Sosial

38.300 Orang Serbu EPIF 2010

User Rating: / 0
PoorBest 

Written by Subhan Hardi/ Safari Sidakaton

Saturday, 06 March 2010

There are no translations available.

Suasana pameran EPIF 2010/ Foto: SafariSuasana pameran EPIF 2010/ Foto: SafariSEBANYAK 38.300 orang memadati Pameran Eco-products International Fair (EPIF) 2010 yang berlangsung di Jakarta Convention Centre (JCC), Jakarta Pusat. Jumlah ini terdata sampai hari kedua (Jumat, 5/3) dan akan terus bertambah pada saat memasuki hari Minggu (7/3).

Para pengunjung yang datang berasal dari berbagai kalangan dari mulai siswa sekolah sampai para eksekutif untuk melihat perkembangan 'teknologi hijau' yang dipamerkan di ajang ini.

Menurut Public Relation EPIF Agam Alamsyah, hari pertama pengunjung berkunjung berjumlah 19.458 orang. Sementara pada hari kedua mencapai 18.794 orang.
"Untuk hari ketiga ini belum terdata karena jumlah dari registrasi belum dihitung," kata Agam kepada TNOL Sabtu (6/3).

Pada Pameran EPIF ini, sebuah stand berasal dari Jepang sejak pembukaan (4/3) sampai hari kedua (5/3) gencar menyosialisasikan kampanye 'hijau' dengan mengajak para pengunjung untuk mendengarkan program-program pabrikan itu di depan stand. Dengan dipandu sejumlah pembicara, para pengunjung mendapat suguhan menarik tentang pentingnya teknologi dan produk-produk yang ramah lingkungan.

Foto: SafariFoto: SafariBambang Dirgantoro, seorang mahasiswa perguruan tinggi ternama Jakarta Timur, mengatakan bahwa ia sangat tertarik dengan pameran-pameran seperti ini karena bisa memperluas cakrawalanya di bidang teknologi. Sebagai mahasiswa jurusan teknik, tentunya pameran ini sangat bermanfaat bagi mahasiswa-mahasiswa seperti dirinya.

"Apalagi yang dipamerkan adalah green technology yang sekarang ini sedang trend seiring dengan merebaknya isu global warming. Otomatis pameran seperti ini dapat meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga kelestarian lingkungan hidup," ujar Bambang.

Pandangan Bambang juga diamini oleh pengunjung lainnya, Dwi, seorang karyawan swasta yang berkantor di daerah Cikini. Menurutnya, pameran ini telah memperkaya wawasannya di dalam memahami lingkungan hidup dan pentingnya menjaga lingkungan.

"Pameran seperti ini harus diperbanyak. Pemerintah dan semua elemen yang memiliki kepentingan di dalam masalah ini harus bergerak meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya menggunakan produk, jasa dan teknologi maju yang ramah lingkungan. Contoh kecilnya saja pentingnya memakai kertas daur ulang dan jangan membuang sampah sembarangan, terutama sampah kantong plastik," katanya.

"Saya saja baru tahu dari pameran ini bahwa sampah plastik baru bisa melebur dalam waktu lebih dari 100 tahun. Nah, coba bayangkan kalau jutaan kantong plastik dipakai oleh penduduk di Indonesia, butuh berapa tahun plastik itu melebur," tambahnya.

Salah satu stand/ Foto: SafariSalah satu stand/ Foto: Safari"Pemakaian teknologi dan produk yang berwawasan lingkungan adalah langkah yang tidak boleh ditunda-tunda jika kita ingin menyelamatkan bumi kita," lanjutnya.

Sebetulnya, kampanye 'hijau' bukan hal baru di Indonesia. Namun, sosialisasi yang dilakukan tidak terlalu gencar sehingga banyak masyarakat yang tidak tahu dan sedikit sekali yang tergerak untuk mengambil langkah memelihara lingkungan.

Maka lewat inisiatif yang dilakukan Kamar Dagang Indonesia (KADIN Indonesia) bekerjasama dengan Asian Productivity Organization (APO) serta Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi, EPIF 2010 dapat menjadi langkah yang signifikan bagi tumbuhnya kesadaran masyarakat di dalam menjaga lingkungannya.

Pameran ini juga mendorong para pelaku usaha agar dalam menjalankan setiap kegiatan usahanya selalu memperhatikan lingkungan hidup agar bisa bersaing di pasar global. Pemanfaatkan teknologi ramah lingkungan dan menghasilkan green products dapat memperkuat eksistensi perusahaan dan mendorong perusahaan agar tetap berkembang.

Tentang EPIF

Eco-products International Fair (EPIF) adalah Pameran dan Konferensi Lingkungan Hidup terbesar di Asia yang telah digelar sejak 2004. Pertama kali digelar di Malaysia (2004) selanjutnya Thailand (2005), Singapore (2006), Vietnam (2008), Filipina (2009). Indonesia menjadi tuan rumah yang ke-enam dan India akan menjadi tuan rumah EPIF 2011.

EPIF dimotori oleh Asian Productivity Organization (APO) dan Para Pengusaha Jepang yang tergabung dalam Green Productivity Advisory Committee (GPAC) dengan tujuan memperkenalkan produk ramah lingkungan; memperkenalkan teknologi dan jasa serta infrastruktur sosial yang mendukung program mitigasi perubahan iklim di dalam rangka mengurangi efek rumah kaca.


Twitter Facebook Digg Technorati