CSR

Wirausaha Muda Mandiri: Apresiasi untuk Wiraswastawan Muda
Written by Djoened   
Thursday, 28 January 2010 13:07

Program Penghargaan Wirausaha Muda Mandiri 2009Program Penghargaan Wirausaha Muda Mandiri 2009Ini pertanyaan gampang, tapi butuh keberanian buat menjawabnya: "Apakah yang akan Anda lakukan begitu selesai kuliah?

A) Bekerja di perusahaan swasta/intansi pemerintah; atau,

B) Membuka usaha sendiri dan menjadi wirausahawan?"

Tak perlu menunggu lama, dan tak pakai pikir dua kali, pasti jawaban A) terbanyak dicontreng. Betul, kan?

Kenyataannya, hingga hari ini, jumlah wirausahawan di Indonesia baru sekitar 0,18% (atau 800 ribu orang) dari total populasi penduduk yang mencapai 230 juta jiwa. Itu pun cuma sekitar 300 ribu saja yang benar-benar menjadi wiraswasta; selebihnya "abu-abu".

Padahal, sebuah negara dianggap ideal jika memiliki wiraswastawan 2% dari total penduduk. Artinya, Indonesia masih membutuhkan sekitar 4,6 juta orang wiraswastawan lagi.

Nah, besarnya potensi "ceruk" profesi wiraswasta atau wirausaha iniah yang diapresiasi oleh Bank Mandiri dengan memberikan Penghargaan Wirausaha Muda Mandiri (WMM).

 Ini merupakan salah satu program CSR (Corporate Social Responsibility) yang sudah dimulai Bank Mandiri sejak 2006, sebagai wujud kepedulian terhadap pengembangan UMKM yang, terbukti di saat krismon silam, mampu tampil menjadi salah satu pilar dan penyelamat perekonomian Indonesia.

"Bentuk CSR hendaknya bukan sekadar membagi-bagi bahan kebutuhan pokok, meskipun hal itu juga penting bagi masyarakat. Wirausaha Muda Mandiri adalah program CSR yang jauh fundamental dalam membangun bangsa," simpul Wakil Presiden Boediono, saat berbicara di hadapan sekitar 4.000 mahasiswa dari 42 universitas negeri dan swasta yang menghadiri penganugerahan WMM 2009, Jumat (22/1), di Jakarta Convention Center.

Melahirkan Pengusaha Baru

Program WMM dilakukan Bank Mandiri bekerjasama dengan beberapa perguruan tinggi di seluruh Indonesia sebagai upaya penciptaan pengusaha baru. Para mahasiswa diajak untuk mengenali dan merealisasikan peluang bisnis melalui program edukasi tersebut.

Untuk tahun 2009, sebanyak 1.706 peserta dari 125 perguruan tinggi di 27 provinsi di Indonesia ikut ambil bagian. Dan, belakangan, 12 wirausahawan di antaranya didaulat sebagai pemenang. Mereka terbagi dalam tiga kategori bidang usaha (industri & jasa, boga, kreatif), yang mewakili mahasiswa Diploma dan Sarjana, serta mahasiswa Pascasarjana dan Alumni.

Sebelumnya, para pemenang dipastikan pula telah melalui masa penyeleksian selama tiga bulan; yang diawali dengan pendaftaran di sembilan titik pelaksanaan: Medan, Palembang, Jabodetabek, Bandung, Semarang , Surabaya, Banjarmasin, Makassar dan Denpasar.

"Program WMM sekaligus merupakan wujud komitmen dari Bank Mandiri untuk membantu Pemerintah menumbuhkan sektor Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM), serta mengurangi pengangguran dan menyerap tenaga kerja," ujar Direktur Micro & Retail Banking Bank Mandiri, Budi G. Sadikin.

Transaksi di Bank  MandiriTransaksi di Bank MandiriSelama ini, para mahasiswa cenderung memprioritaskan bekerja di perusahaan setelah lulus kuliah. Karena itu, tak mengherankan, jika keterbatasan lapangan pekerjaan mengakibatkan lebih dari satu juta orang tamatan S1 hingga S3 menganggur.

 "Melalui program WMM, kami berharap, akan timbul perspektif baru di kalangan mahasiswa untuk menciptakan lapangan kerja dibanding mencari pekerjaan," tambah Budi.

 Kita tahu, kesempatan untuk bekerja di sektor formal sangatlah terbatas. Lapangannya pun tidak lagi mampu mengakomodir semua lulusan perguruan tinggi. Maka, menjadi wirausahawan merupakan pilihan, sekaligus keharusan, terlebih di dalam kondisi ekonomi yang tidak menentu.

Bank Mandiri menjadikan WMM sebagai bagian dari program transformasi, yang ditargetkan mampu menjaring lebih dari 1.000 wirausahawan baru. Dalam program ini, Mandiri tidak hanya sekadar memberikan dukungan pembiayaan, namun juga pendampingan untuk meningkatkan kapabilitas wirausahawan dan calon wirausahawan.

