
Foto: IstimewaMinimnya informasi mengenai penyakit autis dan ADHD (Attention Deficit Hyperactivity Disorder), membuat banyak orangtua bingung harus berbuat apa jika memiliki anak autis dan ADHD. Dengan alasan itulah beberapa waktu lalu, Yayasan Talenta Center mengadakan seminar yang bertemakan "Autisme dan ADHD Deteksi Dini dan Penatalaksanaannya" di Ruko Mutiara Bekasi Center Jl.A.Yani no1 Blok B no 6-7 Bekasi, Jawa Barat.
Menurut dr. Yahya, tujuan diadakan seminar ini untuk memberikan informasi mengenai penyakit autis dan ADHD kepada masyarakat umum termasuk para pendidik dan guru. "Kebanyakan para guru belum mengetahui apa itu autis dan ADHD, oleh karena itu pada seminar ini kita banyak mengundang para pendidik," kata dr. Yahya.
dr. Yahya juga mengatakan, antusiasme dari masyarakat mengenai seminar ini sangat bagus, hal ini dapat ditandai dari membludaknya jumlah peserta hingga mencapai 200 orang, "Peserta hanya membayar Rp.20 ribu bisa mendapatkan sertifikat, snack, dan tentunya informasi mengenai ADHD & Autis," ungkap dr. Yahya.
Foto: IstimewaYayasan Talenta Center adalah pusat terapi dan sekolah anak special. Acara seminar ini sendiri merupakan acara pertama sekaligus launching dari Yayasan Talenta Center, "Kita berharap dengan adanya Talenta Center ini dapat membantu anak-anak special," ungkap dr. Yahya.
Apakah autis dan ADHD bisa disembuhkan? dr. Yahya menjawab, autis dan ADHD tidak bisa disembuhkan tetapi bisa dikurangi dengan cara melakukan terapi. Contohnya seperti terapi sensori media, sensori integrasi dan terapi bicara. Tidak hanya itu, terapi juga bisa dilakukan dengan cara herbal yaitu dengan cara Avasin (teknik pengobatan yang mirip dengan akupunktur).
Siang itu, peserta seminar tidak hanya bisa mendapatkan informasi mengenai bagaimana mengatasi anak autis dan ADHD tetapi juga disuguhkan dengan acara pentas seni yang dilakukan oleh anak-anak special. Contohnya seperti menari, pembacaan puisi, qosidahan, dan fashion show.
Foto: IstimewaBanyak peserta yang merasa senang mengikuti seminar tersebut, salah satunya adalah Siti Yuliani, perempuan yang berprofesi sebagai guru SLB di kawasan Bekasi tersebut sangat senang mengikuti seminar mengenai anak autis dan ADHD. "Di seminar ini saya menjadi tahu bagaimana mengatasi anak autis dan ADHD," ujar Siti.
Apa itu ADHD dan Autis
Menurut dr.Suzy Yusna Dewi, SpKJ(K) (Psikiater anak dan remaja), Autis adalah gangguan perkembangan pada anak yang sifatnya menetap. Gejala autis sendiri dapat dilihat jika anak memiliki gangguan dalam berkomunikasi, kesulitan bersosialisasi dan perilaku yang sering dilakukan secara terus menerus (perilaku streotipe).
Sedangkan yang dimaksud dengan ADHD (Attention Deficit Hyperactivity Disorder), adalah gangguan pemusatan perhatian yang disertai dengan hiperaktif. Sederhananya dijelaskan bahwa ADHD adalah suatu kondisi di mana seseorang memiliki masalah perhatian dan pemusatan terhadap kegiatan.
Foto: IstimewaLebih mudahnya kita dapat melihat ciri-ciri yang mengkhaskan dari ADHD, antara lain:
1. Selalu bergerak, dan gerakan-gerakannya tidak beraturan, tidak terkontol serta tanpa sebab yang jelas.
2. Sering lupa terhadap segala hal, disebabkan kekurangmampuan untuk berkonsentrasi sehingga hal tersebut kurang pula diperhatikannya.
3. Sering bingung tanpa sebab yang kuat.
4. Kelabilan emosi, cenderung gelisah, resah, dan tidak tenang.
5. Kecenderungan mengganggu orang lain.