
Bank Danamon: Danamon PeduliSerba semrawut, kumuh, becek, sumpek, berbau tak sedap, dengan tingkat keamanan yang minim....
Mungkin seperti itulah image yang melekat pada pasar tradisional. Namun, justru di sanalah ratusan pedagang kecil dan masyarakat pembeli beraktifitas. Tak heran jika pasar tradisional, hingga kini, masih menjadi pusat perekonomian paling potensial di berbagai tempat.
”Benturan” antara kepentingan dan kondisi real dari pasar-pasar tradisional yang serba memprihatinkan itulah yang belakangan jadi fokus kerja Yayasan Danamon Peduli.
“Kalau hanya membersihkan sarana-sarana di pasar tradisional – seperti MCK, lapak jualan, dan infrastruktur lainnya – tidak akan membantu memperbaiki kondisi pasar secara sistematis. Jadi, kami memulai entry point dengan mengolah sampah pasar menjadi pupuk organik berkualitas tinggi untuk didistribusikan kepada para petani,” ujar Risa Bhinekawati, Executive Director Yayasan Danamon Peduli.
Aplikasi BioaktivatorMaka, bekerjasama dengan pemerintah daerah setempat, serta menggandeng komunitas sejenis, Yayasan Danamon Peduli menggalang Program Nothing Wasted Danamon Go Green sejak 2007. Konsentrasi mereka terfokus pada peningkatkan kondisi kesehatan, kebersihan dan kehidupan ribuan masyarakat dengan memberikan manfaat sosial ekonomi bagi komunitas pasar tradisional serta petani yang berkesinambungan.
Dalam pelaksanaannya, tim Nothing Wasted tersebut berbagi tugas. Yayasan Danamon Peduli menyediakan desain proyek, bangunan, mesin, modal kerja selama satu bulan, pelatihan manajemen dan operasional pembuatan kompos, uji laboratorium, serta pemantauan dan evaluasi program.
Sementara pemerintah daerah memberikan komitmen dengan memasukkan program ke dalam rencana strategis. Pemda juga harus bertanggungjawab akan kesinambungan program tersebut dengan menyediakan lahan di pasar, menunjuk pejabat terkait, menyediakan tenaga kerja yang akan dilatih, serta dana operasional setelah unit percontohan.
Beberapa tahap pengolahan
***
Pemilahan di Unit KomposPilot project Program Nothing Wasted Danamon Go Green adalah Pasar Ciputat, Tangerang. ”Sebenarnya sampah di sana sangat banyak. Tapi, lahan yang tersedia hanya sedikit. Jadi, penanganan masalah sampah di Pasar Ciputat itu sangat-sangat kompleks,” tambah Risa Bhinekawati. Namun, dari situlah Risa dan timnya banyak belajar.
Hingga akhir 2009, “Danamon Go Green” telah direplikasi pada sekitar 750 pasar di 31 kabupaten/kotamadya di seluruh Indonesia – dan 29 kabupaten/kota diantaranya terus melaksanakan program tersebut secara kontinyu. Sejauh itu, menurut Risa, mereka telah berhasil mengkonversi 483 ton sampah pasar menjadi 176 kompos organik berkualitas tinggi yang dapat mengurangi penggunaan pupuk buatan dan mendukung praktik bertani yang ramah lingkungan.
BBC World Challenge 2009Atas jerih-payah tersebut, program kompos sampah pasar Nothing Wasted Danamon Go Green diganjar penghargaan runner-up pertama dalam BBC World Challenge 2009, sebuah kompetisi tingkat dunia untuk program inovatif yang memberikan pemecahan masalah di masyarakat, utamanya program-program Go Green. Penyelenggaranya adalah BBC World News dan Newsweek, bekerjasama dengan Shell.
