Hari Kamis, 28 Januari 2010, kita tahu, "diperingati" sebagai "100 Hari Kabinet Indonesia Bersatu Jilid 2". Seperti apa reaksi dan tanggapan masyarakat, sudah kita lihat lewat demo-demo yang serentak digelar nyaris di seluruh pelosok Indonesia.
Nah, berikutnya, kita simak apa komentar Komunitas TNOL. Mumpung hangat, kan?
|
Eko, Ketua Murano Community
"Sebenarnya saya tidak terlalu mengikuti perkembangan ini. Tapi, saya netral-netral saja, dan menurut saya, Kabinet Indonesia Bersatu Jilid 2 ini sedang-sedang saja.
"Pastinya kabinet ini dipilih karena alasan yang kuat, bukan asal pilih. Sekarang seharusnya mereka bisa benar-benar mementingkan kepentingan rakyat dan negara. Jangan hanya mau dipilih, tapi tidak terbukti cara kerja mereka.
"Kelebihan dari kabinet yang sekarang, sejauh ini belum bisa saya lihat, karena terlalu banyak konflik yang ada dalam pemerintahan ini. Jika kekurangannya, bisa kita lihat kan, perekonomian jadi tidak jelas, harga-harga kebutuhan pokok naik dan menjadi mahal, warga miskin juga semakin banyak, pendidikan tidak terperhatikan.
"Kabinet yang ideal itu seharusnya tidak menimbulkan permasalahan dan konflik. Semua sudah terorganisir. Jadi tidak banyak yang terlihat negatif.
"SBY dalam hal ini harus benar-benar bertindak tegas, sehingga masa pemerintahannya tidak akan tercoreng oleh kabinet yang tidak benar dalam menjalankan tugasnya."
|
|
Toni, Wartawan
"Sebenarnya perkembangan yang ada dalam Kabinet Jilid 2 ini membingungkan. Saya sendiri lebih suka Kabinet Jilid 1. Karena, kalau dilihat kabinet yang sekarang, maaf-maaf saja, sedikit tidak bermutu, lebih banyak menteri yang masih muda dan belum terlalu berpengalaman.
"Kabinet yang sekarang ini juga tidak ada kelebihannya. Sebaliknya, kekurangannya sangat banyak sekali. Warga yang miskin bertambah, sembako meningkat harganya, makin banyak rakyat yang terlibat kesalahan kecil tapi langsung diadili dan dipenjara sementara untuk kasus yang besar tidak ada penyelesaiannya sama sekali.
"Jadi, kabinet yang sekarang seolah-olah menindas rakyat miskin dan tidak mendengarkan aspirasi rakyat. Seharusnya kabinet yang ideal itu bisa mementingkan rakyat. Sehingga, dalam hal ini, SBY selaku Presiden harus bisa tegas pada kabinet yang dipilihnya."
|
|
Indra Bekti, Selebritis
"Kalau menurut saya, kinerja SBY dan kabinetnya belum terlihat signifikan. Baru seratus hari bekerja, jadi terlalu dini untuk meng-judge.
"Apalagi kinerja SBY dan kabinetnya tertutup oleh kasus Bank Century. Masyarakat jadi gerah. Tapi, kita jangan berburuk sangka dulu. Perjalanan masih panjang."
|
|

Trio Macan, Penyanyi Dangdut
"Baru seratus hari SBY dan kabinetnya bekerja. Belum terlalu kelihatan hasilnya. Kita jangan langsung menilai jelek, kasih kesempatan dulu. SBY juga banyak kerjaan. Jangan main di demo aja. Kita lihat dulu. Apalagi kalo yang ikut demo itu dibayar. Mereka nggak ngerti apa-apa.
"Sejauh ini kerja SBY sudah baik. Tapi, perlu dikasih kesempatan lagi. Jangan belum apa-apa sudah didemo."
|
|

