Kuliner

Rumah Makan Solo, Nikmati Hidangan Sambil Lirik Batik

User Rating: / 0
PoorBest 

Written by Nopiyanti

Thursday, 07 April 2011

Rindu masakan dan makanan Solo? Datang ke Rumah Makan Solo. Tak cuma makan, Anda pun bisa lihat membatik.

KANGEN makan makanan daerah? Nggak perlu ke daerah tersebut! Cukup dengan mendatangi rumah Foto: NopiyantiFoto: Nopiyantimakan yang menyajikan hidangan makanan tradisional asli daerah setempat, nikmatnya pun tak terkalahkan. Begitupun jika ingin menikmati hidangan asli Solo, datangi saja Rumah Makan Solo di kawasan Jeruk Purut, Jakarta Selatan; nikmatnya serasa benar-benar makan di Solo!

Suasana di Warung Solo (Foto: Nopiyanti)Suasana di Warung Solo (Foto: Nopiyanti)Nggak percaya? Yuk, sambangi rumah makan ini. Nggak cuma hidangan dan tempatnya yang membuat kita serasa di Solo, tapi suasananya pun serasa di rumah. Perhatikan meja makan yang terbuat dari mesin jahit, sangat unik dan menarik. Bagian atasnya diganti dengan marmer untuk menata makanan.

Di sini, para penggemar kuliner yang tak cuma orang Solo maupun orang Solo yang kangen dengan masakan kota tersebut bisa langsung menikmati berbagai menu kesukaannya. Mulai dari nasi liwet, timlo, arem-arem ceker, salad solo, nasi ayam bakar, es degan gulo jowo dan lain-lainnya.

Nasi Ayam Bakar (Foto: Nopiyanti)Nasi Ayam Bakar (Foto: Nopiyanti)Bagi yang menyukai hidangan yang menyegarkan, bisa memilih salad solo yang merupakan racikan segar dari kentang, wortel, daun selada dan daging. Rasa manis salad ini berasal dari kuah salad, sementara segarnya salad dari wortel dan daun selada. Sementara bagi mereka yang ingin  menikmati makanan berkuah, bisa memilih timlo.

Es Gulo Jowo (Foto: Nopiyanti)Es Gulo Jowo (Foto: Nopiyanti)Timlo yang disajikan bersama nasi terlihat menggugah selera. Maklum, nasi beralaskan daun pisang dengan taburan bawang merah dan kentang goreng sangat memikat. Jika belum puas dengan makanan tersebut, dapat beralih ke arem-arem ceker. Meski makanan ini bahan utamanya ceker, namun tetap menarik untuk disantap karena olahannya benar-benar membuat lidah tak henti bergoyang!

Apalagi di atas ceker ditaburi bawang goreng sehingga yang memesan ingin segera menghabiskannya. Tak kalah seru adalah nasi ayam bakar. Ayam bakarnya, benar-benar menggoda sebab dilengkapi rempeyek dan sambal yang begitu nikmat. Sebagai pelepas dahaga, bisa memilih berbagai jenis minuman tradisional.

Membatik (Foto: Nopiyanti)Membatik (Foto: Nopiyanti)Ada es cendol, es jahe, kunir asem, beras kencur, gula asam, es degan jeruk, es degan gulo jawo dan lain-lainnya. Es degan gulo jowo berisikan kelapa muda bercampur gula jawa sebagai pemanis. Penyajian es ini cukup menarik, karena bagian bawah adalah gula jawa. Sedangkan kelapa muda berada dibagian atas sehingga minuman nampak memiliki dua warna. Minuman ini akan menyatu bila diaduk.

Semua makanan dan minuman itu, bisa disantap sambil mendengarkan petikan gitar atau melihat kegiatan membatik yang ada di ruang tersebut. Mengenai batik, Warung Solo memang sengaja mendatangkan langsung  dua pembatik ke tempatnya. Hasil membatik bisa langsung dibeli oleh pengunjung.

Arem-arem Ceker (Foto: Nopiyanti)Arem-arem Ceker (Foto: Nopiyanti)Menurut salah seorang pembatik, Narti, ia dan temannya kerap membatik di kain sutera dan primis.  Harga selembar batik dari kain sutera berkisar Rp. 2 juta, sedangkan dari bahan primis sekitar Rp. 1 juta. “Pembelinya berasal dari orang lokal dan asing,” imbuh Narti. Panjang masing-masing kain adalah 2 meter 70.

Perbedaan kain sutera dan primis, sutera lebih halus kainnya dan primis lebih tebal. Motif yang mereka tawarkan cukup beragam, baik motif bunga maupun parang. Berminat makan ke sini? Nggak rugi kok, bukan cuma perut yang kenyang, mata pun akan kenyang melihat batik-batik cantik!

 
Share to Facebook Share to Twitter Email the article