
madeinchinaIndonesia kian diserbu barang-barang asal China. Mulai dari produk mainan, elektronik, garmen, sampai makanan. Tak semuanya bermutu bagus, memang; tapi jelas, seluruhnya terbukti berharga murah – satu hal yang amat disukai penduduk Indonesia.
Kenyataannya, menurut data Badan Pusat Statistik (BPS), dari total impor produk nonmigas Indonesia selama 2009 yang mencapai US $ 77,867 miliar, sekitar US $ 13,49 miliar diantaranya berupa barang-barang asal China.
Angka tersebut melonjak tajam dibanding impor China tahun 2004, yang hanya US $ 3,4 miliar dollar AS. Dengan kata lain, impor produk nonmigas dari China meningkat pesat hingga 300 persen.
Fadhil Hasan, Ekonom senior Indef, menilai, kondisi ini memperlihatkan produk nonmigas, khususnya industri manufaktur Indonesia, semakin tidak berdaya saing. Itu juga berarti belum adanya langkah konkret yang dilakukan Pemerintah untuk mendorong sektor nonmigas.
"Insentif pajak belum banyak dirasakan manfaatnya untuk mendongkrak daya saing manufaktur kita. Juga suku bunga perbankan masih jauh lebih tinggi. Jadi, perbaikan ini harus dilakukan lebih cepat. Kalau tidak, Indonesia akan selalu tertinggal," ujar Fadhil.
So, kalau Anda termasuk kelompok penggemar barang-barang China, hati-hati. Karena bukan tidak mungkin gara-gara Anda, produk Indonesia akan jalan di tempat!
"Pada prinsipnya, saya kurang setuju kalau kita membuka pasar bebas, karena seharusnya Pemerintah lebih meningkatkan pertumbuhan produk dalam negeri melalui promosi, travel, kesenian ataupun pameran di luar negeri. Kalau produsen luar negeri mau menjiplak, terserah. Tapi, pengrajin Indonesia kan tetap memiliki perbedaan. "Bagusnya, dengan keberadaan produk China, para pengrajin tidak ada yang rendah diri. Produk China itu hanya punya nilai jual saja, karena harganya murah. Tapi, dengan kreatifitas, produk kita memiliki kualitas, awet, dengan motif dan mutu jauh lebih baik." |
|
"Produk China banyak masuk ke Indonesa karena mungkin kualitas barang lokal kurang mampu bersaing. Contohnya, sparepart (suku cadang) onderdil mobil dari China dan Taiwan yang lumayan bagus dan pastinya lebih murah. Sayangnya, produk lokal di bidang otomotif sangat sedikit beredar, jadi kurang dilirik konsumen. "Tapi, itu semua kembali lagi ke pembelinya. Jadi, sebenarnya gak semua yang punya mobil itu orang kaya, dan bisa beli sparepart asli. Kalau ada yang lebih murah, dan selama itu lumayan bagus untuk pemakaian harian, ya, gak jadi masalah." |
|
Yustina Amirah, Komunitas Asisi ”Memang masuknya produk China jadi tantangan bagi produk dalam negeri. Apalagi produk lokal yang sedang bangkit dan belum memiliki pasar yang pasti. ”Tapi, kualitas produk lokal kita juga banyak yang pas-pasan. Jadi, otomatis akan tersingkir dengan produk-produk China yang lebih murah. Contohnya, produk kosmetik. ”Sebaiknya kita harus teliti dalam memilih. Bukan hanya pada tampilannya saja, tapi juga kualitas. Ada yang fanatik terhadap produk lokal, ada juga yang tidak. Semua itu kembali lagi pada pertimbangan masing-masing individu.” |
|
Chandra, Humas Indonesia Kijang Club (IKC) “Saya membeli produk China tergantung keperluan. Biasanya produk garmen. Tapi, saat membeli sebenarnya saya tidak tahu apakah itu produk China atau bukan. “Barang-barang China itu produksinya massal, sehingga murah. Tapi, kalau kualitas dan modelnya, saya kira lebih bagus dari produk Indonesia. Yang jelas, kalau ada duit lebih, pasti saya membeli produk yang bagus. “Soal kualitas, tergantung dari bahannya. Ini dibuktikan dengan barang-barang kita yang juga banyak diekspor ke luar negeri, seperti produk kulit. Itu kan bukti bahwa produk kita juga tidak kalah dengan produk mereka. “Bahwa membeli produk China akan membuat mandeg produksi Indonesia, tergantung dari mana kita menilainya. Sebagai motivasi, justru kita bisa belajar kenapa kita kalah dari China.” |
|
Driyan Hendrayana Robani, Guru TPA Villa Bogor Indah “Saya jarang membeli produk China, dan tidak terlalu paham kalau itu dari China atau bukan. Yang penting, manfaatnya. Kalau bermanfaat, saya ambil. ”Dibanding produk-produk yang sudah ada di Indonesia, kualitas produk China lebih rendah. Contoh nyatanya adalah sepeda motor China yang pernah masuk Indonesia. Ternyata kualitas dan daya tahannya lebih rendah. Baru dua tahun sudah hancur dan berantakan, sementara motor Jepang masih prima. ”Sampai saat ini saya belum mendengar keluhan secara langsung bahwa produk China bisa membuat mandeg produksi Indonesia tuh.” |
