
Mulai mengalami perubahan hormon [Foto: Istimewa]Sekarang ini banyak orangtua tengah was-was mencari sekolah yang tepat bagi putra-putrinya yang akan menyelesaikan sekolahnya di bangku kelas enam. Pendaftaran sekolah memang masih lama, sekitar Juli, tapi ada juga sekolah unggulan seperti SBI (Sekolah Bertaraf Internasional) yang sudah memulai pendaftaran. Malahan tanggal 5-6 Maret ini, calon murid yang sudah dianggap lulus kelengkapan administrasi seperti surat dokter, sertifikat kursus English, dsb., sudah bisa mengikuti test masuk.
Semua itu soal sekolahan, tapi ada juga masalah yang bakal membuat kepala orang tua pusing tujuh keliling. Apa, tuh?
Itu, lho, masalah pubertas anak-anak mereka yang menjelang remaja. Soalnya, si anak sudah mulai berubah struktur hormonalnya di dalam tubuh. Yang tadinya suaranya manis imut-imut buat anak laki, tiba-tiba bisa terdengar meledak-ledak. Soalnya, pita suaranya sudah mulai berubah akibat perkembangan hormon tadi.
mulai seneng menyendiri, cepat tersinggung [Foto ilustrasi: Istimewa]Lantas, apa yang Anda perlu ketahui dari perkembangan anak Anda sendiri? Nah, setidaknya Anda harus tahu ciri-ciri penting periode pubertas tadi.
Kata "Pubertas" berasal dari kata Latin, yang berarti" usia menjadi orang"; suatu periode di mana anak dipersiapkan untuk mampu menjadi individu yang dapat melaksanakan tugas biologis berupa melanjutkan keturunannya atau berkembang biak. Memang, dalam periode ini terdapat perubahan-perubahan yang bersifat biologis sehingga menunjang pelaksanaan tugasnya. Perubahan-perubahan biologis berupa mulai bekerjanya organ-organ redproduksif itu disertai pula oleh perubahan-perubahan yang bersifat psikologis.
tumbuh jerawat, suara pecah-pecah [Ilustrasi foto: Istimewa]Ciri-ciri periode pubertas, lebih memperjelas arti periode ini. Ciri-ciri tersebut dapat dikelompokkan dalam dua bagian yaitu ciri-ciri utama dan umum, dan ciri-ciri yang erat bersangkutan langsung dengan pertumbuhan dan perkembangan biologis dan psikologis.
Ciri-ciri utama dan umum periode pubertas adalah:
Pubertas merupakan periode transisi dan tumpang tindih. Dikatakan, transisi sebab pubertas berada dalam peralihan antara masa kanak-kanak dengan masa remaja; disebut kanak-kanak tidak tepat, sementara ia belum dapat dikatakan sebagai remaja. Dikatakan tumpang-tindih, sebab beberapa ciri biologis-psikologis kanak-kanak masih dimilikinya, sementara beberapa ciri remaja dimilikinya pula.
Remaja saling ketertarikan [Foto: Istimewa]Pubertas merupakan periode yang sangat singakt karena dialami oleh individu hanya dalam waktu 2 sampai 4 tahun lamannya.
Pubertas merupakan periode terjadinya perubahan yang sangat cepat. Perubahan dari bentuk tubuh kanak-kanak pada umumnya ke arah bentuk tubuh orang dewasa. Terjadi pula perubahan sikap dan sifat yang menonjol, terutama terhadap teman sebaya lawan jenis, terhadap permainan dan anggota keluarga.
Pubertas diistilahkan sebagai "fase negatif" (Charlotte Buhler). Diistilahkan sebagai "fase" sebab waktunya demikian singkat dalam kurun waktu garis kehidupan. Disebut "negatif" sebab terdapat sikap dan sifat-sifat negatif yang belum terlihat dalam masa kanak-kanak.