
Psikolog lainnya mengatakan, gosip biasanya dihembuskan seseorang untuk niat-niat tertentu. Bisa juga diartikan sebagai pujian, rasa kagum dan penghargaan, jika berita itu benar adanya.
Namun tak jarang gosip yang berkonotasi negatif umumnya disampaikan tidak sesuai dengan kenyataan.Nah, yang ini biasanya ditebarkan oleh sang penyebar gosip bisa jadi terpicu karena ia memiliki sifat kurang baik, misal iri hati, kecewa, benci, dan lainnya. Tujuannya tak lain ingin menjatuhkan seseorang.
Foto: IstimewaBukan tak mungkin, kita pun bisa menjadi sasaran dari rumor yang tak sedap di tempat kerja, jangan panik, cemas, atau mengambil tindakan tak terpuji. Langkah berikut , bisa Anda lakukan:
1. Bersikaplah tenang dan anggap seolah Anda tak pernah mendengarnya.
2. Tetap bekerja dengan baik seperti saat gosip itu belum melanda Anda. Kalau kerja Anda terganggu, bisa jadi si penyebar gosip merasa senang karena tujuannya memang akan membuat semangat kerja Anda menurun.
3. Buat prestasi yang mencengangkan sehingga melunturkan gosip-gosip miring tentang Anda. Misal, presentasi Anda pada klien diterima dan si klien langsung bersedia tekan kontrak dengan jumlah yang mencengangkan.
4. Berusaha mencari tahu dari mana pangkalnya rumor ini bermula.
5. Jangan langsung melabrak si penyebar gosip, cari waktu dan strategi untuk berhadapan dengannya.
6. Hadapi dengan bijak dan cerdas si penyebar gosip.
Foto: Istimewa7. Jangan benci atau mengucilkan dia. Harus disadari bahwa Anda berada di lingkungan profesional yang pastinya setiap saat akan terjadi komunikasi.
8. Jika gosip mengganggu performa kerja, ajak si penyebar gosip bertemu dan bicara empat mata di luar kantor.
9. Jika memungkin buat klarifikasi agar persepsi buruk tentang Anda segera lenyap. 10. Yakinkah diri Anda selama berbuat baik dan bersikap positif, sabar, dan bertindak dewasa,niscaya tak akan mempengaruhi karier Anda.