Taufan Oktora, Ketua Harian Suzuki Karimun Estilo Club Indonesia
"Kabinet ini biasa saja, tidak ada suatu gebrakan yang dibuat. Saya pikir, kabinet ini hanya menjalankan program yang dibuat oleh kabinet sebelumnya.
"Saya rasa tidak ada kelebihan yang dimiliki kabinet ini. Sedangkan kekurangannya, kabinet ini kental sekali dengan aroma bagi-bagi kekuasaan, karena kita tahu, SBY terpilih jadi presiden kembali karena bantuan dari banyak partai.
"Menurut saya, kabinet yang ideal jika di dalamnya murni mendukung pemerintah, dan partai yang kalah murni menjadi oposisi. Sehingga, kabinet yang dibentuk tidak terkesan bagi-bagi kekuasaan.
"Sebaiknya kabinet SBY berisikan orang-orang profesional. Jangan lagi diambil dari orang partai."
|
|

Yogi, Sekjen Indonesian Mitsubishi Owners Club (idMOC)
"Kinerja Kabinet Indonesia Bersatu jilid 2 ini payah. Kalau saya beri poin 1 sampai 10, cuma dapat poin 6,5; karena memang tidak ada perubahan yang dirasakan oleh masyarakat.
"Seharusnya kabinet tersebut berisikan orang-orang yang berkompeten di bidangnya, sehingga mereka menguasai permasalahan. Kabinet ini kurang memahami apa yang diinginkan masyarakat. Justru yang muncul adalah permasalah-permasalahan yang besar.
"Seharusnya SBY ketika kampanye dulu tidak usah menjanjikan sesuatu yang berlebihan, sehingga tidak perlu membuat masyarakat kecewa."
|
|

Nurul Qomaril, Komunitas Pengrajin Relief Indonesia
"Kinerja SBY sejauh ini sudah baiik. Namun, saya berharap, selepas evaluasi 100 hari, Pemerintah dapat lebih memperhatikan pertumbuhan UKM. Banyaknya PHK di Indonesia sekarang ini, membuat UKM-UKM makin menjamur. Jadi, kalau Pemerintah tidak turun-tangan, maka para UKM sebagai tumpuan ekonomi bangsa akan tergerus."
"Selain itu, para pengrajin juga harus meningkatkan kreatifitas mereka agar mandiri, sehingga tidak memberatkan Pemerintah, tapi malah justru membantu Pemerintah."
|
Bambang Wuryanto, Komunitas Indonesian Blues Association
"Saya pikir, kinerja SBY sudah maksimal, walaupun banyak kasus yang menyangkut politik-hukum dan hal-hal lain. Tapi, itu hanya cobaan. Yang penting, kita percaya saja dengan pemimpin bangsa yang sudah kita pilih kemarin. Biarkan mereka menyelesaikan tugasnya hingga satu tahun.
"Jadi, kinerja 100 hari belum bisa menjadi tolok ukur.
"Tim Ekonomi di Kabinet SBY-Boediono sudah cukup kuat. Kalau masalah hukum atau politik, itu sih biasa. Tapi, biarlah. Satu hal yang pasti, kita akan tetap fokus kepada musik. Kita jadikan Jakarta sebagai ibukota musik blues...."
|
Isyanto, Peneliti Kewarganegaraan IKI
"Kinerja pemerintahan sepertinya sudah maksimal. Sehingga, masalah kewarganegaraan – seperti warga keturunan bukan hanya Tionghoa, India dan Eropa yang sudah bertahun-tahun tidak memiliki status kewarganegaraan – sudah lebih sesuai dengan Undang-Undang yang ada.
"Namun, berbagai peraturan daerah adakalanya masih menghambat kinerja Pemerintah Pusat. Jadi, kalau dilihat dari sisi hukum, kinerja kabinet ke depan masih perlu adanya terobosan untuk mengatasi masalah kewarganegaraan dan berpedoman pada sisi kemanusiaan."
|
|
Comments
tentang kabinet indonesia bersatu ada yg bagus ada yg sedang sedang saja ..dan ada yg merah rapornya..
sayang aja hasil kerja pemerintahan SBY jilik 2 terasa kurang di berita kan.. karna terlalu banyak kasuh . kasus yg menyertakan perjalanan kabinet indonesia bersatu jilik 2
kami sedikit terganggu aja ada wacana Fatwa haram photo prewedding.. itu sedikit banyak mematikan kreatifitas kami.. gimana ini pak SBY
RSS feed for comments to this post.