol/liter.

"Kalau jumlah hormone kortisolnya normal, dapat diindikasikan bahwa orang tersebut tidak ikhlas karena merasa tertekan. Demikian juga sebaliknya," ujarnya seraya menegaskan temuannya ini membantah paradigma lama yang menganggap ajaran agama Islam semata-mata dogma atau doktrin.

 Ilustrasi: Istimewa Ilustrasi: IstimewaMenurut Prof. Dr. Soleh, orang stress biasanya rentan sekali terhadap penyakit kanker dan infeksi. Dengan melakukan sholat tahajud secara rutin dan disertai perasaan ihklas serta tidak terpaksa, seseorang akan memiliki respon imun yang baik serta besar kemungkinan terhindar dari penyakit infeksi dan kanker. Berdasarkan perhitungan medis, sholat tahajud yang demikian menyebabkan seseorang memiliki ketahanan tubuh yang baik.

"(yaitu) mereka yang beriman kepada yang gaib, yang mendirikan sholat dan menafkahkan sebahagian rezki yang Kami anugerahkan kepada mereka," (QS Al Baqarah;3)

"Sholat dua rakaat lebih baik dari dunia dan segala isinya". (HR. Tirmidzi)