IstimewaPERCAYA nggak percaya, nasi goreng, sate dan kopi luwak di daulat untuk menjadi tiga jenis penganan yang terpilih mewakili nama Indonesia mancanegara untuk memperkenalkan kekayaan alam, keterampilan serta kemajemukan budaya bangsa Indonesia.
Ketiga penganan tersebut akan dipromosikan dalam eksibisi tingkat dunia yaitu Shanghai Expo 2010 di China yang dilaksanakan 5 tahun sekali. Dengan dihadiri lebih dari 190 negara, Shanghai Expo merupakan momentum yang tepat untuk memperkenalkan keunikan rasa dan santapan kuliner keseharian masyarakat Indonesia.
Dengan tema Uniquely Indonesian, ketiga penganan tersebut akan bersaing dengan ratusan makanan dari berbagai negara peserta yang ditargetkan menghadiri event dunia tersebut.
Istimewa"Nasi goreng juga tetap menggunakan nama nasi goreng, bukan fried rice. Dan, yang sebenarnya dijual bukanlah nasi atau satenya karena harganya tidak seberapa, tapi Indonesianya. Kita promosikan Indonesia, bukan Cuma ke China tapi juga kepada dunia," ujar Menteri Perdagangan Mari Elka Pangestu.
Dengan tema 'Better City - Better Life,' pameran dunia terbesar ini akan digelar sejak 1 Mei hingga 31 Oktober 2010. Ditargetkan 190 negara lebih dari 50 organisasi internasional akan hadir. Selain itu, 100 pemimpin negara asing , juga 70 juta pengunjung . Kelak event ini akan menjadi sejarah pameran dunia dengan pengunjung terbesar.
IstimewaSetiap negara memiliki paviliun masing-masing. Paviliun tuan rumah (China) didesain dengan konsep Emperor's Crown dan warna khas merah yang melambangkan spirit kebudayaan tradisional China. Struktur paviliun ini meliputi 6 tingkat dengan tinggi 63 meter dan 56 siku-siku kayu yang mewakili 56 minoritas etnis di China. Setelah acara expo selesai, rencananya paviliun seluas 160.000 m² ini akan dijadikan museum sejarah dan budaya China.
Indonesia akan membangun paviliun seluas 4000 m² dengan biaya sekitar 104 milyar rupiah. Paviliun ini dibangun dengan menggunakan bahan bambu yang melambangkan spirit yang ulet dan tabah. Air terjun buatan dengan luas 40 meter dan tinggi 17 meter juga dibangun di tengah-tengah paviliun ini dan air terjun ini akan membelah paviliun menjadi 2 bagian layaknya ekuator yang melewati Indonesia.
IstimewaTema yang dipilih Eco Diversity dan tujuannya agar mampu mempresentasikan kehidupan dan keanekaragaman budaya, masyarakat dan lingkungan.
Indonesia juga akan mempromosikan produk-produk pariwisata, perdagangan dan investasi di Indonesia. Selain itu, juga akan ada pameran kerajinan tradisional yang yang inovatif, souvenir, pertunjukan musik dan tarian yang mewakili berbagai tujuan wisata Indonesia.
IstimewaDiharapkan dengan keikutsertaan Indonesia di Shanghai Expo ini dapat memperkenalkan Indonesia dengan lebih baik kepada dunia dan dapat mengundang investasi, perdagangan maupun pariwisata masuk ke negara kita ini.
Dalam sejarahnya, World Expo pertama kali diusulkan oleh Pangeran Albert, suami Ratu Victoria. Expo yang mengambil tema Great Exhibition of the Works of Industry of All pada bulan Mei 1951 di London. Namun sepanjang perjalanannya, terdapat peralihan fokus dari World Expo. Antara lain 1851-1938, fokus di pameran produk-produk penemuan dan pengembangan teknologi dan 1939-1991, fokus di pertukaran dan dialog kebudayaan sedangkan 1992-sekarang, World Expo dijadikan platform untuk meningkatkan citra nasional (nation branding).
IstimewaWorld Expo 2010 kali ini mengambil tema Better City, Better Life, dengan harapan dapat mencapai keharmonisan beragam kebudayaan, politik dan ekonomi dalam kehidupan di perkotaan. Sebab, kota memainkan peranan penting dalam perkembangan kehidupan manusia.
Pada penutupan Shanghai Expo 2010, rencananya akan dikeluarkan Shanghai Declaration yang diharapkan menjadi batu loncatan dalam sejarah World Expo untuk mempererat kerjasama antar negara dalam pengembangan perkotaan untuk kehidupan masyarakat harmonis yang berkesinambungan.