Nothing Wasted Danamon Go Green merupakan satu-satunya program yang mewakili Indonesia dalam kompetisi prestisius yang pengumumannya sudah dilakukan 5 Desember silam di Belanda. Dua peraih penghargaan lainnya adalah A Bright Idea’ (Safe Bottle Lamp Project) dari Sri Lanka, dan Fungi Town (BTTR Ventures) dari AS.
”Ketiga progam tersebut terpilih dari 900 program pengembangan masyarakat sedunia, dan kami menjadi satu-satunya program CSR Bank di antara 12 finalis,” jelas Risa.
***
BBC World Challenge 2009 hanyalah satu dari sejumlah penghargaan yang pernah diraih Yayasan Danamon Peduli dalam mengimplementasikan program-program CSR (Corporate Social Resposibillity) mereka.
Sebelumnya Yayasan Danamon Peduli lebih dulu memperoleh “Penghargaan Implementasi Tanggung Jawab Sosial Perusahaan Terbaik 2008” dari National Center for Sustainability Reporting (NCSR) dan Metro TV MDGs, serta Recognition Awards 2008 untuk kategori menanggulangi kemiskinan dan kelaparan dari United Nations Millennium Campaign Indonesia dan Metro TV.
Yayasan Danamon Peduli resmi dibentuk PT Bank Danamon Indonesia, Tbk dan PT Adira Dinamika Multifinance, Tbk, pada 17 Februari 2006. Namun, aktifitas program Danamon Peduli sudah dimulai dari tahun 2001. Dan, sejak 2004, lebih memusatkan perhatian pada program-pogram yang dipelopori komunitas (community-driven development) serta proyek-proyek berkelanjutan yang menekankan partisipasi relawan.
Pada 2010 nanti, Yayasan Danamon Peduli siap menggelontorkan dana untuk program-program CSR sebesar Rp 12 miliar, naik sekitar 20% dibanding anggaran 2009.
"Budget CSR kami tahun ini memang lebih rendah dibanding tahun 2008 karena kita mengalami krismon. Tapi, untuk tahun depan, budget Yayasan Danamon Peduli kembali kami tingkatkan menjadi Rp 12 miliar," ujar Risa Bhinekawati.
Pengalokasian anggaran paling besar (Rp 6,7 miliar), menurut rencana, akan dialokasikan untuk pembangunan infrastruktur kesehatan dan kebersihan. Kemudian Rp 1 miliar untuk mengolah kompos sampah pasar menjadi pupuk organik (program Danamon Go Green) dan pengembangan manajemen, biaya operasional dan audit Rp 2 miliar, serta sisanya (Rp 400 juta) untuk dana tanggap bencana.
|
“Pucuk di cinta ulam tiba”. Yayasan Danamon Peduli memberikan solusi yang benar-benar dibutuhkan oleh Kabupaten Purbalingga. “Unit kompos Danamon Peduli menyelesaikan masalah sampah di sumbernya, sehingga tidak perlu dibuang ke TPA. Sampah yang biasanya merupakan masalah besar di pasar tradisional, bisa kami olah menjadi pupuk organik yang dapat membantu pertanian organik yang sedang kami kembangkan. “Program ini juga sesuai dengan visi kami untuk membangun pasar tradisional yang dikelola secara modern. Kami akan usahakan agar unit dapat berkembang, di mana setiap tahun kami akan menyediakan dana untuk pengembangan pupuk organik lokal, untuk kemudian dibagikan secara gratis kepada kelompok-kelompok tani yang tanahnya sudah mengalami degradasi kesuburan.” |
|
“Terimakasih kepada Yayasan Danamon Peduli. Program kompos Danamon Peduli telah membantu Kabupaten Probolinggo meraih Otonomi Award bidang Lingkungan Hidup dari Jawa Post Institute Pro Otonomi.” |
|
Alhamdulillah, terimakasih kepada Yayasan Danamon Peduli. Tahun ini Kota Purwodadi, Grobogan, mendapatkan penghargaan Anugerah Adipura. Hal ini tidak lepas atas atensi Danamon Peduli. |
Laporan: Firman