Seks

Mitos 'Kekuatan Sex' dengan Darah Ular

User Rating: / 0
PoorBest 

Written by Iskandar Bakrie/Novriyadi

Friday, 26 February 2010

There are no translations available.

Menghidupkan mitos menghidupkan pasar [Foto: Novriyadi]Menghidupkan mitos menghidupkan pasar [Foto: Novriyadi]Seks adalah sesuatu yang misterius mulai jaman dulu sampai sekarang, bahkan tidak akan pernah habis-habisnya jika kita membahasnya. Di mulai dari mencari 'sensasi' seks itu sendiri hingga sampai persoalan obat kuat, seks seakan menjadi tonggak kehidupan manusia, siang dan malam. Bukan sampai di situ saja rupanya. Seks seperti fenomena kehidupan lain, ia juga mempunyai banyak mitos yang dipercayai oleh masyarakat kita, salah satunya adalah "meminum darah ular dapat meningkatkan vitalitas seks".

Entah sejak kapan mitos itu muncul, tetapi yang pasti sampai saat ini banyak masyarakat kita yang mengakui keampuhan darah ular tersebut. Padahal sampai detik ini belum ada uji klinis medis yang mengakui kebenaran mitos tersebut, bahkan dalam ajaran Islam meminum darah adalah sesuatu yang diharamkan tetapi tetap saja masyarakat kita seolah menyampingkan hal tersebut demi mencapai kepuasan hasrat seks.

Foto: NovriyadiFoto: NovriyadiMenurut Gilang salah seorang penjual darah ular di pasar Jatinegara, dalam sebulannya banyak orang yang membeli darah ular untuk menambah vitalitas seks, "Minimal dalam sehari ada satu orang yang membeli darah ular,"kata pria yang akrab di panggil Bang Kobra ini.

Harga yang ditawarkan untuk meminum darah ular tidaklah murah, Gilang mematok harga Rp. 100 ribu hingga Rp. 500 ribu. "Semua itu tergantung dari besarnya ukuran ular, semakin besar, semakin mahal pula harganya,"katanya.

Untuk ramuannya sendiri, Gilang biasanya mencampurkan darah ular dengan anggur atau coca-cola,"Memang sengaja dicampur agar tidak terasa bau amis saat meminumnya," ungkap pria asal Majalengka ini.

Kenapa harus cobra, bagaimana dengan sanca   [Foto: Novriyadi]Kenapa harus cobra, bagaimana dengan sanca [Foto: Novriyadi]Memang sampai saat ini belum ada uji klinis mengenai keampuhan darah ular tersebut. Oleh karena itu banyak sebenarnya para ahli yang melarang masyarakat untuk meminum darah ular. "Sebaiknya masyarakat jangan meminum darah ular, karena sebagai pembangkit gairah seks hanya mitos saja. Selain itu mengkonsumsi darah ular sama saja merusak ekosistem,"kata dr. Boyke Dian Nugraha pakar Seksologi.

Perihal banyaknya masyarakat mengakui keampuhan darah ular. dr. Boyke menjawab, hal itu hanya sugesti saja. Menurutnya seks sangat berkaitan dengan sugesti. "50 persen vitalitas seks ditentukan oleh sugesti,"kata dr. Boyke.

Hanya merusak ekosistem saja [Foto: Istimewa]Hanya merusak ekosistem saja [Foto: Istimewa]"Sebenarnya banyak mitos-mitos seputar seks yang tidak masuk di akal berkembang di masyarakat, dan seharusnya masyarakat bisa berfikir logis menanggapinya, " kata dr. Boyke.

Menurut dr. Boyke, masih banyak cara yang mudah dan logis untuk meningkatkan vitalitas seks yaitu dengan memakan makanan yang bergizi. Contohnya seperti kerang, cokelat, daging kambing, alpukat, tauge, "Selain itu juga olahraga dan istirahat yang cukup dapat meningkatkan vitaslitas sex,"ungkap dr. Boyke.

Fenomena mengkonsumsi darah ular ini juga sebenarnya sudah dilarang oleh para ulama, salah satunya H.Amidhan ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI). Ia sangat menyayangkan adanya masyarakat yang mengkonsumsi darah ular. "Dalam ajaran Islam meminum darah hukumnya haram, "kata H. Amidhan.

H. Amidhan juga mengatakan, setiap manusia wajib untuk berobat jika dia sakit, tetapi alangkah baiknya ketika berobat harus sesuai dengan cara-cara yang dianjurkan oleh agama, jangan sampai mengikuti menjurus ke arah syirik.


Twitter Facebook Digg Technorati