|
Agus, Anggota Masyarakat Pecinta Onthel Tangerang (MPOT) ”Saya membeli produk China karena pertimbangan harga saja. Tapi, kualitas dengan harga murah, tidak bisa dijamin. Jadi, kalau harganya bagus, pasti kualitas barangnya juga bagus. Begitu juga sebaliknya. ”Soal kualitas ini, produk-produk kita sebetulnya lebih bagus. Produk China itu hanya lebih inovatif dan kreatif, tapi kualitasnya tidak bisa diharapkan. Contohnya, sandal dan sepatu, yang modelnya lebih bagus tapi kualitasnya jangan tanya, karena pasti jebol dalam satu bulan. ”Adanya anggapan akan mandegnya produk Indonesia ketika produk China masuk, itu merupakan mata rantai yang saling berkaitan. Tapi, saya melihat hanya akan terganggu saja, karena penduduk Indonesia masih sangat banyak yang memakai produksi lokal. Justru dengan masuknya produk China akan membuat produsen di Indonesia bisa inovatif untuk berkembang, karena itu merupakan tantangan agar kita bisa lebih maju lagi. “Dengan masuknya produk China, maka Indonesia perlu merenegosiasi ulang ACFTA yang telah ditandatangi tahun 2004. Kenapa Pemerintah tidak melakukan kebijakan dengan ditandatanginya ACFTA? ”Selain itu, Pemerintah juga harus menerapkan Standarisasi Nasional Indonesia (SNI) untuk semua produk. SNI itu sangat berguna untuk menyaring produk-produk yang tidak berkualitas. Dengan SNI, masyarakat sebagai pengguna dari produk bisa terjamin keselamatannya.” |
|
Susilawati Syihabudin, Wartawati ”Aku jarang beli produk China, karena kurang percaya walaupun harganya murah. Malah itu yang bikin aku jadi nggak percaya. Apalagi untuk produk makanan atau souvenir yang mengandung zat berbahaya. Mungkin departemen perdagangan di China kurang ketat. ”Untuk meningkatkan daya jual produk Indonesia, kita harus menggerakkan cinta produk indonesia pada masyarakat, dan perlu mencontoh dari China. Kita juga harus memperketat barang-barang yang masuk dari negara luar ke Indonesia meskipun ada pasar bebas.” |
|
”Masuknya produk China sangat positif untuk memacu daya saing produk dalam negeri. Kita juga harus hati-hati dengan produk China (makanan) yang mempunyai dimensi keekonomian murah, tapi tidak menjamin kualitas. ”Tapi, modifikasi produk China sudah mengikuti trend, tidak seperti barang Indonesia yang selalu ketinggalan zaman. Jadi, tingkatkan daya jual. Beri insentif, kurangi beban pajak, bantuan modal tanpa anggunan dan bunga, pelatihan, serta, yang paling penting, proteksi produk yang belum bisa berdaya saing.” |
“Saya kalau beri barang suka nggak memperhatikan buatan mana. Tapi, pernah juga beli produk China, karena ada standarisasi tertentu, jadi barangnya lebih baik. “Kalau kualitas, sepertinya sama saja produk China maupun Indonesia. Untuk meningkatkan daya jual UKM-UKM, harus ada back up dari Pemerintah. Kasih kesempatan luas, agar gampang melakukan distribusi.” |
|
“Saya beli produk China bukan untuk kebutuhan pokok, karena gampang rusak. “Kalah bersaingnya produk Indonesia dengan China karena ketidaksiapan Pemerintah menghadapi pasar bebas. Seharusnya Pemerintah mendukung produk Indonesia dengan mengenakan pajak mahal kepada produk China.” |
|
“Dulu saya pernah membeli radio buatan China, tapi nggak lama kemudian rusak. Setelah itu saya kapok membeli produk China. “Tadinya saya tidak pernah mengecek produk tersebut buatan mana. Main beli saja. Setelah rusak, saya langsung sadar, kalau barang tersebut buatan China. “Kalau produk Indonesia ingin bersaing dengan produk luar, seharusnya para produsen kita berani berinovasi. Selain itu, Pemerintah juga harus menyokong para pengusaha home industry, agar mereka jadi besar.” |
|
“Saya sering sekali membeli produk China. Karena selain harganya murah, juga canggih. Contohnya, handphone. Jadi, tidak semua produk buatan China itu jelek. “Sebenarnya saya pernah punya pengalaman buruk dengan produk China. Dulu saya membeli DVD, tapi nggak lama kemudian rusak. Yah, mungkin saat itu saya lagi apes beli produk buatan Cina yang kualitasnya buruk. “Kalau Indonesia ingin bersaing dengan produk China, seharusnya Pemerintah memperhatikan nasib para pengusaha kecil dengan memberikan bantuan modal.” |