 "Ini kebanggaan bagi Mandiri dan bangsa Indonesia yang memiliki generasi muda kreatif dan mampu mandiri. Apabila kita dapat menciptakan setidaknya 2% entrepreneur dari total penduduk Indonesia, maka negara yang makmur akan terwujud," ujar Direktur Utama Bank Mandiri Agus Martowardojo.

Lebih lanjut, Agus berharap, "Program WMM, yang sudah memasuki tahun keempat, bakal menancapkan kakinya di dunia usaha, yang terbukti dapat menggerakkan ekonomi masyarakat sekitar."

Berani "Belepotan"

Bagi Wakil Presiden Boediono, gambaran seorang wirausaha dalam persepsi masyarakat harus dibenahi. Bukan sekadar orang yang berdasi dan berpakaian rapi, "Tapi orang yang berani mengambil kerugian, beban dan manfaat untuk bisa sukses. Berani belepotan."

Di hadapan sekitar 4.000 mahasiswa dari 42 universitas negeri dan swasta yang menghadiri penganugerahan WMM hari itu, Wapres bahkan menawarkan agar pelajaran kewirausahaan diajarkan di sekolah menengah tingkat atas. Jika kurikulum itu berhasil dilaksanakan di perguruan tinggi, pasti bisa pula dilanjutkan di tingkat yang lebih bawah. "Kalau kurikulum cocok, kita bisa lakukan," tambahnya.

Boediono pun mengamini, bahwa kehadiran wirausaha bisa mendorong pertumbuhan ekonomi. "Wirausaha bisa menggerakkan ekonomi. Semakin banyak (wirausaha), semakin kuat perekonomian."

 Ujung-ujungnya, separo bercanda, ia mengungkap, "Seandainya pada waktu saya muda ada program Wirausaha Mandiri, saya barangkali tidak menjadi menteri atau wapres. Tampaknya memang jauh lebih enak menjadi pengusaha daripada jadi pejabat!"

Modul Kewirausahaan
Sebagai kelanjutan pengembangan program WMM, Bank Mandiri bersama enam PTN (Universitas Indonesia, Institut Pertanian Bogor, Institut Teknologi Bandung, Universitas Padjajaran, Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya dan Universitas Gadjah Mada) meluncurkan pula Modul Kewirausahaan.

Modul ini diharapkan dapat digunakan sebagai salah satu referensi pada mata kuliah Kewirausahaan di perguruan tinggi di seluruh Indonesia. "Tidak harus satu mata kuliah khusus wirausaha. Tapi, semua yang terkait keberanian, kemampuan menghitung risiko, atau apa saja; bisa," ujar Rektor Universitas Gadjah Mada, Sujarwadi.

Menurut Sujarwadi, hal-hal penting yang perlu dimiliki seorang wirausaha adalah kreativitas dan inovasi. So, di dalam modul tersebut, mahasiswa dapat mempelajari soft skill yang dibutuhkan – seperti bagaimana membangun character building, dan juga praktik teknis yang meliputi games dan simulasi melakukan usaha.

Sementara, Rektor Universitas Padjadjaran, Ganjar Kurnia, menambahkan, yang terpenting yang ingin dituju Modul Kewirausahawan adalah menimbulkan perilaku wiraswasta.

Suasana Penganugerahan Wirausaha Muda mandiriSuasana Penganugerahan Wirausaha Muda mandiri

"Bagaimana menggunakan pikiran untuk menciptakan sesuatu yang baru. Bidang apa pun bisa; termasuk birokrat, seperti perilaku risk taking. Itulah yang diarahkan kurikulum ini," jelas Ganjar.

Diharapkan, workshop tersebut dapat memberikan pencerahan dan pengarahan kepada 6.117 peserta, yang merupakan mahasiswa dari 125 PTN/PTS di sembilan kota besar di Indonesia.

Para pemenangPara pemenangProgram WMM 2009 juga dirangkaikan dengan Expo Wirausaha Mandiri, yang hari itu dibanjiri ribuan pengunjung. Mereka serba tercengang menyaksikan deretan omzet yang berhasil dicetak sejumlah wirausahawan muda. Deretan angka berkisar puluhan juta sampai miliaran rupiah itu terpampang di sebuah layar lebar di tengah arena, hingga siapa pun dapat langsung melihat.

Para pengunjug malah rela mengantre demi mencicipi makanan, minuman, atau sekadar melihat produk-produk yang dipamerkan. Kebab Turki Babarafi, Tela Krezz, Sheikkebab, Pisang Ijo, Bakso Malang Kota Cak Eko, Piramizza, dan gerai usaha pakaian, merupakan stand-stand yang paling ramai diserbu pengunjung.

Para wirausahawan di expo tersebut juga menawarkan bisnis kerjasama; baik dalam bentuk mitra usaha, franchise, maupun agen pemasaran. Tak pelak, ribuan transaksi langsung bergulir hari itu. Satu bukti bahwa bisnis UMKM emang kagak ada matinye!