Mei 1998 di Kompleks DPR [Foto: Istimewa]Kesal, macet dan anarkis, mungkin hal itulah yang terlintas di benak kita saat mendengar akan ada aksi demo esok hari. Namun bagi sebagian supir Metromini, mendengar akan ada aksi demo, itu bisa bertanda berkah bagi mereka. Pasalnya, kendaraan mereka sering di carter oleh pendemo ke lokasi sasaran.
"Saya senang kalau ada demonstrasi, "ujar Mandra Purnama (39) yang berprofesi sebagai supir Metromini. Kesenangan Mandra ini bukannya tanpa alasan, pasalnya setiap ada demonstrasi, kendaraanya selalu menjadi langganan sewa mahasiswa yang berlokasi di Depok hingga Pasar Minggu.
Sering disewa sejak 1998 [Foto: Novriyadi]Menurut Mandra, ia sudah menerima carter mobil untuk demo sejak 1998. Soalnya, tawaran sewanya menggiurkan, makanya ia tak pernah menolak mengangkut pendemo.
Untuk sekali carter Mandra mematok biaya Rp.450 ribu, harga tersebut belum termasuk uang bensin. Dengan mematok harga tersebut sebenarnya, Mandra sudah untung, pasalnya dalam sehari narik bis ia hanya mendapatkan uang Rp. 200 ribu. " Kalo narik mobil capek udah gitu dapet uangnya sedikit lagi, kalau di carter'kan hasilnya lumayan," kata Mandra.
Foto: NovriyadiLalu bagaimana jika ada kerusakan mobil saat demo? Mandra menjawab, jika ada kerusakan biasanya mahasiswa yang akan menggantinya. Hal tersebut memang sudah menjadi perjanjian antara pendemo dan supir sebelum di carter. "Mobil saya baru dua kali kacanya pecah, dan itu selalu diganti oleh mahasiswa,"ujar Mandra.
Foto: NovriyadiMenurut pria asli Betawi ini, ia beserta mobilnya pernah ikut ditahan di kantor polisi karena pendemo yang dibawa olehnya pada anarkis,"Saya waktu itu ditahan semalam di kantor polisi untung akhirnya dibebaskan," ujar Ayah dua anak ini.
Foto: IstimewaHubungan antara pendemo dan supir Metromini memang saling menguntungkan satu sama lain. Bagi pendemo, ia bisa diantar ke tempat yang dituju sedangkan bagi supir tentunya bisa mendapatkan uang. Hal tersebut juga diamini oleh Fahri (20) Mahasiswa UI Depok. Menurutnya, kehadiran supir Metromini sangat membantu untuk melakukan aksi demonstrasi. "Kita sangat butuh mobil carteran, karena kita'kan nggak mungkin jalan kaki ke tempat lokasi demo," kata Fahri.
Fahri juga mengatakan, dana yang diperolehnya untuk menyewa mobil didapat dari uang kas organisasi atau dari hasil patungan teman-temannya. "Kalau bisa harga carter mobil dipermurah sedikit, kita kan mahasiswa belum punya penghasilan," ujar Fahri.