| Pengakuan Iblis: Orang yang Paling Dibencinya |
| Written by Iskandar Bakri/Safari Sidakaton |
| Monday, 08 February 2010 09:10 |
![]() Foto: Istimewa Dalam kejujurannya, Iblis mengungkapkan semua yang ada di dalam hati, pikiran, ucapan dan juga perbuatannya. Hal tersebut dilakukan karena sedikit saja Iblis berbohong maka keberadaannya di dunia ini akan dimusnakah oleh Tuhan pemilik semesta alam. Memang harga sebuah kejujuran bagi sebagian orang terasa sangat mahal. Tak bisa dipahami, mengapa untuk sebuah perbuatan yang kita lakukan harus kita selimuti dengan "kebohongan". Kejujuran seolah menjadi hal yang sangat istimewa dalam sebuah kehidupan. Padahal jujur adalah sebagian dari malu. Malu adalah sebagian dari sadar, dan sadar adalah sebagian dari Kejujuran. Mengenai kejujuran yang dilakukan Iblis ini, seperti yang diceritakan dari Muadz bin Jabal dari Ibn Abbas: Ketika kami sedang bersama Rasulullah SAW di kediaman seorang sahabat Anshar, tiba-tiba terdengar panggilan seseorang dari luar rumah: "Wahai penghuni rumah, bolehkah aku masuk? Sebab kalian akan membutuhkanku. " Rasulullah bersabda: "Tahukah kalian siapa yang memanggil?" Kami menjawab: "Allah dan rasul-Nya yang lebih tahu." Beliau melanjutkan, "Itu Iblis, laknat Allah bersamanya." Umar bin Khattab berkata: "Izinkan aku membunuhnya wahai Rasulullah" Nabi menahannya: "Sabar wahai Umar, bukankah kamu tahu bahwa Allah memberinya kesempatan hingga hari kiamat? Lebih baik bukakan pintu untuknya, sebab dia telah diperintahkan untuk ini, pahamilah apa yang hendak ia katakan dan dengarkan dengan baik." Ibnu Abbas RA berkata: pintu lalu dibuka, ternyata dia seperti seorang kakek yang cacat satu matanya. Di janggutnya terdapat 7 helai rambut seperti rambut kuda, taringnya terlihat seperti taring babi, bibirnya seperti bibir sapi. Iblis berkata: "Salam untukmu Muhammad, salam untukmu para hadirin...." Rasulullah SAW lalu menjawab: "Salam hanya milik Allah SWT, sebagai makhluk terlaknat, apa keperluanmu?" Iblis menjawab: "Wahai Muhammad, aku datang ke sini bukan atas kemauanku, namun karena terpaksa." "Siapa yang memaksamu?" "Seorang malaikat utusan Allah mendatangiku dan berkata: "Allah SWT memerintahkanmu untuk mendatangi Muhammad sambil menundukkan diri. Beritahu Muhammad tentang caramu dalam menggoda manusia. Jawablah dengan jujur semua pertanyaannya. Demi kebesaran Allah, andai kau berdusta satu kali saja, maka Allah akan jadikan dirimu debu yang ditiup angin. Oleh karena itu aku sekarang mendatangimu. Tanyalah apa yang hendak kau tanyakan. Jika aku berdusta, aku akan dicaci oleh setiap musuhku. Tidak ada sesuatupun yang paling besar menimpaku dari pada cacian musuh." Orang yang Dibenci Iblis Rasulullah SAW lalu bertanya kepada Iblis: "Kalau kau benar jujur, siapakah manusia yang paling kau benci?" Iblis segera menjawab: "Kamu. Kamu dan orang sepertimu adalah mahkluk Allah yang paling aku benci." "Siapa selanjutnya? " "Pemuda yang bertakwa yang memberikan dirinya mengabdi kepada Allah SWT." "Lalu siapa lagi?" "Orang Alim dan wara' (Loyal) " "Lalu siapa lagi?" "Orang yang selalu bersuci." "Siapa lagi?" "Seorang fakir yang sabar dan tak pernah mengeluhkan kesulitannnya kepada orang lain." "Apa tanda kesabarannya?" "Wahai Muhammad, jika ia tidak mengeluhkan kesulitannya kepada orang lain selama 3 hari, Allah akan memberi pahala orang-orang yang sabar." "Selanjutnya apa?" "Orang kaya yang bersyukur." "Apa tanda kesyukurannya? " "Ia mengambil kekayaannya dari tempatnya, dan mengeluarkannya juga dari tempatnya." "Orang seperti apa Abu Bakar menurutmu?" "Ia tidak pernah menurutiku di masa jahiliyah, apalagi dalam Islam." "Umar bin Khattab?"
|

