Spiritual & Psychology

Masa Puber: Memasuki "Teenager"
Written by Iskandar Bakrie   
Monday, 08 March 2010 09:07

T-Shirt Remaja Wanita [Foto: Istimewa]T-Shirt Remaja Wanita [Foto: Istimewa]Betapa penting untuk kita sebagai orang tua untuk mendapatkan informasi sejak dini mengenai perkembangan fisik dan psikologi putra-putrinya, agar setiap ada perubahaan yang terjadi atas diri mereka (anak-anak) tidaklah membuat kita menjadi panik bahkan sampai pusing tujuh keliling. Untuk itu, kami menyajikan tulisan mengenai "psikologi remaja" demi mengantisipasi mental orang tua di dalam melihat, mengamati dan menelaah perkembangan jiwa sang putra-putri kesayangannya. Ikutilah sajian dari Kami untuk Anda dan kebaikan putra-putri Anda.

Ketika anak Anda telah genap berusia 12-13 tahun, maka ia telah mulai menginjak suatu masa kehidupan yang disebut masa remaja awal. Masa ini berakhir pada usia 17-18 tahun. Istilah yang biasa diberikan bagi si remaja awala adalah "teenagers" (anak usia belasan tahun).

Pada bagian pertama masa remaja awal, terdapat gejala-gejala yang disebut gejala "negatif phase". Itulah sebabnya sehingga periode pubertas khususnya sering disebut sebagai "negatif phase".

Emosi di masa awal pertumbuhan remaja kadang melankolis [Foto: Istimewa]Emosi di masa awal pertumbuhan remaja kadang melankolis [Foto: Istimewa]Hurlock menguraikan cukup lengkap tentang gejala-gejala negatif phase ini yang pokok-pokoknya sebagai berikut:

Keinginan untuk menyendiri (desire for isolation), berkurang kemauan untuk bekerja (disinclination to work), kurang koordinasi fungsi-fungsi tubuh (incoordinations), kejemuan (boredom), kegelisahan (restlessness), pertentangan sosial (social antagonism), penantangan terhadap kewibawaan orang dewasa (resistance to authority), kepekaan perasaan (heightened emotionality), kurang percaya diri (lack of self-confidence), mulai timbul minat pada lawan seks (preoccupation with sex), kepekaan perasaan susila (excessive modesty), dan kesukaan berkhayal (day dreaming).

Di samping ciri-ciri dan gejala-gejala negatif phase yang dimiliki bersama (pubertas dan remaja awal) tersebut di atas, terdapat pula ciri-ciri khas masa remaja awal. Ciri-ciri khas tersebut adalah:

Biasanya kepingin coba-coba tapi awasi bisa menjurus ke hal yang negatif [Foto: Istimewa]Biasanya kepingin coba-coba tapi awasi bisa menjurus ke hal yang negatif [Foto: Istimewa]Ketakstabilan keadaan perasaan dan emosi
Granville Stanley Hall menyebut masa ini sebagai perasaan yang sangat peka; remaja mengalami badai dan topan dalam kehidupan perasaan dan emosinya. Keadaan semacam ini diistilahkannya sebagai "storm and stress" . Tidak aneh lagi bagi orang yang mengerti kalau melihat sikap dan sifat remaja yang sesekali bergairah sangat dalam bekerja tiba-tiba berganti lesu, kegembiraan yang meledak bertukar rasa sedih yang sangat, rasa yakin diri berganti rasa ragu diri yang berlebihan. Termasuk dalam ciri ini adalah ketak-ketentuan cita-cita. Soal lanjutan pendidikan dan lapangan kerja tidak dapat direncanakan dan ditentukannya. Lebih-lebih dalam persahabatan dan cinta, rasa bersahabat sering bertukar menjadi senang, ketertarikan pada lain jenis suka "loncat-loncatan" atau "cinta monyet".

Remaja tumbuh, pasar busana seusianya pun subur [Foto: Istimewa]Remaja tumbuh, pasar busana seusianya pun subur [Foto: Istimewa]Hal yang menonjol jelang akhir remaja awal (15-17 tahun)
Organ-organ seks yang telah matang menyebabkan remaja mendekati lawan seks. Ada dorongan-dorongan seks dan kecenderungan memenuhi dorongan itu, sehingga kadang-kadang dinilai oleh masyarakat tidak sopan. Tambahan pula, ada keberanian mereka menonjolkan "sex appeal" serta keberanian dalam pergaulan dan "menyerempet" bahaya. Dari keadaan tersebut itulah kemudian sering timbul masalah dengan orang tua atau orang dewasa lainnya.

Kecerdasan atau kemampuan mental
Kemampuan mental atau kemampuan berpikir remaja awal, mulai sempurna. Keadaan ini terjadi dalam usia antara 12-16 tahun. Lebih jelas lagi apa yang dikemukakan oleh Alfred Binet, salah seorang pelopor mental tes berkebangsaan Perancis, bahwa pada usia 12 tahun kemampuan anak untuk mengerti informasi abstrak, baru sempurna. Dan kesempurnaan mengambil kesimpulan dan informasi abstrak dimulai pada usia 14 tahun. Akibatnya si remaja awal suka menolak hal-hal yang tidak masuk akal. Penantangan pendapat sering terjadi dengan orang tua, guru, atau orang dewasa lainnya jika mereka (remaja) mendapat pemaksaan menerima pendapat tanpa alasan rasional. Tetapi, dengan alasan yang masuk akal, remaja juga cenderung mengikuti pemikiran orang dewasa.