
Drinking Water gratis di Terminal 3 Bandara Soekarno Hatta/ Foto: SafariSIANG ITU pukul 12.00 WIB di awal bulan Maret 2009. Matahari sangat terik di Jakarta atau tepatnya di Bandara Soekarno Hatta. Teriknya begitu menyengat membuat sejumlah orang yang berlalu-lalang merasakan dahaga. Tidak terkecuali penumpang pesawat yang baru saja terbang dan mendarat di Terminal 3 Bandara Soekarno Hatta.
Satu diantara penumpang pesawat yang baru saja tiba di Terminal 3 Bandara Soekarno Hatta langsung mendekati area publik di terminal tersebut. Yang dicari adalah drinking water gratis. Kebetulan siang itu, drinking water sedang sepi dari peminat.
Pria itu langsung menyorong mulutnya di kran tombol yang terbuat dari stainles. Glek..glek...hah...Plong rasanya. Setelah beberapa kali meneguk air, pria yang membawa beberapa tas tersebut langsung ngeloyor menunggu bis Damri yang telah menunggu penumpang keluar bandara.
Itu adalah pemandangan baru di terminal 3 Bandara Soekarno Hatta, sekaligus menjadi fasilitas tambahan yang sangat membantu. Mengapa, karena di dua area yakni area publik dan area meeting point ada fasilitas drinking water gratis yang diberikan pengelola Terminal 3 Bandara Soekarno Hatta.
Terminal 3 Bandara Soekarno Hatta sejak diresmikan pada tanggal 28 April 2009 ini memamg memiliki segudang fasilitas untuk memanjakan pengguna bandara ini. Satu diantara fasilitas itu adalah drinking water yang setiap harinya menghabiskan 1 kubik air.
Terminal 3 Bandara Soekarno Hatta/ Foto: SafariMenurut Prima Diansyah, Junior Enginering Manager Terminal 3 Bandara Soekarno Hatta, disediakannya drinking water gratis di Terminal 3 Bandara Soekarno Hatta untuk memanjakan orang - orang yang menggunakan jasa Bandara Soekarno Hatta. Saat ini baru tersedia dua unit drinking water dari rencana empat unit yang akan disediakan pengelola.
"Saat ini drinking water cocok untuk Terminal 3. Justru alat yang ada sekarang masih kurang karena banyak penumpang baik yang datang maupun berangkat yang menggunakan fasilitas drinking water gratis," kata Prima Diansyah kepada TNOL.
Bahkan pada hari Sabtu - Minggu atau hari libur banyak penggguna Terminal 3 Bandara Soekarno Hatta yang menggunakan fasilitas drinking water gratis. "Alat Drinking Water itu buatan dalam negeri," sambung Prima.
Saat ditanya, apakah fasilitas drinking water gratis cocok dengan kondisi Terminal 3 Bandara Soekarno Hatta yang diperuntukkan untuk kalangan menengah atas. Prima mengatakan, "Yang menggunakan fasilitas drinking water gratis semua kalangan. Jadi yang menggunakan fasilitas itu bukan berasal dari kalangan tertentu saja," paparnya.Prima mengakui, Terminal 3 Bandara Soekarno Hatta memang menerapkan konsep mall. Sehingga tidak hanya tempat transit antara penumpang saja yang bisa menggunakan terminal tersebut. Pengantar pun bisa menikmati berbagai gerai - gerai yang ada di Terminal 3 Bandara Soekarno Hatta, seperti busana dan kuliner.
"Jadi semua tenant yang berada disini merupakan pilihan. Mungkin banyak yang mengira harga barang - barang disini mahal. Padahal jika dibandingkan dengan diluar harga di sini lebih murah," jelasnya.
Untuk harga Donat J.Co saja bisa lebih murah dibanding harga Donut di J.Co Slipi Jakarta Barat. Memang pengelola meminta harga barang - barang yang ada di bandara harus disesuaikan dengan harga barang - barang di luar. Bahkan bila perlu harus lebih murah dari harga yang diluar.
Saat ini sudah ada beberapa restoran dan cafe yang beroperasi di Terminal 3 ini. Jadi bila pengguna Terminal 3 Bandara Soekarno Hatta lapar bisa langsung mengisi perutnya di J.CO, Baso Ino, Puff Beard Papa atau Circle K.
Fasilitas lengkap
Suasana di Terminal penuh aktivitas/ Foto: SafariSelain menyediakan berbagai macam gerai busana dan kuliner, Terminal 3 Bandara Soekarno Hatta juga menyediakan fasilitas penarikan uang. Ada beberapa ATM yang sudah beroperasi diantaranya, Bank Mandiri dan Bank Panin. Sementara bagi pengguna Terminal 3 Bandara Soekarno Hatta yang suka browsing internet, pengelola juga menyediakan FREE WIFI. Desain Terminal 3 Bandara Soekarno Hatta memang futuristik. Sinar matahari bisa langsung menyinari ruangan hingga bisa menghemat listrik.
Tersedianya tempat duduk yang banyak dan lingkungan yang asri juga menjadikan para penumpang betah dalam menunggu jam keberangkatannya. Di dalam terminal sengaja didesain agar alur penumpang datang dan pergi bertemu di commercial area. Setelah check-in di ruangan seluas 2.231 meter dengan 30 counter check-in, penumpang langsung memasuki areal komersial. Begitu juga penumpang yang datang, jalurnya ke areal yang sama. Areal komersial ini memiliki 4 modul dengan luas 3.200 meter.
"Tak hanya penumpang, pengantar, penjemput atau masyarakat umum juga dapat masuk ke area komersial. Hanya saja, untuk masyarakat umum memasuki pintu di samping pintu keberangkatan. Mereka tetap diperiksa oleh petugas dengan dilengkapi peralatan X-Ray," papar Prima.
Terminal 3 yang dibangun sejak 2006 ini memang mengikuti konsep Bandara Changi Singapura. Terminal 3 seluas 30 ribu meter persegi ini direncanakan bisa menampung pergerakan penumpang transportasi udara hingga 4 juta penumpang per tahun. Disediakan 300 troli secara gratis dan sama sekali tak ada porter.