pufferKITA biasa menyebut ikan ini sebagai Ikan Buntal, karena ikan ini akan menggelembungkan badannya kalau menghadapi bahaya, sehingga terkadang ia jadi terlihat seperti bola. Makanya kita seringkali melihatnya dalam bentuknya yang menggelembung karena terperangkap jaring nelayan, dan sudah mati. Di kalangan nelayan, ikan ini dikenal sebagai ikan beracun, sehingga umumnya akan dilemparkan kembali ke laut jika terjaring. Namun di Jepang, ikan ini dihidangkan sebagai menu makanan yang sangat mahal harganya. Karena ikan ini, bila diolah dengan benar, akan menjadi hidangan seafood yang sangat lezat. Akan tetapi, mengingat pada racun yang dikandung ikan ini, maka tidak banyak restoran yang berani menyajikan menu Ikan Fugu ini.
Bukti bahwa Ikan Fugu ini amat beracun tapi rasanya sangat nikmat adalah ungkapan orang Jepang mengenai ikan ini, yaitu: “Hanya orang bodoh yang mau memakan Ikan Fugu, tapi hanya orang bodoh pula yang tak mau merasakan lezatnya Ikan Fugu.”
Pertanyaannya adalah, mengapa orang Jepang sampai punya ungkapan demikian mengenai ikan ini? Ternyata karena ikan ini adalah ikan yang banyak hidup di perairan Jepang. Dan sampai saat ini, baru orang Jepang yang punya keberanian dan keahlian mengolah serta memakan ikan ini. Di beberapa negara pernah ada restoran yang menawarkan menu ikan beracun ini. Dan hasilnya, koki serta pengunjung yang memakannya jadi yakin bahwa ikan itu memang benar-benar beracun. Sebagian besar dari mereka dikirim ke rumah sakit dalam keadaan sekarat, dan sebagian yang lain dimakamkan.
Ada apa sebetulnya dengan Ikan Fugu alias Ikan Buntal alias Blowfish ini? Menurut penelitian, jeroan ikan ini – khususnya hati, telur, dan pencernaannya – ternyata mengandung racun yang sangat kuat dan belum ada penawarnya, yaitu TTX atau Tetrodoksin. Dosis mematikan untuk manusia adalah 2 mg. Dan manusia yang termakan racun ini akan marhum dalam waktu sekitar setengah jam. Karena itu, di restoran yang menyajikan menu Ikan Fugu, biasanya olahan ikan ini dihidangkan kepada tamu setelah setengah jam dimasak dan dicicipi oleh kokinya. Kalau kokinya selamat, maka artinya ia sukses mengolah ikan ini menjadi hidangan yang aman dan nikmat, dan hidangan akan disajikan kepada pemesannya. Tapi kalau koki itu gagal, ya wasalam sudah dia.
Apa yang terjadi kalau kita keracunan Ikan Fugu? Biasanya, gejalanya begini: Diawali oleh rasa mual, muntah-muntah, lalu mati rasa dalam rongga mulut. Selanjutnya mucul gangguan fungsi saraf yang ditandai dengan rasa gatal di bibir, kaki dan tangan. Gejala selanjutnya adalah terjadinya kelumpuhan, dan akhirnya kematian akibat sulit bernafas dan serangan jantung. Gejala tersebut timbul selama 10 menit pertama hingga 30 menit, dan setelah itu selamat jalan – selamat menyusul Ikan Fugu yang disantap itu.
Apa yang harus dilakukan apabila ada orang keracunan Ikan Fugu? Yang pasti, korban harus cepat dibawa ke rumah sakit untuk “dipompa” perutnya untuk mencegah racun masuk lebih dalam ke dalam tubuh melalui pencernaan. Dan tindakan pertolongan gawat darurat ini pun harus dilakukan sebelum 30 menit dari saat makanan masuk ke dalam tubuh. Apakah setelah itu korban pasti selamat? Ternyata, belum tentu juga. Sebab, dalam 6 jam pertama setelah makanan beracun dipompa keluar, ada kemungkinan racun akan tetap menyerang korban.
Tapi terlepas dari racunnya yang dahsyat itu, menurut mereka yang pernah mencicipi hidangan Ikan Fugu, rasa ikan ini sangat nikmat – sehingga sulit digambarkan secara pas dengan kata-kata. Dan karena kelezatan rasanya itu, maka wajarlah kalau harga ikan ini mencapai 2 juta rupiah per kilogramnya.
Mengingat sangat berbahayanya Ikan Buntal ini bagi manusia, bila tak diolah dengan benar, sehingga koki yang boleh memasak ikan ini harus mendapat sertifikat sebagai koki khusus Ikan Fugu dari Jepang. Karena itu, kalau Anda mau mencicipi menu ikan ini di luar restoran Jepang – sebaiknya menyempatkan membuat surat wasiat dulu. Mudah-mudahan Anda selamat, sehingga Anda bisa dengan bangga bilang, “Gila! Ikan Fugu memang oye!”
Karena kurangnya informasi mengenai Ikan Buntal alias Ikan Fugu ini, maka banyak saudara setanah air kita yang telah menjadi korban. Oleh karena itu, ada baiknya kalau Anda membantu menyebar-luaskan informasi ini ke rekan dan tetangga. Dan yang pasti, yang harus diketahui, bahwa racun Ikan Buntal tidak akan tawar karena dimasak. Jadi, sebaiknya jangan mengonsumsi ikan ini. Itu pilihan yang terbaik.
(Dari berbagai sumber)