Spiritual & Psychology

Mengasihi Kepada Sesama Manusia
Written by Iskandar Bakrtie/Safari Sidakaton   
Friday, 26 February 2010 13:11
Memberi adalah wujud sebagai rasa kasih sayang terhadap sesama. [Foto: Istimewa]Memberi adalah wujud sebagai rasa kasih sayang terhadap sesama. [Foto: Istimewa]Mengasihi sesama adalah kewajiban yang harus diberikan setiap manusia. Mengasihi ini harus dilakukan siapapun tanpa harus melihat status sosial dan ekonominya. Sebab dengan mengasihi sesama maka Tuhan juga akan mengasihi. Mengenai keharusan mengasihi sesama ini disampaikan Nabi Muhammad SAW.

Dalam sabdanya Nabi Muhammad SAW mengatakan: "Barangsiapa yang tiada mengasihi manusia maka Allah-pun tiada mengasihinya!" (Kanz al-'Ummal, hadits ke: 5972)

Di dalam ajaran Islam, mengasihi sesama manusia adalah bagian terpenting dari ajaran Nabi Muhammad SAW dan Ahlul Baitnya. Mencintai umat manusia adalah realisasi dari ajaran al-Qur'an, yang mana pengutusan Nabi Muhammad SAW merupakan rahmat dan wujud kasih sayang Allah SWT atas Alam Semesta, "Tiadalah Kami mengutusmu (Wahai Muhammad) melainkan sebagai rahmat (Ku) atas Alam Semesta" (QS Al-Anbiya' [21] ayat 107).

Ayat di atas sekaligus menjelaskan tujuan dari diutusnya Muhammad SAW sebagi Rasul dan Nabi, yaitu memanifestasikan Kasih Tuhan ke seluruh penjuru semesta.

Gotong royong membantu sesama wujud lain dalam kasih sayang sesama. [Foto: Istimewa]Gotong royong membantu sesama wujud lain dalam kasih sayang sesama. [Foto: Istimewa]Di dalam hadits lainnya diriwayatkan Rasulullah saw bersabda, "Demi Yang jiwaku berada dalam genggaman-Nya, tidaklah masuk Surga kecuali orang yang memiliki rasa kasih sayang."

Para sahabat menyahut, "Kami semua memiliki kasih sayang!"

Nabi berkata, "Bukan itu yang kumaksudkan, kalian bisa dikatakan sebagai orang yang memiliki kasih sayang jika kasih sayang kalian juga dilimpahkan kepada seluruh umat manusia dan alam semesta"

Mungkin kita pernah berdoa, "Ya Allah, kasihanilah kami" Tetapi bagaimana jika ditanyakan kepada kita,"Apakah kalian sendiri juga suka menyayangi?"

Atau hampir setiap waktu kita berdo'a, "Ya Allah, maafkanlah kami." Tetapi bagaimana jika ditanyakan kepada kita, "Seberapa banyak kalian telah memberi maaf kepada manusia?"

Nabi SAW bersabda, "Allah Yang Maha Rahman mengasihi dan menyayangi orang-orang yang memiliki kasih sayang, karena itu kasihilah mereka yang di bumi niscaya mereka yang di langit juga mengasihimu!"

Rasa belas kasih berarti kepekaan terhadap kondisi atau status dari semua ciptaan Tuhan, baik itu manusia, binatang atau bahkan tumbuh-tumbuhan. Seseorang tidak mungkin bisa memiliki rasa belas kasih kecuali jika ia memiliki kepedulian kepada kebutuhan dan kondisi-kondisi orang lain.

Foto: IstimewaFoto: IstimewaAllah 'Azza wa Jalla mewajibkan Zakat dan Khumus atas kaum muslimin untuk membebaskan kaum yang lemah, yatim piatu, para janda, orang-orang miskin dan tertindas demi jiwa kaum muslimin itu sendiri. Sebab kepekaan, dan kepedulian kepada mereka yang lemah (dlu'afa) merupakan stimulasi untuk membersihkan jiwa (nafs) agar tumbuh pula kecintaan dan kasih sayang dari jiwa yang telah tersucikan tadi.

Bahkan puasa yang diwajibkan pada bulan Ramadhan itu pun bertujuan untuk itu ('illat), sebagaimana yang dikatakan oleh Imam Ja'far al-Shadiq as, "Allah mewajibkan puasa untuk mempersamakan si kaya dan si miskin. Dengan puasa orang kaya akan merasakan derita lapar untuk menumbuhkan rasa belas kasihnya kepada si miskin, karena selama ini si kaya tidak pernah merasakannya. Allah menghendaki untuk menempatkan makhluk-makhluk-Nya pada suatu pijakan yang sama dengan jalan membuat si kaya turut merasakan nestapanya lapar, sehingga ia menaruh belas kasih kepada orang yang lemah dan lapar."