Tak percaya? dr. M. F. Conny Tanjung, dokter spesialis anak RS Pantai Indah Kapuk dalam acara Dunia Presinutri SGM, di ITC Cempaka Mas, mengungkapkan bahwa, "Tiga tahun pertama merupakan masa terpenting dalam perkembangan otak, fisik, kesehatan saluran pencernaan, dan tulang,maka saat seperti ini orangtua ekstra hati-hati mengawasinya."
Foto: IstimewaMenurut Conny, usia anak 0-3 tahun merupakan masa pertumbuhan otak yang paling besar, yaitu 80-90%. Dan, pertumbuhan akan terus berlanjut hingga anak menginjak masa pubertas atau sampai usia 18 tahun.
Oleh sebab itu, anak memerlukan komposisi nutrisi yang berbeda dengan jumlah berbeda pula untuk tiap pertumbuhannya. Dan, orangtua perlu memahami nutrisi apa saja yang diberikan untuk menunjang perkembangan anak.
Foto: IstimewaUmumnya, orangtua hanya memperhatikan asupan nutrisi hingga anak berusia 5 tahun. Setelah usia tersebut para orangtua menganggap kebutuhan nutrisi anak kurang lebih sama dengan orang dewasa. Padahal tidak demikian. Setiap tahapan usia yang berbeda juga memiliki kebutuhan nutrisi yang berbeda pula.
Ada orangtua yang beranggapan anak di atas 5 tahun sudah tidak membutuhkan perhatian khusus untuk makanannya. Padahal harusnya tidak demikian. Kenyataannya justru lingkungan merupakan faktor penting yang bisa membahayakan kecukupan nutrisi anak. Seperti anak-anak yang suka makan seenaknya tanpa memperhatikan kandungan gizi. Mereka suka jajan sembarangan, tanpa peduli kandungan gizinya.
Foto: IstimewaHal inilah yang menyebabkan banyak terjadinya kerawanan nutrisi, misal malnutrisi (kekurangan gizi) atau overnutrisi (kelebihan gizi, identik dengan kegemukan). Sebagai orangtua harus memahami bahwa anak membutuhkan nutrisi sesuai dengan usia dan tahapan tumbuh kembangnya.
Harus disadari semakin bertambahnya umur anak, kesempatan mengontrol mereka 100 persen hampir tidak mungkin dilakukan. Diantaranya adalah kesempatan untuk mengontrol apa yang dikonsumsi anak dan memberikan mereka nutrisi yang tepat sesuai dengan kebutuhan di setiap tahapan usia.