Activities

Awalnya 'Penikmat' Alkohol, Hendrawan Mantap Berjugling
Written by Subhan Hardi/ Novriyadi   
Saturday, 06 March 2010 13:12
Hendra meracik beragam cocktail/ Foto: NovriyadiHendra meracik beragam cocktail/ Foto: NovriyadiCome on guys.... Please claps your hand....

Teriakan itu datang dari I Made Hendrawan kepada penonton, untuk menyemangati dirinya ketika ber-jugling dalam sebuah kompetisi bartender di Brewhouse Senayan City, Jakarta. Tak lama berselang, atraksi akrobatik melempar cocktails shakers dan botol liquor pun dipertontonkan Hendra dengan sangat baik.

Malam itu tanggal (2/3) lalu, penonton yang menyaksikan aksi Hendrawan memang dibuat kagum dan terperangah. Bagaimana tidak, kemampuan flair (gerakan akrobatik memainkan botol minuman) Hendra begitu terukur dalam ajang kompetisi bartender yang digelar. Bayangkan saja, saat itu ia tidak melempar hanya satu botol. Tetapi empat botol sekaligus dilempar secara bersamaan. Sekilas, atraksi lelaki bertubuh gempal ini bak sebuah acara sirkus. Seru banget...

Suasana brewhouse saat itu memang cukup ramai, Crowd terlihat menyesaki ruangan sebesar kira-kira 5x10 M. Pengunjung yang kebanyakan 'penikmat malam' ini tak hanya datang dari Jakarta, tetapi ada juga yang datang dari Bandung, Cirebon bahkan Yogyakarta.

"Saya belajar menjadi bartender sejak tahun 1999" ujar Hendra kepada TNOL.

Aksi Jugling Hendra memukau/ Foto: NovriyadiAksi Jugling Hendra memukau/ Foto: NovriyadiMenurut pria yang memiliki tato di lengan kanan ini dunia bartender begitu melekat dalam dirinya. Hal itu bermula karena dia memang penenggak minuman beralkohol alias tukang mabuk. Melihat perilaku Hendrawan yang tidak baik, Ayah Hendrawan pun mengarahkan dirinya untuk menjadi bartender.

Bartender adalah seseorang yang menyediakan minuman di balik sebuah bar, pub, atau tavern. Biasanya berhubungan dengan minuman beralkhol, seperti bir, baik draft wine dan cocktail. Begitu pula dengan minuman soda atau minuman non-alkohol lainya.

Di mata Hendra menjadi seorang bartender adalah profesi yang mengasyikan sekaligus menantang. Kenapa? Menjadi seorang bartender seperti menjadi seorang artis, karena kehadiran bartender sangat dicari oleh pengunjung saat di klub, katanya.

"Orang kalau di klub pasti butuh minuman dan alangkah senangnya jika minuman yang diracik mendapat pujian dari costumer," jelas Hendra.

Ayah dua anak ini mengaku, dirinya belajar menjadi bartender secara otodidak. Dia hanya belajar dari rekaman video dan melihat bartender lain. Menurutnya, kemampuan menjadi bartender adalah anugerah yang diberikan Tuhan kepadanya.

Meski begitu Hendra mengingatkan, bahwa tak gampang menjadi bartender handal. Kursus, hanyalah untuk mengetahui teknik dan pengetahuan dasar. Selanjutnya apakah orang tersebut akan jadi bartender hebat, tergantung bakat dan kemauan. "Bakat dan ketrampilan menjadi bagian penting. Namun latihan akan mempengaruhi kemampuan," ungkapnya bersemangat.

Bartender, pada dasarnya harus menguasai dua hal. Pertama adalah flairing, yaitu meracik minuman dengan jugling. Kedua, mixiologi, yaitu kemampuan mengoplos minuman sendiri dengan taste yang memikat. Untuk menguasai dua hal tersebut, seorang bartender butuh berlatih, mengasah taste dan terus menerus belajar serta berkomunikasi antar bartender.

Sebagai seorang yang profesional, Hendra pernah merasakan asam garamnya dunia bartender. Dahulu saat baru-baru belajar menjadi bartender dirinya sering diprotes oleh pengunjung perihal rasa minumannya. Complain tersebut tak membuatnya patah semangat. Justru, semakin membuatnya termotivasi untuk membuat minuman yang enak dengan citarasa 'membakar.'

Diminati Orang Muda

Racik terus.../ Foto: NovriyadiRacik terus.../ Foto: NovriyadiBelakangan ini banyak remaja yang mencoba menggeluti dunia bartender. Lihat saja saat pelaksanaan kompetisi bartender di Brewhouse, dari 50 peserta yang mengikuti kompetisi. Sebagian besar didominasi para remaja yang masih duduk dibangku kuliah.

Menurut Hendrianto Ario (20), dirinya tertarik 'menjajal' dunia bartender karena profesi tersebut menjajikan. Bayangkan saja, gaji bartender yang bekerja di kapal pesiar bisa mencapai 40 juta dalam sebulan. "Tetapi untuk saat ini saya hanya menjadikan bartender sebagai hobi. Tapi, ke depannya saya pasti akan serius," ujar mahasiswa jurusan Perhotelan ini mantap.

Terkait tren, Ario mengaku memang tak sedikit orang yang belajar menjadi bartender hanya sekedar mengikuti tren. Bukan karena mencitai dunia bartender itu sendiri. "Biasanya orang seperti itu dengan sendirinya akan cepat bosan," ucapnya.

Banyak orang menganggap bahwa profesi bartender identik dengan mabuk-mabukan. Mengenai hal itu, Ario mengatakan tidak semua bartender pemabuk. Tapi, memang suka meminum alkohol.

"Bedanya pemabuk dengan peminum adalah, kalau pemabuk minum alkohol untuk mabuk, tetapi peminum adalah meminum alkohol untuk mengetahui rasanya," ujarnya memberi alasan.