
Marilah kita perhatikan secara detil. Menjadi leader, pemimpin atau jagoan atau orang yang menjadi titik perhatian merupakan keinginan dari setiap manusia. Oleh sebab itu, tanpa kita sadari, kita berambisi dan mencurahkan sebagai kemampuan kita untuk menjadi leader tersebut antara lain dengan berusaha mendominasi pembicaraan, memaksakan ide-ide kita untuk diterima ataupun ingin selalu memberi instruksi untuk dijalankan.
Belum lagi setiap training selalu mendorong berkembangnya jiwa kepemimpinan pada setiap karyawan. Dengan kata lain, kita sudah terbiasa menjadi leader, dan kebiasaan itu diterapkan pada waktu kita bekerja dalam tim. Apakah itu salah?
Ilustrasi Foto: IstimewaTernyata bersikap sebagai pelaku tim yang baik, tidaklah cukup apabila kita hanya menempatkan diri kita hanya sebagai leader saja. Malah seharusnya sebelum kita belajar menjadi leader, kita harus belajar menjadi anggota tim yang baik. Tampaknya justru kita harus belajar dari tentara, mengawali karir secara berjengjang, belajar memerankan seluruh peran yang diperlukan dalam satu tim. Seperti misalnya belajar patuh, mendengarkan perintah dan melaksanakan seluruh perintah yang diberikan dan sebagainya.
Sebelum bicara mengenai peran dalam tim, sebaiknya paham dulu prinsip-prinsip yang ada dalam sebuah tim sehingga kita mampu menyesuaikan diri, bisa disebut dengan 5 S yaitu:
1. Sameness (Equality): semua anggota tim mempunyai tujuan yang sama, berkedudukan sama, dan mempunyai hak dan tanggungjawab yang sama serta harus sama-sama berkontribusi semaksimal mungkin bagi tim.
2. Sucess: Semua anggota tim harus memiliki ikatan batin yang kuat, spirit kebersamaan, semangat, keyakinan dan optimisme untuk meraih kesuksesan bersama.
teamwork kantor [Foto: Istimewa]3. Sharing: Semua anggota tim harus mampu memprioritaskan, mengalokasikan baik waktu, tenaga, mental dan sumberdaya lainnya bagi tim. Seluruh sumberdaya dan informasi harus ikhlas dibagikan kepada anggota tim lainnya.
4. Synergy: Semua anggota tim harus mampu memahami kekurangan dan kelebihan setiap anggotanya dan mengupayakan hasil terbaik dari kemampuan bersama, antara lain dengan mendengar, memahami ide orang lain dan mampu mensinergikannya dengan ide yang lain.
5. Support: Setiap anggota tim mampu menjadi tulang punggung bagi anggota tim lainnya. Saling mendukung, memotivasi, mengajarkan, mengingatkan dan mampu menggantikan anggota tim jika berhalangan.
Selain prinsip anggota tim juga harus mampu memainkan beberapa peran antara lain sebagai Doer (pelaksana), Carer (pemerhati), Thinker (pemikir), dan leader (pemimpin).
kesuksesan dari kerja tim akan dilihat orang [Foto: Istimewa]Jika seseorang ingin selalu memainkan peran leader saja, ia belum tentu merupakan kekuatan bagi timnya, mungkin justru menjadi kelemahan. Untuk itu, ia harus mampu mengembangkan kemampuannya untuk menjalankan peran-peran lainnya. Hindarilah sikap laku negatif seperti egois, ngebosi, tidak mau berbaur, mengkritik dan menjatuhkan, tidak mau tahu kesulitan maupun beban kerja anak buah atau teman kerja, tidak mau berbagi, tidak mau mendengar pendapat orang lain, dll.
Dengan semangat memahami prinsip-prinsip, peran dan sikap yang harus dihindari, niscaya sebuah tim akan mencapai kesuksesan bersama.