| Tinta Wanita Lahirkan 24 Sauh Yang Mengulas Geliat Cinta dan Cita Wanita |
| Written by Fitryan G.Dennis/Yesi |
| Wednesday, 03 February 2010 11:15 |
|
PENGALAMAN dan perjalanan hidup banyak menorah pesan dan kesan dalam diri seseorang. Begitupun dalam diri perempuan. Entah pengalaman dirinya atau orang lain jika menarik dan menimbulkan kesan pastinya menarik pula untuk diungkap melalui pena. Dan, agaknya itulah yang berhasil diungkap oleh 24 penulis wanita yang tergabung di Tinta Wanita saat membuat rangkaian cerita berbentuk cerpen dan puisi yang kemudian diberi judul 24 Sauh ini. Buku setebal 236 halaman dengan format hard cover dan soft cover ini Senin, 1 Februari telah di launching di Indo China, FX, Jakarta dengan dihadiri oleh Menteri Pemberdayaan Perempuan, Linda Amalia Sari Gumelar. Dalam sambutannya Linda berharap para penulis wanita mampu menyalurkan aspirasinya dalam tulisan tanpa meninggalkan cirri khasnya sebagai ibu dan tentunya wanita Indonesia. Linda berharap agar para perempuan Indonesia tidak kenal lelah untuk selalu belajar dan meningkatkan kemampuan dirinya. Hal ini penting mengingat penambahan pengetahuan dan profesionalitas perempuan merupakan tuntutan masa depan yang tidak dapat dielakan lagi. "Peningkatan kualitas hidup perempuan yang berorientasi kepada kemampuan diri secara mandiri (self empowerment) perlu terus didorong sehingga suatu saat nanti perempuan dapat menolong dirinya sendiri dari bermacam-macam rintangan, permasalahan, dan akhirnya mampu memutuskan mana yang terbaik bagi dirinya, keluarga, lingkungan masyarakat bahkan bangsanya," ulas Linda. Adapun mereka yang tergabung dalam Tinta Wanita yang berhasil meluncurkan 24 Sauh ini adalah Agnes A.Majestika, Apri Swan Awanti, Ariana Pegg, Dewi Motik Pramono, Dewi Yanti Razali, Dharmawati Tst, Eva Budiastuti, Fitryan G.Dennis, Happy Salma, Herlina Mustikasari,Ida Ahdiah, Lutik Siswani Alibasyah, Maria A.Sarjono, Olga Emery Oktavia Batti,Sadrah Prihatin Rianto, Sanie B.Kuncoro, Tika Wisnu, Tjut Irda Triany MN, Tuti Nonka,Weni Suryandari, Widyawati Puspa Dewi, Winny Gunarti, Yessy Gusman, Zeventina Octaviani Bouwmester. Buku ini mendapat respon dan komentar yang cukup menggelitik dari Putu Wijaya, Dr.Meutia Hatta,Ikranagara, Helmy Yahya, Slamet Raharjo Djarot, Rieke Diah Pitaloka, Bens Leo, dan Tantowi Yahya. Dan, untuk banyaknya komentar ini, buku ini pun langsung mendapat respon dari Museum Rekor Indonesia (MURI) untuk dimasukan dalam museum ini sebagai buku dengan komentator terbanyak. Rabu (3/02) Pimpinan MURI, Jaya Suprana berkenan memberikan penghargaan pada buku ini di Mal Of Indonesia, Kelapa Gading , Jakarta. Dalam kesempatan peluncuran itu, Dewi Motik Pramono, Happy Salma, dan Yessy Gusman berkenan membacakan puisi dan cerpen karya para wanita di hadapan para undangan. Dalam kesempatan itu juga dilakukan talkshow tentang buku tersebut. |
Comments
Sayang pidatoku tidak dimuat
http://arti-kata.blogspot.com
RSS feed for comments to this post.